Isi Pesan DPR RI di Hari Sumpah Pemuda: Ada Empat RUU Strategis untuk Masa Persidangan II
- Istimewa
tvOnenews.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurizal, menyampaikan pidato kebangsaan dalam rangka memperingati 98 Tahun Sumpah Pemuda di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Dalam pidato tersebut, pimpinan DPR RI menegaskan bahwa nilai-nilai historis Sumpah Pemuda harus dijadikan pijakan utama dalam pembentukan legislasi dan pengawasan parlemen di tengah gelombang ketidakpastian geopolitik global.
Dasco mengingatkan bahwa para pemuda tahun 1928 mampu menyampingkan pelbagai perbedaan demi cita-cita luhur bangsa.
Nilai persatuan ini menjadi sangat krusial ketika dampak ketegangan dunia mulai berimbas langsung pada stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat Indonesia.
“Persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan. Ia harus menjelma jadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil,” tegas Sufmi Dasco.
- Istimewa
Mengenai kabut asap lintas batas, Dasco menilai perhatian Malaysia dan Singapura patut dihargai, dengan prioritas pelindungan warga terdampak.
Ia mendorong parlemen-parlemen ASEAN bekerja sama lebih erat, tidak hanya saat krisis.
“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan; kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” tuturnya.
Di dalam negeri, Dasco mengajak partai dan fraksi berdiri bersama ketika bangsa membutuhkan, agar parlemen hadir membenahi tata kelola negara.
- Istimewa
Pada Masa Persidangan I, DPR RI bersama pemerintah telah menyetujui tiga undang-undang: Pengaturan Reforma Agraria, Pelindungan Ketenagakerjaan, dan Satu Data Indonesia.
Pada Masa Persidangan II, empat rancangan undang-undang (RUU) akan dibahas: Keamanan dan Ketahanan Siber, Masyarakat Adat, Administrasi Kependudukan, serta Perampasan Aset.
Untuk RUU Perampasan Aset, Dasco menekankan due process of law “agar ketegasan tidak berubah menjadi kesewenang-wenangan.”
Keempat agenda itu akan diintegrasikan dalam kerangka Satu Data Indonesia, yang ia rangkum dalam seruan “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data Indonesia”.
Kepada generasi muda, Dasco berpesan menjaga watak bangsa: “berani tanpa gegabah, terbuka tanpa tunduk, bersatu tanpa kehilangan nalar kritis.”
“Pemuda adalah urat nadi Indonesia, dan menjaga persatuan adalah sumpah abadi kita bersama,” pungkasnya.
Load more