Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Memasuki musim hujan, LRT Jabodebek melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah fasilitas operasional dan area pendukung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan populasi nyamuk, terutama di lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, termasuk demam berdarah dengue (DBD). Sejumlah area kerja menjadi sasaran pengasapan karena memiliki potensi genangan air maupun lokasi dengan pencahayaan terbatas.
Pengasapan dilakukan di beberapa fasilitas, mulai dari kantor Operation Control Center (OCC), area penyimpanan rangkaian kereta (stabling), hingga fasilitas perawatan sarana. Kegiatan serupa juga menyasar kantor operasional, tempat tinggal pekerja, serta sejumlah kantor unit pelaksana teknis (UPT).
Manager of Public Relation, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kondisi lingkungan kerja perlu mendapat perhatian, khususnya ketika memasuki musim hujan. Menurutnya, pengendalian populasi nyamuk menjadi salah satu langkah untuk mengurangi potensi gangguan kesehatan di lingkungan pekerja.
“Memasuki musim hujan, LRT Jabodebek meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perkembangbiakan nyamuk. Melalui kegiatan fogging dan sosialisasi kepada pekerja, LRT Jabodebek berupaya menjaga lingkungan kerja tetap sehat serta mendukung kesiapan pekerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain pengasapan, petugas kesehatan turut memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Para pekerja diingatkan untuk rutin memeriksa area yang berpotensi menampung air dan memastikan tidak terdapat genangan yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Radhitya menyebut upaya pencegahan penyakit tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan *fogging*. Kebersihan lingkungan dan langkah pencegahan secara berkala tetap diperlukan untuk menekan risiko munculnya sarang nyamuk.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah prosedur keselamatan juga diterapkan untuk mengurangi risiko paparan bahan pengasapan. Pekerja diminta meninggalkan lokasi sementara waktu dan tidak kembali memasuki area tersebut sebelum dinyatakan aman.
Selain itu, makanan, minuman, obat-obatan, serta barang pribadi perlu diamankan selama proses pengasapan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kemungkinan kontaminasi akibat bahan yang digunakan.
Pihak pengelola berharap kegiatan pengendalian nyamuk dan peningkatan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dapat membantu menjaga kesehatan pekerja. Upaya pencegahan juga diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama selama periode musim hujan.
“Dengan lingkungan kerja yang lebih sehat dan kesiapan pekerja yang terjaga, diharapkan dapat terus mendukung pelayanan LRT Jabodebek yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat,” tutup Radhitya.
Load more