BNPB Soal Penyebab Helikopter yang Jatuh di Sungai Barito Kalsel Saat Misi Pemadaman Karhutla
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Helikopter WB supepuma VH-HGM jatuh saat hendak memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sungai Barito, Desa Tabatan, Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11).
Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, kronologi dan penyebab kecelakaan masih dalam pendalaman.
“Saat ini, tim terkait masih bersiaga di lapangan dan laporan lengkap mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan sedang disusun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang,” kata Kristomei, dalam keterangannya, Minggu (8/11).
Lebih lanjut, Kristomei menerangkan, armada tersebut merupakan milik swasta yang dikontrak BNPB untuk operasi pengeboman air.
“Insiden ini terjadi saat armada udara ini melakukan operasi pengeboman air atau water bombing. Helikopter diduga kehilangan kendali saat bermanuver setelah mengambil air dengan bambi bucket di sungai,” ucap Kristomei.
Terpisah, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan.
“Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum ada hasil pemeriksaan resmi. BNPB akan berkoordinasi dengan instansi yang berwenang untuk mendukung pemeriksaan dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” terang Berton.
Kemudian, Berton menjelaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasi udara, mencangkup kesiapan teknis dan kelaikan armada helikopter yang digunakan dalam operasi.
“Evaluasi mengenai kesiapan dan kompetensi awak pesawat, prosedur penerbangan dalam pelaksanaan misi pemadaman karhutla, prosedur pengambilan air dan pelaksanaan water bombing, ondisi lokasi operasi, termasuk karakteristik sungai, arus air, hambatan sekitar, serta ruang manuver helikopter, kondisi cuaca dan faktor keselamatan penerbangan, dan koordinasi antara awak pesawat, pengendali udara, dan unsur yang bertugas di lapangan,” tegasnya.
Selain itu, BNPB juga akan berkoordinasi dengan operator helikopter dan instansi penerbangan terkait untuk memastikan bahwa setiap armada yang digunakan dalam operasi berikutnya telah memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan.
“Keselamatan awak dan seluruh personel yang terlibat merupakan hal yang tidak dapat dikompromikan. Kami juga ingin menegaskan bahwa kejadian ini tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk terus melakukan penanganan karhutla,” ucapnya. (ars/dpi)
Load more