News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kopda Muslimin Sempat Minta Maaf, Pulang ke Rumah Pagi Hari, Tak Lama Kemudian Meninggal Dunia

Kopda Muslimin (Kopda M) sebagai dalang percobaan pembunuhan terhadap istrinya, Rina Wulandari, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (28/8/2022) di rumah orangtuanya di kelurahan Trompo, Kecamatan Kendal, Kendal, Jawa Tengah.
Kamis, 28 Juli 2022 - 11:33 WIB
Kopda Muslimin dan istrinya, Rina Wulandari.
Sumber :
  • Tim tvOne

Kendal, Jawa Tengah – Kopda Muslimin (Kopda M) sebagai dalang percobaan pembunuhan terhadap istrinya, Rina Wulandari, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (28/8/2022) di rumah orangtuanya di kelurahan Trompo, Kecamatan Kendal, Kendal, Jawa Tengah.

Diketahui Kopda M ditemukan tewas  pukul 07.00 WIB di rumah orang tuanya. Prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI itu, sempat meminta maaf sebelum meregang nyawa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mulanya Kopda Muslimin pulang pukul 05.30 WIB dengan menggunakan kendaraan roda dua bernomer polisi AA 2703 NC, Kopda M mendatangi rumah orang tuanya.

Saat itu, kedatangan Kopda M disambut oleh ayahnya, Mustakim.  Setelah memasuki rumah Kopda M langsung menemui kedua orang tuanya dan langsung meminta maaf pada keduanya dalam keadaan muntah-muntah.

Usai ia muntah-muntah, Kopda M, kemudian menuju kamar dan berbaring di tempat tidur.

"Tadi pukul 05.30 bahwa saudara M pulang ke rumah orang tuanya, pada saat pulang beliau sempat meminta maaf," Jelas Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Pada pukul 07.00 WIB orang tua Kopda M memasuki kamar dimana Kopda M berbaring, Namun karena merasa curiga, orang tua Kopda M pun memeriksa anaknya yang terbaring tanpa gerak, dan ternyata setelah diperiksa Kopda M dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian, saudara Arif, langsung melaporkan ke Dan unit intel Kodim 0715/ Kendal bahwa kakaknya meninggal dunia di rumah orang tuanya. Dugaan sementara, Kopda M meminum racun sebelum bertemua kedua orang tuanya.

Diduga Kopda Muslimin Menerima Uang dari Mertua untuk Membayar Pembunuh Bayaran

Sementara berdasarkan pemeriksaan polisi, diduga uang Kopda M (Muslimin) untuk membayar pembunuh bayaran yang totalnya Rp 120 juta berasal uang mertua.

Sebelumnya uang bayaran untuk membunuh Rina Wulandari itu diduga berasal dari kekayaan Kopda M sendiri, namun setelah diperiksa lebih lanjut, polisi menduga uang itu berasal dari mertua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari Antara, fakta itu terungkap dari pengakuan salah satu pegawai di rumah Kopda Muslimin. Pegawai tersebut mengaku diperintahkan meminta uang kepada mertua.

“Jadi salah satu pegawai di rumah Kopda Muslimin ini ditelepon untuk meminta uang kepada ibu mertuanya guna biaya rumah sakit,” ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar di Semarang, dikutip dari Antara, Rabu, 29 Juli 2022.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sadis, Nenek di Depok Bakar Cucu Kandung Gegara Kesal Tak Dijemput Jalan Kaki 1 Kilometer

Sadis, Nenek di Depok Bakar Cucu Kandung Gegara Kesal Tak Dijemput Jalan Kaki 1 Kilometer

Nasib tragis menimpa seorang remaja perempuan berinisial LA (17) di kawasan Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Ia harus menderita luka bakar parah akibat dibakar ..
Reaksi Bangga Gakuto Notsuda Debut buat Persib usai Lalui Cedera Panjang: Awalnya Gugup, tetapi Senang Bisa Menang

Reaksi Bangga Gakuto Notsuda Debut buat Persib usai Lalui Cedera Panjang: Awalnya Gugup, tetapi Senang Bisa Menang

Debut manis ditorehkan Gakuto Notsuda bersama Persib Bandung. Gelandang asal Jepang itu turut berkontribusi dalam kemenangan 2-0 saat menjamu Melbourne Victory.
Resmikan Kampus Cimahi, Presiden Prabowo Perluas Jaringan SMA Taruna Nusantara jadi Enam Lokasi di Seluruh Indonesia

Resmikan Kampus Cimahi, Presiden Prabowo Perluas Jaringan SMA Taruna Nusantara jadi Enam Lokasi di Seluruh Indonesia

Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto kembali membuat terobosan besar di sektor pendidikan nasional. Melalui kebijakan strategis pemerintah resmi menggratis
Viral Pondok Pesantren di Sukoharjo Digerebek Polisi saat Santriwati Tak Pakai Hijab: Pintu Kamar Didobrak hingga Hampir Rusak

Viral Pondok Pesantren di Sukoharjo Digerebek Polisi saat Santriwati Tak Pakai Hijab: Pintu Kamar Didobrak hingga Hampir Rusak

Pesantren yang menjadi sasaran penggerebekan adalah Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an yang beralamat di DK. Laban Wetan, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Polisi Gerebek Ponpes, Ternyata Buntut dari Aksi Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo

Polisi Gerebek Ponpes, Ternyata Buntut dari Aksi Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo

Ramai di media sosial terkait aksi polisi yang menggerebek sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di wilayah Mojolaban, Sukoharjo, dan Karanganyar, Jawa
Hasil Persebaya vs Persijap 1-1: Nyaris Dipermalukan Tim Papan Bawah, Bajul Ijo Selamat di Injury Time

Hasil Persebaya vs Persijap 1-1: Nyaris Dipermalukan Tim Papan Bawah, Bajul Ijo Selamat di Injury Time

Hasil Persebaya vs Persijap berakhir 1-1 di Super League 2026/2027. Bajul Ijo nyaris kalah sebelum sundulan Risto Mitrevski pada injury time menyelamatkan tim.

Trending

Terminal Ferry Internasional Dumai Jadi Jalur Penyelundupan Sabu, 5,3 Kg Barang Haram Digagalkan

Terminal Ferry Internasional Dumai Jadi Jalur Penyelundupan Sabu, 5,3 Kg Barang Haram Digagalkan

Berawal dari informasi intelijen BNNK Dumai, petugas Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5.367 gram atau sekitar 5,3 kilo
16 Saksi Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Diperiksa Mulai dari Pihak Hotel hingga Tetangga, Sosok Ini Paling Banyak Sampaikan Informasi

16 Saksi Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Diperiksa Mulai dari Pihak Hotel hingga Tetangga, Sosok Ini Paling Banyak Sampaikan Informasi

Kepala Subdirektorat III Kekahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Arbaridi Jumhur mengatakan 16 saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun diperiksa. Dari keterangan istri sah DBM, sambung dia, pihak kepolisian mendapatkan banyak informasi.
Hampir Jadi Reijnders Bersaudara Jilid 2, Dua Pemain Keturunan Ini Berpeluang Satu Tim Bela Timnas Indonesia

Hampir Jadi Reijnders Bersaudara Jilid 2, Dua Pemain Keturunan Ini Berpeluang Satu Tim Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia berpeluang memiliki pasangan kakak-adik yang sama-sama memperkuat skuad Garuda. Dua pemain keturunan ini berpotensi jadi andalan Merah-Putih.
Emil Audero Unggul Telak atas Kiper Real Madrid, Kiper Timnas Indonesia Kuasai Voting Save of the Month La Liga

Emil Audero Unggul Telak atas Kiper Real Madrid, Kiper Timnas Indonesia Kuasai Voting Save of the Month La Liga

Emil Audero meraih 25.524 suara atau 68,2 persen dalam voting sementara Save of the Month La Liga Oktober 2026, jauh meninggalkan Andriy Lunin dari Real Madrid.
Mengenal Heyzer Harsono, Komisaris Utama Samator sekaligus Sekjen PBVSI

Mengenal Heyzer Harsono, Komisaris Utama Samator sekaligus Sekjen PBVSI

Mengenal Heyzer Harsono, Komisaris Utama Samator sekaligus Sekjen PBVSI. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan kiprahnya di dunia voli.
Jadwal Final Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026: Timnas Indonesia U-15 Lawan Benin, Spanyol Siap Kawinkan Trofi

Jadwal Final Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026: Timnas Indonesia U-15 Lawan Benin, Spanyol Siap Kawinkan Trofi

Dengan format baru di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026, seluruh peserta akan mendapatkan finalnya masing-masing untuk mendapatkan posisi terbaik mereka di kompetisi. 
Kronologi Oknum Polisi Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung di Sungai Apit Riau, Sempat Ucap Korban sedang Tidur Nyenyak

Kronologi Oknum Polisi Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung di Sungai Apit Riau, Sempat Ucap Korban sedang Tidur Nyenyak

Kasat Reskrim Polres Siak, Riau, AKP Raja Kosmos Parmulais mengungkap awal mula dugaan peristiwa pembunuhan ibu kandung oleh oknum polisi di Sungai Apit, Siak.
Selengkapnya

Viral