News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesaksian Agus Gondrong Terima Perintah dari Kopda Muslimin untuk Habisi Rina Wulandari: Katanya Istrinya itu Bikin Muak dan Menjengkelkan

Drama kematian Kopda Muslimin atau Kopda M akhirnya terungkap sudah, Jumat (29/7/2022). Adapun Kopda Muslimin atau Kopda M sang dalang percobaan pembunuhan itu
Jumat, 29 Juli 2022 - 10:59 WIB
Kopda Muslimin dan sang istri, Rina Wulandari
Sumber :
  • istimewa

Jakarta - Drama kematian Kopda Muslimin atau Kopda M akhirnya terungkap sudah, Jumat (29/7/2022).

Adapun Kopda Muslimin atau Kopda M sang dalang percobaan pembunuhan terhadap istrinya sendiri, Rina Wulandari itu ditemukan tewas di rumah orangtuanya di kelurahan Trompo, Kecamatan Kendal, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum ditemukan tewas pada pukul 07.00 WIB di rumah orangtuanya, sekitar pukul 05.30 WIB dengan menggunakan kendaraan roda dua bernomor polisi AA 2703 NC, Kopda M mendatangi rumah orangtuanya.

Saat itu, kedatangan Kopda M disambut oleh ayahnya, Mustakim. 

Setelah memasuki rumah Kopda M langsung menemui kedua orangtuanya dan langsung meminta maaf pada keduanya dalam keadaan muntah-muntah.

Setelah muntah-muntah, Kopda M, kemudian menuju kamar dan berbaring di tempat tidur. 

"Tadi pukul 05.30 bahwa saudara M pulang ke rumah orang tuanya, pada saat pulang beliau sempat meminta maaf," ujar Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi. 

Pada pukul 07.00 WIB orangtua Kopda M memasuki kamar dimana Kopda M berbaring, namun karena merasa curiga, orang tua Kopda M pun memeriksa anaknya yang terbaring tanpa gerak, dan ternyata setelah diperiksa Kopda M dinyatakan meninggal dunia. 

Kemudian, saudara Arif, langsung melaporkan ke Dan unit intel Kodim 0715/ Kendal bahwa kakaknya meninggal dunia di rumah orang tuanya. 

Tak berapa lama tim dari Inafis mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung melakukan olah TKP untuk memastikan tewasnya Kopda M. 

"Didapati pukul 07.00 meninggal dunia kemudian kita dari Nafis Dari pom kita melakukan olah TKP untuk memastikan meninggalnya korban," Tambahnya. 

Rencana autopsi yang akan dilakukan pihak kepolisian hingga kini masih menunggu persetujuan pihak keluarga.

"Nanti secara yuridis formal akan kita laksanakan otopsi atas persetujuan keluarga tentang kematian itu sendiri setelah hasil otopsi akan kita sampaikan ada muntah muntahnya." katanya.

Rencana autopsi yang akan dilakukan pihak kepolisian hingga kini masih menunggu persetujuan pihak keluarga.

Peristiwa penembakan terekam dalam CCTV yang terjadi di jalan cemara III, Banyumanik. saat Rina bersama anaknya berada di depan rumahnya, lalu 4 orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor tanpa nomor polisi.

Masing-masing pelaku memiliki peran tersendiri, ada yang menjadi ekskutor penembakan dengan menggunkan helm untuk motorcross dan membawa senjata api, sedangkan 2 pelaku lainnya bertugas sebagai pengawas dalam eksukusi penembakan.

kasus penembakan istri TNI di semarang, 4 ekskutor dan 1 penjual senjata api telah ditangkap yakni Sugiono alias babi, Ponco Aji Nugroho, Supriyono alia sirun, Agus Santoso alias Gondrong dan Dwi Sulisyono yang berperan sebagai penjual senjata apai.

Dalam konferensi pers disebutkan bahwa keempat pelaku eksekutor lapangan dan tim pengawas mendapat bayaran Rp 120 juta dari Kopda Muslimin, sedangkan senjata api dibeli seharga Rp 3 juta.

Sebelum Ditemukan Tewas Kopda M Janjikan Bonus Buat Para Eksekutor

Sementara itu, dalam acara Ragam Perkara TvOne bersama Kombes Pol Irwan Anwar selaku Kapolrestabes Semarang menuturkan bahwa Kopda M menjanjikan para pelaku eksekutor bonus jika berhasil membunuh sang istri yang bernama Rina Wulandari.

"Dari keterangan yang bersangkutan itu diketahui ada bonus tambahan yang dijanjikan oleh tersangka yang melarikan diri, bila korban meninggal dunia atau berhasil terbunuh itu sebanyak 200 juta, itu belum sempat diberikan. bahkan selain 200 juga ini juga bonus yang dijanjikan oleh tersangka melarikan diri ini selain 200 juta adalah 1 unit mobil,"ujar Kapolrestabes Semarang.

Lebih lanjut, percobaan pembunuhan terhadap korban RW ini kabarnya sudah ada beberapa kali sebelumnya, hal ini pun dijelaskan Kompel Pol Irwan Anwar (Kapolrestabes Semarang).

"Yang kami dapatkan sementara dari saksi dan dari para pelaku itu ini peristiwa penembakan ini bukan percobaan pertama, jadi sebelum sebelum peristiwa ini juga pernah didahului oleh upaya misalnya membunuh korban dengan berpura-pura menjadi pencuri atau maling yang masuk ke rumah korban, ketika itu kebetulan korban belum tidur sedang menyusui anaknya sehingga mengetahui ada orang yang masuk ke dalam rumahnya sehingga kemudian meneriakkan hingga kemudian membuat tersangka ini melarikan diri."ucapnya.

"Percobaan yang lain itu melalui upaya santet, sebelumnya juga melalui upaya memberikan racun kepada korban, Namun semua itu atas permintaan dari tersangka yang melarikan diri ini,"lanjut ucapnya.

Tergeletak

Otak dari kasus penembakan istri anggota TNI di Semarang, yaitu sang suami itu sendiri, Kopda Muslimin ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah pada Kamis (28/7/2022). 

Kopda M ditemukan tewas pada pukul 07.00 WIB, Prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI tersebut sebelumnya sempat meminta maaf kepada orang tuanya sebelum meregang nyawa. 

Menurut Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Lutfi pihaknya membenarkan kematian Kopda Muslimin tersebut. 

“Yang jelas, yang bersangkutan meninggal dunia di rumah orang tuanya,” ujar Luthfi kepada wartawan, pada Kamis (28/7/2022).

Lutfi mengatakan setiba di rumah orang tuanya, Kopda Muslimin langsung meminta obat maag dan air manis untuk diminum. Setelahnya, ia muntah dan tertidur hingga sudah tidak bernyawa lagi. Kopda M ditemukan meninggal dunia. 

Menurut Irjen Pol Lutfi, dugaan sementara Kopda Muslimin telah meminum racun sebelum akhirnya meninggal dunia. Namun pihak kepolisian perlu melakukan autopsy dan visum untuk memastikan penyebab kematian sesungguhnya.

“Indikasi, ada tanda-tanda minum racun,” jelas Luthfi.

Diketahui menurut sumber yang diperoleh oleh tim tvOnenews.com, sebelumnya Kopda M sempat dikabarkan pulang ke rumahnya di Gang Adem Ayem, Kelurahan Trompo, Kecamatan Kenda, Kabupaten Kendal pada pagi ini pukul 05.30 WIB.

“Berdasarkan informasi dari Ibu Rusinah (Ibu Kandung Kopda Muslimin) bahwa tadi pagi pukul 05.30 WIB pulang ke rumah di Kelurahan Trompo, Gang Adem Ayem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal. Kemudian Kopda Muslimin diketahui muntah-muntah, lalu meninggal dunia,” ungkapnya.


Rumah Orang Tua Kopda Muslimin diberi garis polisi (Ist)

Kopda Muslimin ditemukan telah meninggal oleh ayahnya, Mustaqim, di dalam kamar.

Untuk penyelidikan kematian Kopda Muslimin, lanjut Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi petugas Inafis telah mengamankan bekas muntahan untuk meneliti lebih lanjut. 

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman membenarkan bahwa Kopda Muslimin meninggal dunia. 

“Benar, Kopda M meninggal dunia, segera dilaksanakan autopsi dan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematian lebih jelasnya,” ungkap Dudung pada Kamis (28/7/2022).

Sebelumnya kasus penembakan terhadap Rina Wulandari (34) di Jalan Cemara III Banyumanik, Kota Semarang pada Senin (18/7/2022). Korban mengalami luka tembak di bagian perut dan sempat menjalani operasi pengambilan proyektil. 

Kini pelaku yang berjumlah 5 orang telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai tersangka.

Kesaksian pelaku bernama Agus Gondrong menceritakan dirinya diminta oleh Kopda M untuk menghabisi Rina Wulandari yakni istrinya sendiri.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena merasa muak dan tak kuat dengan sifat korban, Kopda Muslimin meminta Agus Gondrong untuk menghabisi nyawa istrinya, yaitu Rina Wulandari.

“Dia (Kopda Muslimin) cerita tentang keadaan keluarganya dan gak kuat tekanan dari istrinya yang selalu mengekang hingga minta dibunuh,” ujar Gondrong di Mapolrestabes Semarang, Rabu (27/7/2022). (kmr/ind/mii/abs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapa Savanna Azzahra? Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Sang Calon Suami, Kini Dikabarkan Meninggal Dunia

Siapa Savanna Azzahra? Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Sang Calon Suami, Kini Dikabarkan Meninggal Dunia

Sosok Savanna Azzahra mendadak buat simpati warganet setelah curhat jika calon suaminya berselingkuh dengan sang kakak. Kini, gadis itu dikabarkan telah wafat.
PDHI: Pengendalian Rabies Tidak Boleh Terjebak Sekat Sektoral

PDHI: Pengendalian Rabies Tidak Boleh Terjebak Sekat Sektoral

Menurut Mirjawal, rabies menjadi salah satu contoh paling nyata bahwa persoalan kesehatan hewan tidak dapat ditangani oleh satu sektor saja.
Celine Evangelista Siap Pindah ke Madinah, Ini Alasannya

Celine Evangelista Siap Pindah ke Madinah, Ini Alasannya

Celine Evangelista siap pindah ke Madinah bersama anak-anaknya. Ini alasan Celine Evangelista ingin tinggal di Madinah dan memperdalam agama Islam.
Utang BLBI Warisan Krisis 1998 Akhirnya Lunas, Pemerintah Bayar pada Agustus 2026

Utang BLBI Warisan Krisis 1998 Akhirnya Lunas, Pemerintah Bayar pada Agustus 2026

Utang surat pemerintah terkait BLBI era krisis 1997-1998 resmi lunas pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan surplus Bank Indonesia.
Semarak HUT TNI Ke-81, Kodam I/BB Gelar Bazar UMKM dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Semarak HUT TNI Ke-81, Kodam I/BB Gelar Bazar UMKM dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81, Kodam I/Bukit Barisan (BB) menggelar bazar dan pasar murah secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Banjir Bandang Rusak Komplek Perkantoran Bupati dan Rumah Warga di Solok

Banjir Bandang Rusak Komplek Perkantoran Bupati dan Rumah Warga di Solok

Sejumlah kantor pemerintahan dan rumah warga di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok, Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, terdampak banj

Trending

Perbandingan Gaji Megawati Hangestri di Red Sparks dan Hyundai Hillstate, Segini Nominalnya

Perbandingan Gaji Megawati Hangestri di Red Sparks dan Hyundai Hillstate, Segini Nominalnya

Menilik perbandingan gaji Megawati Hangestri saat bergabung dengan Red Sparks dan Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea. Pevoli berjuluk Megatron itu dikabarkan mengalami kenaikan bayaran jelang tampil di musim ketiganya.
Pilu! Gadis Meninggal Dunia Tak Lama Setelah Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak hingga Hamil

Pilu! Gadis Meninggal Dunia Tak Lama Setelah Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak hingga Hamil

Viral di TikTok kisah memilukan dari gadis bernama Savanna Azzahra yang meninggal dunia setelah calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil 3 bulan.
Malaysia Kena Sial Jelang Hadapi Timnas Indonesia, 3 Pemain Bintang Batal Gabung Skuad untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Malaysia Kena Sial Jelang Hadapi Timnas Indonesia, 3 Pemain Bintang Batal Gabung Skuad untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Malaysia tampaknya mengalami kesialan jelang menghadapi Timnas Indonesia. Sebab, pelatih Tan Cheng Hoe perlu melakukan perombakan dari 23 pemain yang dipanggilnya.
Paddy Pimblett Sentil Keras Kemenangan Arman Tsarukyan di UFC 331

Paddy Pimblett Sentil Keras Kemenangan Arman Tsarukyan di UFC 331

Paddy Pimblett memberi sorotan tajam terhadap kemenangan Arman Tsarukyan atas Mauricio Ruffy di UFC 331, meski mengakui brutalnya serangan siku yang mengakhiri
Siapa Resal Octavian? Ofisial Java United yang Diduga Sebut Shin Tae-yong 'Pendatang'

Siapa Resal Octavian? Ofisial Java United yang Diduga Sebut Shin Tae-yong 'Pendatang'

Resal Octavian menjadi sorotan suporter sepak bola Indonesia lantaran sebut pelatih Shin Tae-yong sebagai 'pendatang' dalam laga Persija Jakarta vs Java United.
Klasemen Medali Asian Games 2026, Selasa 22 September: Indonesia Turun Peringkat, Tim Merah Putih Belum Gondol Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Selasa 22 September: Indonesia Turun Peringkat, Tim Merah Putih Belum Gondol Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Selasa (22/9/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia mengalami penurunan peringkat, dan belum mampu menggondol emas.
Heboh Video 'A Day In My Life' Tanpa Sensor Diburu di X, Polisi Ungkap Keduanya Bukan Pelajar dan Mengidap HIV

Heboh Video 'A Day In My Life' Tanpa Sensor Diburu di X, Polisi Ungkap Keduanya Bukan Pelajar dan Mengidap HIV

Berkaca dari kasus video a day in my life yang viral dikatakan polisi, kedua pemeran mengidap HIV. Penyakit yang perlu diwaspadai dan diketahui pencegahannya.
Selengkapnya

Viral