News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hoki PKB untuk Prabowo Subianto di Pilpres 2024

Gerindra dan PKB baru saja membuat kesepakatan untuk berkoalisi pada pemilu 2024, koalisi kedua partai menjadi perbincangan di tengah publik. Gabungan kekuatan Gerindra dan PKB dinilai merupakan perpaduan ideal.
Jumat, 19 Agustus 2022 - 19:47 WIB
Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Mohammad Anas RA.
Sumber :
  • antara

Jakarta - Gerindra dan PKB baru saja membuat kesepakatan untuk berkoalisi pada pemilu 2024, koalisi kedua partai menjadi perbincangan di tengah publik. Gabungan kekuatan Gerindra dan PKB dinilai merupakan perpaduan ideal. 

Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia Mohammad Anas RA, mengungkapkan bahwa kedua partai bisa saling melengkapi satu sama lain guna memenangkan pilpres 2024, penilaian ini didasarkan atas beberapa pertimbangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertama, kekuatan personal Prabowo, dari sekian nama Capres yang kami potret saat melakukan survei, Prabowo Subianto mendapat elektoral signifikan di top of mind, beliau figur yang berpengalaman dalam pertarungan pilpres dibandingkan figur lain" paparnya.

Tercatat Prabowo telah dua kali maju sebagai Capres dan satu kali sebagai Cawapres sehingga namanya telah tertanam dibenak masyarakat.

"Melalui pengalaman tersebut tentu Prabowo sudah memahami dengan sangat baik peta pertarungan pilpres dari masa ke masa. Prabowo juga merupakan Capres yang paling populer, namanya selalu muncul dalam tiga besar Capres yang paling berpeluang menang di Pilpres 2024, bahkan sering berada di posisi puncak" Tambah Anas.

Meski popularitas dan elektabilitas signifikan Prabowo Subianto perlu menjaga ritme politiknya agar elektabilitasnya tetap tinggi hingga Pilpres 2024, dengan tetap melakukan kerja politik yang terukur sebab tiap momentum menghadirkan kompetitor berbeda dan iklim politik berbeda yang akan mempengaruhi perilaku pemilih.

Dari sisi finansial bisa disebut Prabowo memiliki kesiapan finansial untuk bertarung dalam pilpres, hal ini wajar karena Prabowo sendiri telah lama terjun dalam dunia bisnis. Ia juga memiliki jaringan bisnis yang kuat, sehingga bila saatnya finansial dibutuhkan maka ia selalu siap, cost politik Prabowo selalu tersedia.

"Kedua, koalisi Gerindra-PKB adalah kolaborasi basis pemilih nasionalis dan Nahdhiyyin. Gerindra memiliki basis suara dari kaum nasionalis sementara PKB merupakan kantong suara Nahdhiyin yang jumlahnya sangat besar sebab Prabowo Subianto selama maju Capres 2014 dan 2019, basis suara Nahdhiyyin belum dikelola dengan baik" Ungkapnya.

Disamping itu Gerindra dan PKB adalah partai besar yang memiliki infrastruktur jaringan sampai ke tingkat ranting, artinya bila kedua partai mengkolaborasikan jaringan mereka maka akan menjadi mesin politik yang sangat efektif untuk memenangkan pilpres. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gerindra dan PKB juga memiliki kader yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah pada berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Kepala daerah tentu punya power besar untuk mempengaruhi suara dalam pilpres, bila semua kepala daerah dari kedua kader partai aktif bergerak dalam pilpres di teritorialnya maka akan mendatangkan keuntungan suara yang besar bagi koalisi Gerindra-PKB.

"Kalangan nasionalis dan Nahdiyin sebagai basis suara kedua partai, bila digabungkan akan menjadi lumbung market suara yang sangat potensial, tentu dengan catatan kedua partai harus bisa menjaga basis suaranya agar pemilih Gerindra-PKB sesuai selera Capres-Cawapres yang di usung . Dari sisi sejarah pilpres, PKB itu Hoki selalu muncul sebagai pemenang pilpres, selama ini siapapun yang menjadi koalisi PKB dalam pilpres maka selalu menjadi pemenang," Tutupnya.(ant/chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lembaga Penjamin Simpanan: Tiga Badan Perkreditan Rakyat di DIY Dilikuidasi, Klaim Simpanan Nasabah Capai Rp58,51 Miliar

Lembaga Penjamin Simpanan: Tiga Badan Perkreditan Rakyat di DIY Dilikuidasi, Klaim Simpanan Nasabah Capai Rp58,51 Miliar

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat tiga Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Daerah Istimewa Yogyakarta telah dicabut izin usahanya hingga 30 September 2026.
LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Keberangkatan Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober

LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Keberangkatan Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober

LRT Jabodebek kembali memperpanjang uji coba perjalanan pada keberangkatan awal pukul 05.30 WIB dari Stasiun Dukuh Atas BSI hingga akhir Oktober 2026.
Pokok Persoalan Ari Bias Kembali Gugat Agnez Mo yang Kelima Kalinya, Lagi-lagi Hak Cipta Lagu Bilang Saja

Pokok Persoalan Ari Bias Kembali Gugat Agnez Mo yang Kelima Kalinya, Lagi-lagi Hak Cipta Lagu Bilang Saja

Sengketa hak cipta lagu "Bilang Saja" belum selesai. Komposer Ari Bias menggugat penyanyi Agnez Mo lagi atas dugaan pelanggaran hak ekonomi pencipta karya itu.
Lapangan Padel Milik Coach Justin Jadi Sasaran Pencurian Laptop hingga Mikrofon, Polisi: Perkara dalam Penyelidikan

Lapangan Padel Milik Coach Justin Jadi Sasaran Pencurian Laptop hingga Mikrofon, Polisi: Perkara dalam Penyelidikan

Lapangan padel milik Coach Justin di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjadi sasaran pencurian. Sejumlah barang yang hilang dibawa pencuri antara lain laptop merek Lenovo, beberapa ponsel, dua tablet dan mikrofon TWS.
Hasil Kualifikasi MotoGP Indonesia 2026: Raul Fernandez Kembali Kuasai Sirkuit Mandalika dengan Amankan Pole Position

Hasil Kualifikasi MotoGP Indonesia 2026: Raul Fernandez Kembali Kuasai Sirkuit Mandalika dengan Amankan Pole Position

Hasil Kualifikasi MotoGP Indonesia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, dimana pole position berhasil diraih oleh rider Trackhouse, Raul Fernandez.
Dosen Sekolah Tinggi Agama di Aceh Diduga Lecehkan Sejumlah Mahasiswi, Dosen Lainnya Harap Oknum Tidak Kembali ke Kampus

Dosen Sekolah Tinggi Agama di Aceh Diduga Lecehkan Sejumlah Mahasiswi, Dosen Lainnya Harap Oknum Tidak Kembali ke Kampus

Seorang dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, diduga melecehkan sejumlah mahasiswi. Apabila tidak ada penyelesaian yang tegas, dosen dan mahasiswa mempertimbangkan untuk menghentikan kegiatan belajar-mengajar sebagai bentuk protes.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Selengkapnya

Viral