News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelarian Aidit ke Yogyakarta, Bermaksud Membuat Pemerintahan Darurat PKI, Namun Jalan Hidupnya Berakhir di Sebuah Sumur Tua

Dini hari, 2 Oktober 1965 pukul 01.00, Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit bergegas. Usai G30S PKI gagal ia harus menyiapkan rencana untuk teruskan perlawanan.
Jumat, 16 September 2022 - 10:52 WIB
Ketua Central Committee PKI Dipa Nusantara Aidit
Sumber :
  • istimewa

Adalah Letnan Udara Aries, sosok yang diperintahkan Marsekal Omar Dhani melalui Komandan Wing Operasional 001 Pangkalan Angkatan Udara (PAU) Halim, Kolonel Wisnoe, untuk melakukan penerbangan VIP dengan sebuah pesawat Dakota T-443 membawa Aidit ke Yogyakarta. 

Kolonel Wisnoe memerintahkan Letnan Udara Aries, agar selama penerbangannya setiap 30 menit melapor ke PAU Halim. Waktu itu jarak Yogyakarta-Halim ditempuh dalam waktu 2 jam penerbangan dengan menggunakan pesawat berbaling-baling.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam penerbangan menuju ke Yogyakarta, Letnan Satu Aries, rupanya tidak berhasil melakukan hubungan radio dengan PAU Adi Sutjipto karena lampu landasan tidak menyala. Selama 30 menit pesawatnya hanya berputar-putar di sebelah timur laut pangkalan Adi Sutjipto. 

"Tatkala pesawat menggeser holding di sebelah timur pangkalan, tiba-tiba lampu landasan menyala. Ternyata sandi intelijennya, apabila pesawat pesawat holding di sebelah timur pangkalan, berarti pesawat kawan, dan Aries tidak mengetahuinya." tulis Ambarwulan dan Aminuddin Kasdi.

Foto: Dipa Nusantara Aidit (Istimewa)

Aries kemudian mendaratkan pesawatnya di run away 09 Lanud Adi Sutjipto. Mengetahui di tengah malam itu sebuah pesawat Dakota mendarat di PAU Adi Sucipto, beberapa perwira Angkatan Udara kemudian datang di terminal.

Mereka yang datang adalah Mayor Udara Sugiantoro, Komandan
Skadron Pendidikan Udara B, perwira intelijen Mayor Udara Soedardjo, perwira logistik Mayor Udara Soenarjo, Instruktur Penerbang AAU Mayor Udara Anwar, perwira hukum AAU Mayor Udara Sarwata, dan Gubernur AAU Komodor Udara Dono Indarto yang datang terakhir.

Para perwira itu pada umumnya telah mendengar pidato Pangkostrad Mayjen Soeharto melalui siaran RRI Pusat, 1 Oktober 1965, pada pukul 19.00 tentang kudeta militer yang dilakukan oleh G30S PKI.

Usai mendarat di PAU Adi Sutjipto, Letnan Udara Aris kembali bersiap menerbangkan lagi pesawatnya. Ketika Aidit turun dari pesawat, ia bertanya kepada Aris,

“Pesawat ini mau ke mana?” 
“Pesawat ini mau ke Jakarta” jawab Aris. 
"Apa tidak bisa mengunggu" Aidit bertanya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun Aris menjawab, bahwa ia harus segera membawa pesawat kembali ke Halim.

Gubernur AAU Komodor Udara Dono Indarto yang datang menemui Aidit kemudian bertanya tentang tujuannya ke Yogyakarta, Aidit menjawab bahwa ia diperintahkan Presiden Soekarno untuk melakukan persiapan, karena kemungkinan Bung Karno akan ke Yogyakarta.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hadapi Fragmentasi Geopolitik Global, AHY Minta Peran Aktif Perguruan Tinggi

Hadapi Fragmentasi Geopolitik Global, AHY Minta Peran Aktif Perguruan Tinggi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menkobid IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pengamat perubahan dunia tapi perlu berkontribusi dalam menentukan pilihan strategis Indonesia.
Akui Jadi Fans AC Milan, Hattrick ke Gawang Inter di Liga Champions Bikin Nicolo Tresoldi Makin Dekat Gabung Rossoneri?

Akui Jadi Fans AC Milan, Hattrick ke Gawang Inter di Liga Champions Bikin Nicolo Tresoldi Makin Dekat Gabung Rossoneri?

Nicolo Tresoldi jadi sorotan setelah mencetak hattrick ke gawang Inter Milan di Liga Champions. Penampilan itu ikut memantik harapan AC Milan untuk merekrutnya.
Kabut Asap Karhutla Papua Ganggu Penerbangan, Mengapa Kini Jadi Ancaman Keamanan Nasional?

Kabut Asap Karhutla Papua Ganggu Penerbangan, Mengapa Kini Jadi Ancaman Keamanan Nasional?

Karhutla di Papua menurunkan jarak pandang penerbangan di Timika hingga 300 meter. Dampaknya mengancam distribusi logistik, layanan kesehatan, dan keamanan nasional.
KPK Soal Peluang Periksa Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Tergantung Kebutuhan Penyidikan

KPK Soal Peluang Periksa Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Tergantung Kebutuhan Penyidikan

KPK menyatakan bahwa rencana pemanggilan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto sebagai saksi perkara dugaan korupsi, akan sepenuhnya berpatokan pada urgensi dan kebutuhan tim penyidik.
Kajian BRIN dan DEN: Pemanfaatan Energi Nuklir Tuntut Kesiapan Tata Kelola dan Ekosistem Nasional

Kajian BRIN dan DEN: Pemanfaatan Energi Nuklir Tuntut Kesiapan Tata Kelola dan Ekosistem Nasional

Wacana pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kini semakin mencuat sebagai salah satu alternatif strategis dalam peta jalan energi Indonesia. 
Menko AHY Dorong Peran Indonesia Jadi Pengaruh Tatanan Global

Menko AHY Dorong Peran Indonesia Jadi Pengaruh Tatanan Global

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong Indonesia memperkuat posisinya sebagai influential middle power.

Trending

Zhong Hui Melesat di Top Skor KOVO Cup 2026, Jadi Satu-satunya Pemain Kuota Asia di Papan Atas

Zhong Hui Melesat di Top Skor KOVO Cup 2026, Jadi Satu-satunya Pemain Kuota Asia di Papan Atas

Pemain asing Red Sparks, Zhong Hui melesat ke papan atas top skor KOVO Cup 2026. Hasil apik ini ia raih usai mengantarkan klubnya meraih kemenangan perdana.
Cara Nonton Aksi Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026, Hyundai Hillstate Lawan Expressway Hi-Pass Hari Ini

Cara Nonton Aksi Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026, Hyundai Hillstate Lawan Expressway Hi-Pass Hari Ini

Berikut cara nonton live streaming KOVO Cup 2026, Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan memulai perjuangannya bersama Hyundai Hillstate saat melawan Expressway Hi-Pass di laga perdana.
Kepala Operasi Damai Cartenz Pastikan Penegakan Hukum Terhadap KKB Sesuai SOP

Kepala Operasi Damai Cartenz Pastikan Penegakan Hukum Terhadap KKB Sesuai SOP

Kaops Damai Cartenz Imemastikan penegakan hukum yang dilakukan terhadap anggota Kelompok Kriminal bersenjata di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sudah sesuai standar operasional presedur
Cetak 73 Poin dalam Dua Laga, Rival Baru Megawati Hangestri Mendapat Julukan Ini dari Media Korea

Cetak 73 Poin dalam Dua Laga, Rival Baru Megawati Hangestri Mendapat Julukan Ini dari Media Korea

Rival baru Megawati Hangestri, Yency Kindelan, tampil menggila di KOVO Cup 2026 dengan mencetak 73 poin dalam dua pertandingan. Performa impresif jadi sorotan.
Bukan Cuma Bareskrim, Kapolri Juga Geser Deretan Kapolresta dan Kirim Jenderal ke BIN, Ini Daftar Lengkapnya

Bukan Cuma Bareskrim, Kapolri Juga Geser Deretan Kapolresta dan Kirim Jenderal ke BIN, Ini Daftar Lengkapnya

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali merombak jajaran kepemimpinannya dengan menggulirkan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi (pati) Polri dan perwira menengah (pamen).
Jadwal KOVO Cup 2026, Rabu 14 Oktober: Megawati Hangestri Turun Gunung, Ada Hyundai Hillstate Vs Expressway Hi-Pass

Jadwal KOVO Cup 2026, Rabu 14 Oktober: Megawati Hangestri Turun Gunung, Ada Hyundai Hillstate Vs Expressway Hi-Pass

Jadwal KOVO Cup 2026 hari ini Rabu (14/10/2026), Megawati Hangestri dan skuad Hyundai Hillstate akhirnya akan unjuk gigi di laga perdana mereka di turnamen pramusim ini.
Baru Beberapa Kali Latihan di Hillstate, Megawati Hangestri Langsung Bikin Setter Timnas Korea Terpukau

Baru Beberapa Kali Latihan di Hillstate, Megawati Hangestri Langsung Bikin Setter Timnas Korea Terpukau

Megawati Hangestri langsung mendapatkan pujian dari setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, meski baru menjalani latihan bersama selama beberapa hari. 
Selengkapnya

Viral