News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Power Kubu Ferdy Sambo Makin Bertambah, Febri Diansyah Bisa Bantu Sambo dan Putri Lolos dari Hukuman?

Power Kubu Ferdy Sambo Makin Bertambah, Febri Diansyah Bisa Bantu Sambo dan Putri Lolos dari Hukuman? Sebelumnya nama eks jubir KPK itu disebut bergabung seusai
Kamis, 29 September 2022 - 14:58 WIB
Kuasa hukum Ferdy Sambo, Febri Diansyah dan Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

Jakarta - Nama eks juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah tengah menjadi perbincangan panas setelah keputusannya bergabung dengan tim kuasa hukum Ferdy Sambo, Kamis (29/9/2022).

Sadar namanya tengah diperbincangkan, mantan jubir KPK Febri Diansyah pun membenarkan bahwa dia sudah bergabung dengan tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut eks jubir KPK, Febri Diansyah, dia sudah berkomunikasi dengan tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi itu sejak satu minggu lalu, sebelum dia mengumumkan bahwa dia menerima tawaran tersebut.


Mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah, kini bergabung menjadi tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (istimewa)

"Saya memang diminta bergabung di tim kuasa hukum (Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi) untuk perkara kasus pembunuhan Brigadir J, sejak beberapa minggu lalu," kata Febri Diansyah setelah dikonfirmasi, Rabu (28/9/2022).

Saat diminta bergabung, kata Febri Diansyah, dia menekankan bahwa akan berlaku secara objektif. Sebab, katanya, menjadi advokat salah satu kewajibannya adalah mendampingi.

"Setelah saya pelajari perkaranya dan bertemu dengan Bu Putri (Putri Candrawathi), saya akan dampingi secara objektif dan faktual," katanya.


Sosok Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (ist)

Untuk diketahui, Febri Diansyah akan bergabung dengan Arman Haris, Sarmauli Simangunsong, dan sesama eks KPK, Rasamala Aritonang sebagai tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.


Sosok eks pegawai KPK, Rasamala Aritonang. (tvonenews.com)

Ya, selain Febri Diansyah yang mantan pegawai KPK, Rasamala Aritonang pun diketahui bekas anggota antirasuah tersebut, dan kini bersama Febri sebagai tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Konsultasi ke Lima Ahli Hukum

Eks Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini tergabung dalam tim Penasihat Hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Febri Diansyah mengatakan sudah berkonsultasi dengan lima orang ahli hukum dalam membuat kasus pembunuhan Brigadir J menjadi objektif.

“Kami juga melakukan diskusi dengan para ahli hukum. Ada 5 ahli hukum yang sudah kami datangi,” ujar Febri Diansyah dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (28/9/2022).

Adapun Febri Diansyah mengatakan dari lima ahli pidana yang didatangi tiga diantaranya adalah profesor.


Kuasa hukum Ferdy Sambo, Febri Diansyah. (ist)

“Diantaranya tiga profesor di bidang hukum dan dua doktor ilmu hukum,” kata Febri.

Para ahli pidana itu dikatakan oleh Febri berasal dari empat universitas yang ada di Indonesia.

“Lima ahli hukum ini sebagian besar adalah ahli hukum pidana yang tentu saja memahami pidana, dari 4 perguruan tinggi di beberapa daerah,” kata Febri.

Febri berharap apa yang telah ia dan timnya lakukan dapat menjadi kontribusi dalam menjaga proses hukum menjadi lebih objektif.

“Semoga itu bisa berkontribusi untuk menjaga proses hukum ini agar lebih objektif kedepan dan kami tentu tetap berharap masyarakat berkenan menerima meskipun sedikit penjelasan yang kami sampaikan nantinya," kata Febri Diansyah.

Diketahui, tim penasihat hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi diperkuat dengan dua orang mantan pegawai KPK yakni Rasmala Aritonang dan Febri Diansyah. 

Dengan bergabungnya kedua mantan pegawai KPK itu, maka tim penasihat hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terdiri dari empat orang yakni Arman Hanis, Sarmauli Simangunsong, Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang.

Ingin Berkontribusi

Mantan Jubir KPK Febri Diansyah menyadari banyak pihak kecewa karena dia memutuskan untuk membela istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Saya menyadari banyak yang kecewa. Namun, tanpa bermasud apa pun, saya ingin analisis dilakukan dengan basis fakta," ujar Febri Diansyah di Hotel Erian, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022).

Alasannya masuk dalam tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi adalah untuk berkontribusi dalam proses hukum. Menurut Febri, hukum harus objektif dalam pengusutan sebuah perkara.

"Semoga itu bisa berkontribusi untuk menjaga proses hukum ini agar lebih objektif ke depan," jelasnya.

Putri Candrawathi saat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Brigadir J, Selasa (30/8/2022)

Febri meminta masyarakat juga bisa menerima penjelasan dari kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Kami tentu tetap berharap masyarakat berkenan menerima, meskipun sedikit," imbuhnya.

Akui Kasus Sulit

Febri Diansyah mengakui kasus Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sulit untuk mengungkap perkembangannya.

Dia juga menyadari banyak pihak yang kecewa terkait perkara yang terjadi di rumah dinas eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Saya menyadari, kami semua menyadari, menjelaskan informasi terkait dengan perkara ini adalah sesuatu yang sangat tidak mudah," ujar Febri.

Menurut dia, kesulitan dalam menangani perkara tersebut ialah soal sakit hati semua pihak yang merasa dibohongi.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J

"Kami menyadari ada banyak yang pernah kecewa atau mungkin merasa dibohongi dengan adanya skenario (baku tembak)," jelasnya.

Kendati demikian, Febri mengatakan akan mendampingi hukum kasus tersebut agar terungkapnya fakta-fakta dipersidangan.

Menurutnya, hal tersebut menjadi niat awal dirinya menerima pekerjaan sebagai kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Dalam konteks niat, kami sampaikan dan harapkan adalah ada fakta-fakta yang diungkap secara pertimbangan dan analisis yang didasarkan kejadian yang objektif," imbuhnya

Sudah Bertemu Ferdy Sambo

Menurut Febri, pihaknya telah bertemu langsung dengan Ferdy Sambo di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Dalam pertemuan itu, Ferdy Sambo disebut mengakui semua perbuatannya sehingga Febri Diansyah menyetujui menjadi tim penasihat hukumnya.

"Kami bersedia memberikan pendampingan hukum secara objektif. Kami menuanggupinya dan dia (Ferdy Sambo) memegaskan bahwa dia mengakuo sejumlah perbuatan yang dilakukan kepada Brigadir J," tambah dia.

Febri menjelaskan Ferdy Sambo bahkan mengatakan bakal mempertanggungjawabkan semua perbuatannya dalam proses hukum yang objektif.

Eks Jubir KPK Febri Diansyah yang kini menjadi kuasa hukum Putri Candrawathi

Menurut dia, Ferdy Sambo menyesali perbuatannya karena tersulut emosi sehingga perbuatannya menewaskan Brigadir J.

"Seperti yang disampaikan Bang Arman tadi, ada satu bagian yang disampaikan langsung pada saat itu bahwa Ferdy sambo dalam kondisi sangat emosional," jelasnya.

Oleh karena itu, Febri mengaku siap mendampingi proses hukum tersebut dengan cara masuk sebagai tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Dia menegaskan sejak awal diminta menjadi tim penasihat hukum, dirinya hanya ingin mencari dan menegakkan fakta-fakta yang terjadi dalam perkara tersebut.

"Saya sejak awal bilang bisa memberi pendampingan hukum jika fakta-fakta dikeluarkan agar proses hukum objektif," imbuhnya. 

Langkah-Langkah yang Sudah Diambil

Selain eks Jubir KPK Febri Diansyah, personel baru di tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi adalah Rasamala Aritonga.

Setelah menjadi tim penasihat hukum, Febri Diansyah dan Rasamala mengaku telah memperisapkan langkah-langkah jitu dalam mengurus perkara tersebut.

Menurut Febri, dirinya dan Rasamala serius dalam mendampingi secara objektif kasus dua kliennya tersebut.

"Pertama, kami mendatangi dan melakukan rekonstruksi di rumah Magelang, Jawa Tengah. Kami mendatangi rumah Magelang," ujar Febri.

Di sana, dia menganalisis bagaimana situasinya. Selanjutnya, Febri mengatakan pihaknya akan mempelajari seluruh berkas kasus tersebut.

"Kedua, kami mempelajari seluruh berkas yang tersedia dan menganalisis. Kami percaya objekticitas tidak bisa didapatkan jika belum berupaya mengumpulkan fakta-fakta. Jadi, kami melakukan pendalaman terhadap materi yang sudah ada," jelasnya.

Selain itu, Febri menerangkan dirinya telah berdiskusi tentang kasus tersebut dengan para ahli hukum.

Dia mengatakan terdapat lima ahli hukum, yang mana tiga ialah profesor di bidang hukum dan dua doktor ilmu hukum.

"5 ahli hukum ini sebagian besar ahli hukum pidana dari empat perguruan tinggi di beberapa daerah. Kami juga melakukan diskusi dengan 5 psikolog," imbuhnya.

Menurut dia, psikolog dibutuhkan karena relevansinya dengan kejiawaan seseorang.

"Maka kami melakukan diskusi dengan 5 psikolog baik guru besar psikologi ataupun ahli psikologi klinis atau psikologi forensik," tambahnya. (lpk/act/abs)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jangan Lupa Tonton dan Subscribe YouTube Tvonenews.com:

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada Flu Singapura, Sumatra Selatan Temukan 523 Kasus Suspek Umum Menyasar Anak-anak

Waspada Flu Singapura, Sumatra Selatan Temukan 523 Kasus Suspek Umum Menyasar Anak-anak

Belum lama ini Dinkes Sumatra Selatan mengumumkan adanya kasus suspek flu singapura. Berikut gejala yang perlu diwaspadai
Fantastis! Dokumen Putusan Nadiem Makarim Tebalnya Capai 1.146 Halaman

Fantastis! Dokumen Putusan Nadiem Makarim Tebalnya Capai 1.146 Halaman

Sidang pembacaan putusan perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dengan terdakwa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, diawali dengan fakta yang menarik perhatian
Kesaksian Jujur Bek Jepang usai Disingkirkan Brasil di Piala Dunia 2026, Perbedaan Besar Terasa di Babak Kedua

Kesaksian Jujur Bek Jepang usai Disingkirkan Brasil di Piala Dunia 2026, Perbedaan Besar Terasa di Babak Kedua

Perjalanan impresif Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 harus berakhir di babak 32 besar. Bek andalan Samurai Biru ungkap perbedaan mencolok antara kedua tim.
PT Malahayati Nusantara Raya Perkuat Sinergi dengan Satgas PASTI OJK, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

PT Malahayati Nusantara Raya Perkuat Sinergi dengan Satgas PASTI OJK, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

PT Malahayati Nusantara Raya melalui unit usahanya, Malahayati Consultant, menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia.
Betrand Peto Ungkap Momen Haru Ruben Onsu dan Adik-adik Bertemu di Bandara, Hanya Bisa Tatap-tatapan

Betrand Peto Ungkap Momen Haru Ruben Onsu dan Adik-adik Bertemu di Bandara, Hanya Bisa Tatap-tatapan

Betrand Peto ungkap momen haru saat Ruben Onsu dan adik-adiknya bertemu secara tak terduga di bandara jelang keberangkatan sang ayah ke Tanah Suci.
Perdagangan RI-Belarus Melonjak 30 Persen, Airlangga Bidik Kolaborasi Sektor Alat Berat dan Pertanian

Perdagangan RI-Belarus Melonjak 30 Persen, Airlangga Bidik Kolaborasi Sektor Alat Berat dan Pertanian

Airlangga Hartarto mengatakan, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret antara pelaku usaha kedua negara.

Trending

Viral di Threads Polisi Disebut Nonton Bola saat Terima Laporan Kekerasan, Ini Klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat

Viral di Threads Polisi Disebut Nonton Bola saat Terima Laporan Kekerasan, Ini Klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat

Ini klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat soal video yang viral di unggahan akun Threads @junist.hairdressing.
Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Jerman menelan pil pahit di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft tersingkir secara dramatis setelah kalah 3-4 dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar.
6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

Memasuki pekan pertama Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan akan merasakan pergerakan positif dalam sektor keuangan pada periode 1 - 7 Juli 2026. Siapa saja?
Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan keuangan shio 1 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka hoki! Siapa shio yang buka bulan baru dengan cuan paling kencang dan siapa yang perlu strategi dulu?
Piala Dunia 2026: Respons Carlo Ancelotti Usai Brasil Epic Comeback 2-1 Lawan Jepang dan Lolos 16 Besar, Tetap Respect ke Samurai Biru

Piala Dunia 2026: Respons Carlo Ancelotti Usai Brasil Epic Comeback 2-1 Lawan Jepang dan Lolos 16 Besar, Tetap Respect ke Samurai Biru

Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya usai memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 1 Juli 2026: Sagitarius Panen Peluang

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 1 Juli 2026: Sagitarius Panen Peluang

Memasuki Rabu, 1 Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memasuki fase yang lebih menjanjikan dalam urusan finansial. Siapa saja mereka yang bercuan deras?
Hasil 32 Besar Piala Dunia: Brasil Comeback Lawan Jepang, Jerman Disingkirkan Paraguay

Hasil 32 Besar Piala Dunia: Brasil Comeback Lawan Jepang, Jerman Disingkirkan Paraguay

Timnas Brasil mampu comeback dari Jepang di Piala Dunia 2026. Namun, Jerman justru gagal setelah ditumbangkan Paraguay di babak adu penalti
Selengkapnya

Viral