News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kami Takut Gempa Susulan, Ungkap Seorang Warga Cianjur

Kondisi pasca-gempa berkali-kali yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, membuat warga setempat takut adanya gempa susulan.  Oleh sebab itu, para warga yang mer
Rabu, 23 November 2022 - 05:01 WIB
Kolase Foto Korban Gempa dan Tenda Darurat di Cianjur, Jawa Barat
Sumber :
  • tim tvone/tvone

Cianjur - Kondisi pasca-gempa berkali-kali yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, membuat warga setempat takut adanya gempa susulan. 

Oleh sebab itu, para warga yang merupakan korban gempa Cianjur itu lebih memilih bermalam di luar rumah, tepatnya di lapangan Kodim 0608. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu di antara warga yang merupakan korban gempa Cianjur, Rohaeti menjelaskan, bahwa para warga lebih memilih tidur di lapangan ketimbang di rumah, karena takut dan khawatir terjadinya gempa susulan. 

Bahkan, dia sebutkan karena sering terjadinya gempa susulan, banyak rumah yang roboh.

"Kami takut ada gempa susulan, soalnya banyak rumah yang roboh karena gempa. Jadi, lebih baik kita mengungsi di sini, dan merasa lebih aman gitu," ungkap korban gempa Cianjur, Rohaeti ke tvone, Selasa (22/11/2022) malam. 

Di samping itu, ia juga ceritakan pada saat terjadinya gempa, Senin (21/11/2022) siang hari, bahwa dirinya begitu panik. Hal itu lantaran, ia akui, dirinya memiliki orang tua yang sudah berusia sepuh. 

"Ya kemarim sangat panik sekali, apalagi saya punya seorang ibu yang sudah berusia 76 tahun, jadi ya sangat mencekam sekali komdisinya kemarin. Apalagi saya punya anak berusia 5 tahun dan pada saat itu suami saya lagi bekerja dj luar," ungkapnya.

Kemudian, ia juga jelaskan, seluruh warga saat ini tinggal di tenda darurat karena takut terjadi gempa susulan bila saat berada di rumah. Meskipun, kondisi tenda tempat mengungsi itu dengan fasilitas seadanya. 

"Ya dengan fasiltas seadanya, dengan angin kencang dan anak-anak kedinginan. Tapi daripada di rumah kita takut rumah roboh," ujarnya.

Dari pantauan tvonenews.com, data dari BNPB sejauh ini ada 268 jiwa yang meninggal dunia akibat bencana gempa. Kemudian, 151 jiwa masih dalam pencarian serta 1.083 orang alami luka-luka dan masyarakat yang mengungsi sebanyak 58.362 orang. 

Selain itu, dari pantauan tvonenews.com juga tampak di Cianjur masih terjadi beberapa kali gempa susulan. Namun gempa susulan itu hanya getaran-getaran kecil.

Seorang Ayah sedang Mencari Anak dan Istrinya yang Menjadi Korban Gempa di Cianjur, Jawa Barat. 

- Mecari Keberadaan Anak dan Istri 

Sebelumnya diberitakan, cerita memilukan korban gempa di Cianjur, Jawa Barat, menyisahkan perhatian publik. Pasalnya, sampai saat ini para keluarga korban masih mencari anggota keluarganya yang hilang pasca-gempa yang mengguncang Cianjur, pada Senin (21/11/2022) siang. 

Satu di antara warga Cugenang yang juga merupakan keluarga korban gempa di Cianjur, Sandi mengatakan, dirinya sejak pagi hari, sudah mencari keberadaan anggota keluarganya. 

"Tadi pagi pencarian mulai dari jam 09.00 WIB sampai jam satu, lalu jam satu operatornya off, karena ada beberapa alasan ya. Mungkin karena kurangnya penerangan, dan alatnya juga mungkin," kata seorang ayah bernama Sandi yang anak dan istrinya hilang pasca-gempa, seperti yang dilansir di tvone, Selasa (22/11/2022). 

Sambungnya menceritakan, sampai saat ini dirinya masih mencari anggota keluarganya yang hilang, yakni anak dan istrinya. Ia juga katakan, sampai saat ini dirinya belum ada kabar tentang anak dan istrinya.     

"Sampai saat ini, belum ada kabar tentang anak dan istri saya. Anak saya masih berusia 4 tahun, masih sekolah tk," kata Sandi. 

Kembali dijelaskannya, hari ini merupakan hari kedua untuk melakukan pencarian. Kemudian, dikatakannya, bahwa untuk pendataan korban itu dilakukan secara mandiri, yang melibatkan anak-anak karang taruna.

"Jadi kalau menemukan korban, kita lakukan pendataan mandiri. Kalau posko terpadu itu ada, tetapi lokasinya kurang memadai, jadi kita warga tidak memanfaatkannya dan buat posko darurat," ujar Sandi. 

Oleh karena itu, ia katakan, anggota karang taruna saat ini mulai mendata warga-warga Cugenang yang berada di posko buatan mandiri. 

Tak hanya itu saja, ia juga katakan, sampai saat ini belum ada dari pihak pemerintahaan untuk mendata warga-warga yang terkena gempa di Cugenang ini. Bahkan, belum ada juga pendataan tentang warga yang kehilangan keluarganya. 

"Hanya saja, pihak Desa dari karang taruna, yang mendata soal warga yang hilang dan keluarga yang mencari keluarganya yang menghilang," ungkap Sandi.

Selain itu, ia juga menyebutkan kendala pendataan saat menemukan korban yang tewas dan korban yang meninggal. Sebab, hal itu membuat karang taruna desa lebih bekerja keras untuk mencari keluarga korban, apabila korban telah ditemukan.

"Sampai saat ini belum ada pendataan korban yang hilang, terus keluarga yang mencari anggota keluarganya yang hilang, korban yang ditemukan, itu sampai saat ini tidak ada," pungkasnya. 

"Harapaan kita masalah pendataan itu harap diperhatikan pemerintah, karena kami di sini fokus berharap keluarga kami selamat dan hidup," ujarnya. 

Sambungnya menjelaskan, untuk tempat tidur warga yang selamat dan luka-luka sampai saat ini masih tidur di tenda darurat yang didirikan oleh anggota karang taruna. 

"Kalau tenda darurat ada disiagakan, hanya saja jauh dari tempat kami. Nah, kalau kami ke tenda tempat darurat ke sana semua, kami jadi nggak tau informasi yang di sini," pungkasnya. 

Tenda Darurat untuk Korban Gempa di Cianjur, Jawa Barat.

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengatakan masih ada 151 orang dari korban gempa Cianjur yang dinyatakan hilang.

“Tadi saya sebutkan masih ada 151 yang hilang apakah itu hanya datanya segitu atau nanti bertambah nanti akan disampaikan kemudian,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan persnya, Selasa (22/11/2022).

Suharyanto menambahkan bahwa tanggap darurat akan berakhir ketika semua korban sudah diidentifikasi.

“Syukur-syukur semuanya sudah ditemukan. Apabila nanti memang tidak ditemukan tapi ternyata sudah meninggal dunia itu pun sudah teridentifikasi memang hilang dan tidak ditemukan lagi,” tambah Suharyanto.

Suharyanto memastikan semua pihaknya berusaha semaksimal mungkin dalam mencari korban yang masih hilang.

“Semua korban ini diharapkan bisa ditemukan baik dalam kondisi selamat maupun kondisi meninggal dunia,” katanya.

Suharyanto mengatakan posko darurat setiap hari akan memulai kegiatan pada pukul 07.00 WIB.

“Kita masih tanggap darurat sehingga fokus kegiatan melaksanakan pencarian dan evakuasi korban itu prioritas,” katanya.

Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur pada Senin siang (21/11/2022) sekitar pukul 13.21 WIB dan mengakibatkan 268 orang meninggal dunia. 

“Korban jiwa meninggal dunia sekarang ada 268, sudah 122 korban yang telah berhasil teridentifikasi,” ujar Suharyanto.

Sementara untuk korban luka Suharyanto mengatakan sudah mencapai 1.083 orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Luka-luka yang kami peroleh sampai sore ini sebanyak 1.083 orang, warga yang mengungsi ada 58.362 orang,” katanya.

“Kemudian kerugian materil. Kerugian materil rumah rusak berat dapat informasi sejumlah 6.570 unit kemudian rumah yang rusak sedang sejumlah 2.071 unit rumah yang rusak ringan ada 12.641 unit. Sisanya semuanya masih terus kita laksanakan pendataan,” kata Suharyanto. (tvone/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026: Mitchell Baker Menggila Bersama Timnas Indonesia, Tinggalkan Striker Naturalisasi Malaysia

Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026: Mitchell Baker Menggila Bersama Timnas Indonesia, Tinggalkan Striker Naturalisasi Malaysia

Mitchell Baker memimpin top skor FIFA ASEAN Cup 2026 dengan 5 gol setelah tampil menggila untuk Timnas Indonesia, unggul dari striker Malaysia.
Viral Dugaan KDRT di Depan Anak, Istri Ungkap Kronologi Kekerasan hingga Luka Diobati Sendiri

Viral Dugaan KDRT di Depan Anak, Istri Ungkap Kronologi Kekerasan hingga Luka Diobati Sendiri

Dugaan KDRT viral di media sosial setelah seorang istri mengungkap kronologi kekerasan yang disebut terjadi di depan anak pada Maret 2026. Kasus ini
5 Fakta Menarik dalam Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh yang Antarkan Skuad Garuda ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

5 Fakta Menarik dalam Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh yang Antarkan Skuad Garuda ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Keberhasilan Timnas Indonesia diwarnai berbagai momen unik dan menegangkan di atas lapangan hijau. Inilah deretan fakta menarik di balik pesta gol tersebut.
Reaksi Panas Fans Vietnam Usai Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Reaksi Panas Fans Vietnam Usai Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kemenangan telak Timnas Indonesia 9-2 atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 mengantarkan Skuad Garuda ke final sekaligus memancing beragam reaksi fans Vietnam.
Musim Hujan Mundur, BMKG Beri Peringatan: El Nino Diprediksi Bertahan Sampai Awal 2027

Musim Hujan Mundur, BMKG Beri Peringatan: El Nino Diprediksi Bertahan Sampai Awal 2027

Ancaman bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), diprediksi kian mengintai seiring berlangsungnya fenomena El Nino fase sangat kuat di tanah air. 
Cristiano Ronaldo Tinggalkan Kamp Portugal Jelang Lawan Denmark, Ada Apa?

Cristiano Ronaldo Tinggalkan Kamp Portugal Jelang Lawan Denmark, Ada Apa?

Cristiano Ronaldo mendadak meninggalkan kamp timnas Portugal jelang menghadapi Denmark di UEFA Nations League 2026-2027. Keputusan tersebut diambil tak lama.

Trending

Mengenal Dewi Yuali, Istri Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto yang Jadi Ketua Umum Bhayangkari

Mengenal Dewi Yuali, Istri Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto yang Jadi Ketua Umum Bhayangkari

Mengenal Dewi Yuali, istri Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto yang kini resmi mengemban peran sebagai Ketua Umum Bhayangkari.
Nasib Korban Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Kampus Negeri Karawang, Benarkah Cedera?

Nasib Korban Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Kampus Negeri Karawang, Benarkah Cedera?

Wakil Rektor UNSIKA, Mayasari mengatakan, korban dalam keadaan baik-baik saja dan tidak mengalami cedera setelah diduga mengalami pengeroyokan oleh 2 mahasiswa.
Bye Bye Malaysia, Timnas Indonesia Fix Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Lawan Thailand

Bye Bye Malaysia, Timnas Indonesia Fix Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Lawan Thailand

Timnas Indonesia sukses menghancurkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 dalam pertandingan hidup mati yang berlangsung penuh ketegangan dan lolos ke babak final.
Klasemen Medali Asian Games 2026, Kamis 1 Oktober Pagi: Tim Indonesia Melesat Usai Desak Made Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Kamis 1 Oktober Pagi: Tim Indonesia Melesat Usai Desak Made Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Kamis (1/10/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia langsung melesat usai cabang olahraga (cabor) panjat tebing menyumbangkan satu emas.
Reshuffle Kabinet, Listyo Sigit Prabowo Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan Dudung Abdurachman

Reshuffle Kabinet, Listyo Sigit Prabowo Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan Dudung Abdurachman

Reshuffle kabinet, Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi dirinya akan dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Resmi! Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Rizky Ridho Starter

Resmi! Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Rizky Ridho Starter

Timnas Indonesia resmi menurunkan formasi 3-4-3 saat menghadapi Bangladesh. Ivar Jenner dan Joey Pelupessy dipercaya di lini tengah menggantikan Thom Haye.
Klasemen Akhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara, Malaysia Gagal ke Final

Klasemen Akhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara, Malaysia Gagal ke Final

Timnas Indonesia finis sebagai juara Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh, unggul produktivitas gol dari Malaysia yang juga meraih 7 poin.
Selengkapnya

Viral