GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bharada E Bantah 5 Kesaksian Ferdy Sambo Ini, Bikin 'Sang Atasan' Sering Menunduk!

Sidang konfrontasi Bharada E baru saja berlangsung kemarin pada Rabu (08/12/2022). Pada kesempatan ini Ferdy Sambo memberikan beberapa keterangan yang membuat
Kamis, 8 Desember 2022 - 12:40 WIB
Bharada E saat menjalani persidangan
Sumber :
  • TvOne/Muhammad Bagas

Jakarta – Sidang kasus pembunuhan Brigadir J terhadap terdakwa Ferdy Sambo telah dilangsungkan pada Rabu, 7 Desember 2022.

Pada persidangan ini Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo duduk sebagai saksi terhadap terdakwa Kuat Maruf, Ricky Rizal, dan Richard Eliezer alias Bharada E.
Diketahui, Ferdy Sambo memberikan beberapa keterangan untuk mantan anak buahnya, Bharada E. Salah satu keterangan yang cukup menarik perhatian adalah Ferdy Sambo menanyakan kesiapan Bharada E.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada sidang konfrontasi terhadap terdakwa Richard Eliezer tersebut ada beberapa keterangan dari Ferdy Sambo yang akhirnya terbantahkan. Berikut ini beberapa keterangan Ferdy Sambo yang dibantah langsung oleh Richard Eliezer alias Bharada E.
Ferdy Sambo saat persidangan (tvOne/Julio Trisaputra)

Tidak bertanya kesiapan Bharada E

Dalam persidangan tersebut, Ferdy Sambo menyebut bahwa dirinya bertanya pada Richard Eliezer mengenai kesiapannya.

“Tidak ada kata-kata dari beliau yang menanyakan pada saya, ‘apakah kamu siap mem-backup saya ataupun menanyakan kepada saya ‘kamu siap nggak nembak kalau Yoshua melawan’ itu tidak ada,”sebut Bharada E.

Menurut pengakuan dari Bharada E, ketika merencanakan pembunuhan Ferdy Sambo langsung memerintahkan kepadanya untuk menembak Brigadir J. Ferdy Sambo juga disebut menceritakan pada Bharada E tentang skenario yang nantinya akan dijalankan dan dijelaskan pada publik.

Pemberian amunisi di lantai 3

Ferdy Sambo dalam keterangannya juga membantah mengenai pemberian amunisi di lantai 3 kepada Bharada E. Namun ketika bersaksi, Bharada E menyebut bahwa hal tersebut tidak benar.

Dalam penjelasannya, Bharada E mengatakan bahwa Ferdy Sambo memberikan amunisi sebanyak 1 kotak dan memintanya untuk menambah amunisi tersebut.

“Karena pada saat itu beliau memberikan kepada saya satu kotak amunisi dan menyuruh saya untuk menambahkan amunisinya,” sebut Bharada E

Pada kesempatannya untuk bersaksi ini Richard Eliezer juga menyayangkan CCTV di lantai 3 Rumah Saguling harus hilang.

“Seandainya CCTV lantai 3 tidak hilang atau tidak rusak mungkin bisa menunjukkan lebih jelas, Yang Mulia,” sebut Bharada E.

Konfirmasi pada Yosua

Bharada E juga menyebutkan bahwa keterangan Ferdy Sambo terkait konfirmasi terhadap Brigadir J atau Yosua Hutabarat adalah hal yang tidak benar. Menurutnya saat kejadian Yosua Hutabarat langsung masuk ke dalam rumah dan Ferdy Sambo mendorongnya serta menyuruhnya berlutut.

“Tidak ada konfirmasi kepada almarhum Yosua pada saat di Duren Tiga. Karena pada saat almarhum Yosua masuk beliau langsung menarik almarhum Yosua di leher, mendorong ke depan, serta menyuruhnya berlutut, Yang Mulia,” sebut Bharada E.

Suruhan untuk menembak

Menurut Bharada E saat kejadian Ferdy Sambo menyuruhnya untuk menembak Brigadir J, bukan menghajarnya.

“Saya membantah kata-kata beliau tentang menghajar karena tidak benarnya itu. Yang sebenarnya beliau mengatakan kepada saya dengan keras, dengan teriak juga, Yang Mulia. Dia mengatakan ‘Woy kau tembak, kau tembak cepat, kau tembak’,” sebut Bharada E.

Ferdy Sambo menembak

Ferdy Sambo bersaksi bahwa dirinya tidak menembak Yosua Hutabarat saat peristiwa pembunuhan tersebut. Namun Bharada E membantahnya dengan menyebut bahwa Ferdy Sambo juga melayangkan tembakan ke Brigadir J.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya melihat beliau menembak ke arah Yosua dan saya juga tidak menembak sebanyak 5 kali,” sebut Bharada E.

Ketika Bharada E menyampaikan beragam bantahan di atas, Ferdy Sambo tampak sesekali menunduk ke bawah. Dirinya bahkan terlihat mengangguk-anggukan kepala terhadap keterangan yang diberikan oleh Bharada E. (Lsn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Kirab budaya akan dimulai dari Kiara Artha Park dengan melintasi Jalan Jakarta, bawah Flyover Supratman, Jalan Supratman, Jalan Diponegoro, hingga Gedung Sate.
Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo menyebut aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tetap berjalan normal meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa aparat negara bekerja menggunakan anggaran yang berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, dalam menjalankan tugas harus menjunjung hukum, keadilan, dan kepentingan masyarakat.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Insiden seorang pria yang diduga dilempar dari lantai dua di Pasar Grogol, Jakarta Barat, pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB menggegerkan warga setempat.
Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Garuda Baru Bukan Hanya Membawa Trofi, tapi Membawa Suara Anak-Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral