GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sambil Nangis dan Bicaranya Pelan, Putri Candrawathi Ungkap Hal ini, Bharada E Geleng-geleng Kepala

Disinggung hakim soal pengakuan Richard Eliezer atau Bharada E sebelumnya yang menyebut bahwa dia sempat diajak bicara oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi...
Senin, 12 Desember 2022 - 19:47 WIB
Dua terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi dan Richard Eliezer atau Bharada E
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Persidangan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J memasuki babak baru, dan kali ini Putri Candrawathi hadir sebagai saksi untuk terdakwa Richard Eliezer (Bharada E), Ricky Rizal (Bripka RR), dan Kuat Maruf, Senin (12/12/2022).

Dalam keterangannya sebagai saksi di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan itu, Putri Candrawathi berkesempatan untuk menjelaskan terkait peristiwa yang terjadi di Magelang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesaksiannya, Putri Candrawathi di hadapan hakim mengatakan bahwa dia mengalami perlakuan buruk dari Brigadir J, yakni berupa pelecehan seksual yang dilakukan ajudannya itu di Magelang.

"Saat itu saya menghampiri suami saya (Ferdy Sambo) yang tengah santai duduk di ruang nonton, saya duduk di sebelah suami saya, lalu saya cerita tentang peristiwa yang terjadi di tanggal 7 Juli 2022," kata Putri Candrawathi.

Kemudian hakim bertanya padan Putri Candrawathi.

"Lalu apa yang terjadi?" tanya hakim ke Putri Candrawathi.

Adapun Putri Candrawathi menjawab pertanyaan tersebut.

"Suami saya marah yang mulia. Dia emosi, menarik nafas dalam-dalam tanpa berkata-kata lalu menangis, dan saya pun menangis," kata Putri Candrawathi.

Dalam kondisi yang sama-sama menangis, kata Putri Candrawathi, Ferdy Sambo langsung menyuruhnya untuk masuk ke kamar.

"Suami saya memanggil de Ricky (Bripka RR) lewat HT dan menyuruh saya masuk ke kamar. Di kamar, saya menenangkan diri saya," kata Putri Candrawathi.

Kemudian hakim mencecar Putri Candrawathi soal Ferdy Sambo memanggil Bripka RR.

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi. (tvOnenews.com/Julio Trisaputra)

Hakim bertanya tentang isi pembicaraan Ferdy Sambo dengan Bripka RR kepada Putri Candrawathi.

"Lalu apa isi pembicaraan suami Anda dengan Ricky?" tanya hakim.

Kemudian Putri Candrawathi menjawab tidak mengetahuinya.

"Saya tidak tahu yang mulia," kata dia.

Kemudian saat disinggung hakim soal pengakuan Richard Eliezer atau Bharada E sebelumnya yang menyebut bahwa dia sempat diajak bicara oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, istri mantan Kadiv Propam itu menjawab tidak tahu.

"Saya tidak tahu keberadaan Richard di lantai 3 yang mulia," kata Putri Candrawathi.

Jawaban itu pun seraya membuat Bharada E yang ikut mendengarkan kesaksian Putri Candrawathi geleng-geleng kepala, seolah tidak menyangka dengan jawaban istri Ferdy Sambo itu.

Kemudian hakim mencecar soal kapan tepatnya Richard Eliezer atau Bharada E mengantarkan senjata milik Yosua (Brigadir J).

"Kapan Richard mengantarkan senjata Yosua kepada saudara?" tanya hakim.

Adapun Putri Candrawathi pun mengelak dengan menjawab bahwa Bharada E tidak mengantarkan senjata kepadanya.

"Saudara Richard tidak mengantarkan senjata kepada saya," kata Putri Candrawathi.

Kemudian hakim menyinggung tentang keterangan sebelumnya bahwa Bharada E saat bersaksi memberikan keterangan bahwa dia diminta mengantarkan senjata milik Brigadir J ke Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Kemarin saudara Richard mengatakan, mengantarkan senjatanya Yosua, kemudian ditujukan ke sebuah kamar, yang isinya kamar itu untuk senjata," kata hakim.

Lalu Putri Candrawathi pun menjawab pertanyaan itu.

"Kalau lemari senjata ada. Saya tidak tahu soal Richard mengantarkan senjata Yosua," kata Putri Candrawathi.

Jawaban Putri Candrawathi itu pun kembali membuat Richard Eliezer atau Bharada E geleng-geleng kepala lagi seraya tersenyum sinis.

Peran Brigadir J di Keluarga Ferdy Sambo

Terdakwa Putri Candrawathi yang hadir sebagai saksi pada sidang kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J memberikan kesaksian untuk tiga terdakwa, yakni Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Maruf, Senin (12/12/2022).

Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan itu, Putri Candrawathi diminta menjelaskan hubungannya dengan Brigadir J.

"Sejak kapan saudara kenal dengan Yosua?" kata Hakim.

Adapun pertanyaan Hakim itu langsung dijawab Putri Candrawathi.


Sosok Putri Candrawathi dan Brigadir J. (kolase tvOnenews.com)

"Saya kenal dengan Yosua Desember 2019, dia (Brigadir J) ditunjuk suami saya sebagai drivernya," kata Putri Candrawathi.

Kemudian Putri Candrawathi diberi pertanyaan lagi oleh hakim, kali ini menyangkut tentang kapan tepatnya Brigadir J bertugas menjadi drivernya.

"Sejak Oktober 2021 Yosua (Brigadir J) ditunjuk suami untuk menjadi driver saya, itu karena dia turut membantu pekerjaan saya di Bhayangkari," kata Putri Candrawathi.

Menurut Putri Candrawathi, Brigadir J turut membantu pekerjaannya saat dia masih aktif di Bhayangkari.

"Yosua turut membantu saya yang bertugas sebagai bendahara Bhayangkari, biasanya Yosua berhubungan dengan anggota bhayangkari lainnya, khususnya untuk keperluan tugas di saya di Bhayangkari, seperti menerima laporan," kata Putri Candrawathi.

Selain itu, kata Putri Candrawathi, Brigadir J pun turut membantunya dalam kegiatan operasional rumah tangganya.

"Saat itu Yosua juga membantu, ikut mengurus keperluan rumah tangga saya," kata Putri Candrawathi.

Kemudian, Putri Candrawathi ditanya hakim tentang pengeluaran uang operasional rumah tangga yang disebut istri Ferdy Sambo itu dipercayakan kepada Brigadir J dan Bripka RR.

"Saya berikan M-Banking kepada Yosua (Brigadir J), dengan tujuan untuk operasional rumah tangga seperti misalnya membayar listrik, dll," kata Putri Candrawathi.

Meski begitu, Putri Candrawathi menyangkal kesaksian para ajudan Ferdy Sambo yang menyebut bahwa Brigadir J ditunjuk sebagai Kepala Rumah Tangga atau Karungga di keluarga sang mantan Kadiv Propam itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tak pernah menunjuk Yosua (Brigadir J) menjadi kepala rumah tangga. Mungkin mereka (para ajudan) menganggap begitu karena Yosua memegang dana operasional rumah tangga, namun saya sendiri tidak pernah menunjuknya dan sama sekali tidak tahu tentang istilah itu," kata Putri Candrawathi. (abs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Model atau MUA Ansy Jan De Vries menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, pada Kamis (21/5) terkait kebohongan soal dirinya menjadi korban begal hingga mengalami luka bacok di kepala.
Era Digital Buat Pergeseran Cara Belajar Agama Kaum Muda, Ini Kata Akademisi

Era Digital Buat Pergeseran Cara Belajar Agama Kaum Muda, Ini Kata Akademisi

Maraknya hijrah digital dan influencer agama di era digital turut menyita perhatian akademisi.
Terima Kasih Damac FC, Al Nassr Bisa Angkat Trofi Liga Pro Saudi 2025/2026 jika 1 Syarat Ini Berhasil Terpenuhi

Terima Kasih Damac FC, Al Nassr Bisa Angkat Trofi Liga Pro Saudi 2025/2026 jika 1 Syarat Ini Berhasil Terpenuhi

Kemenangan atas Damac FC akan jadi penutup sempurna bagi pembuktian ambisi besarnya di Arab Saudi. Mampukan Al Nassr menutup laga terakhir dengan hasil manis?
Polda Metro Jaya Tangkap Empat Begal Bersenpi, Beraksi di Jakarta-Bekasi dan Pernah Tembak Korban

Polda Metro Jaya Tangkap Empat Begal Bersenpi, Beraksi di Jakarta-Bekasi dan Pernah Tembak Korban

Tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku begal yang beraksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, dan videonya sempat viral di media sosial pada beberapa waktu lalu.
Dukung Presiden Prabowo, PP ISMAHI Tekankan Pentingnya Persatuan Nasional

Dukung Presiden Prabowo, PP ISMAHI Tekankan Pentingnya Persatuan Nasional

Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (PP ISMAHI) menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam memperkuat persatuan nasional dan menjaga stabilitas negara di tengah tekanan ekonomi global.
Trending Topic: Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan, hingga Kabar Baik untuk Warga Jabar dari KDM

Trending Topic: Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan, hingga Kabar Baik untuk Warga Jabar dari KDM

Berikut tiga rangkuman berita terpopuler paling banyak dibaca di tvOnenews.com, mulai dari keputusan Dedi Mulyadi hingga penghargaan didapat Sherly Tjoanda.

Trending

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Dedi Mulyadi tak goyah hadapi protes PKL Cicadas yang tolak kompensasi Rp10 juta dan tuntut miliaran usai pembongkaran trotoar Jalan Ahmad Yani Bandung.
Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mencari sosok Aman Yani yang hilang sejak 2016 saat menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi atau KDM merencanakan perubahan nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan konsep tertentu. Salah satu daerah fokusnya Karawang
Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membagikan momen manis karena mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.
Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Bos Sassuolo berbicara tentang situasi Jay Idzes menjelang bursa transfer musim panas. Sang kapten Timnas Indonesia bisa pindah setelah musim ini berakhir.
Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak muda tiba-tiba menghampiri Dedi Mulyadi saat proses penertiban kios-kios di kawasan Pasar Cicadas, tak disangka pemuda itu ajak KDM tinjau kios pil haram.
Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda sempat disorot adanya tudingan aktivitas pertambangan ilegal yang melibatkan perusahaan nikel, PT Karya Wijaya.
Selengkapnya

Viral