News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ferdy Sambo dengan Suara Bergetar Minta Bharada E Jangan Libatkan Putri Candrawathi, Ricky dan Kuat

Sidang kembali digelar dengan terdakwa Ferdy Sambo. Adapun Ferdy Sambo dengan suara bergetar minta Bharada E jangan libatkan Putri Candrawathi, Ricky dan Kuat
Rabu, 14 Desember 2022 - 06:02 WIB
Kolase foto Bharada E dan Ferdy Sambo di ruang sidang PN Jakarta Selatan.
Sumber :
  • Sumber : Tim tvOne

Jakarta, tvOnenews - Lanjutan sidang pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir digelar dengan terdakwa Ferdy Sambo. Adapun Ferdy Sambo dengan suara bergetar minta Bharada E jangan libatkan Putri Candrawathi, Ricky dan Kuat, Rabu (14/12/2022).

Terdakwa Ferdy Sambo berhadapan dengan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa 13 Desember 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seraya berhadapan dengan eksekutor pembunuhan Yosua yang disebutkan atas perintahnya penembakan terjadi dan di hadapan hakim Ferdy Sambo dengan suara bergetar minta Bharada E jangan libatkan Putri Candrawathi, Ricky dan Kuat.

Ferdy Sambo sebagai terdakwa Pembunuhan berencana terhadap ajudannya sendiri yaitu Brigadir Yosua, ia mengaku akan bertanggung jawab. Hal itu ditegaskan oleh Mantan Kadiv Propam Polri ini saat menanggapi kesaksian Bharada E.

tvonenews

Ferdy Sambo pada awalnya menyebut Bharada E telah berbohong dalam keterangan yang disampaikan, terutama pada tanggal 5 agustus 2022. Dia juga mengaku telah dijemput oleh bintang dua Mabes Poli, kemudian di patsuskan.

"Saya dibawa ke Mabes Polri, kemudian saya di Patsus. Saya tidak pernah tahu keterangan-keterangan tanggal 6 dan 9," ucap Sambo.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa dirinya diancama dengan Putri Candrawathi akan menjadi tersangka.

"Tanggal 8, setelah istri saya diancam akan ditersangkakan. Saya sampaikan tapi nyatanya istri saya juga ditersangkakan dan juga diterdakwakan," kata Sambo di Ruang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo. (Muhammad Bagas/tim tvOne)

Mantan Jenderal Bintang Dua Polri ini tak masalah dengan kesaksian ajudannya itu, Bharada E yang menganggap soal perintah 'Hajar Chad' diterjemahkan sebagai perintah darinya untuk menembak atau menghabisi nyawa Brigadir J.

Yang cukup menjadi perdebatan soal perintah itu, dari pembelaan sisi Pengacara Ferdy Sambo, Pengacara Bharada E dan Majelis Hakim.

"Kalau lah saksi menyampaikan bahwa saya minta menghajar kemudian saksi menerjemahkan perintah penembakan dari saya, saya akan bertanggung jawab. Tapi kita berdua yang bertanggung jawab. Kuat, Ricky, istri saya jangan kau libatkan," ujar Ferdy Sambo dengan suara yang bergetar.

"Saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang saya lakukan, tapi tidak bertangung jawab terhadap apa yang tidak saya lakukan," sambungnya.

Sebagai informasi, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf didakwa turut secara bersama-sama terlibat dengan perkara pembunuhan berencana bersama-sama untuk merencanakan penembakan terhadap Brigadir Yosua pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga no.46, Jakarta Selatan.

Atas perbuatannya, kelima terdakwa didakwa sebagaimana terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP yang menjerat dengan hukuman maksimal mencapai hukuman mati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak sampai disitu, Ferdy Sambo juga didakwa kumulatif atas perkara dugaan obstruction of justice atau perintangan penyidikan bersama para anggotanya di Div Propam Polri, Hendra Kurniawan, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan lainnya. Mereka terlibat untuk menghilangkan jejak pembunuhan berencana dengan peran dan dakwaan yang berbeda-beda. (ind)
 

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Mau Anggap Remeh, Pedro Acosta Tetap Yakin Marc Marquez Masih Jadi Unggulan di Perebutan Gelar Juara MotoGP 2026

Tak Mau Anggap Remeh, Pedro Acosta Tetap Yakin Marc Marquez Masih Jadi Unggulan di Perebutan Gelar Juara MotoGP 2026

Pedro Acosta menilai Marc Marquez tetap menjadi kandidat terkuat dalam perebutan gelar juara dunia pada ajang MotoGP 2026 mendatang.
178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

Sebanyak 178.897 tiket kereta api jarak jauh tercatat telah terjual selama periode menjelang Idul Fitri atau mudik Lebaran 2026 keberangkatan dari Jakarta.
Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Jepang akan menjajal kekuatan Timnas Futsal Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026). 
Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Buntuk kasus anak bunuh diri di NTT, KemenPPPA diminta segera menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T.
Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT