News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Ditakuti Ajudannya, Ronny Talapessy dan Kriminolog Katakan Hal yang Sama

sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J pada hari ini adalah keterangan dari ahli kriminologi yang mengatakan bahwa adanya perencanaan dalam kasus ini.
Selasa, 20 Desember 2022 - 05:30 WIB
Bharada E bersama Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/tim tvOne - Muhammad Bagas

Jakarta, tvOnenews.com - Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J kembali digelar. Hari ini Senin (19/12/2022) Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan 5 orang saksi ahli.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) ini bersama kelima terdakwa, yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E alias Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu yang menarik perhatian publik dari sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J pada hari ini adalah keterangan dari ahli kriminologi yang mengatakan bahwa adanya perencanaan dalam kasus ini.

Selain adanya perencanaan, ahli kriminologi juga menjelaskan peran dari masing-masing terdakwa dalam kasus pembunuhan tersebut.

kriminolog-minta-ahli-pahami-dirinya">

Pada beberapa waktu lalu, kuasa hukum Bharada E atau Richard Eliezer, Ronny Talapessy sempat mengatakan mengenai kuasa juga jabatan antara Bharada E dan Ferdy Sambo.

Apa yang disampaikan oleh Kriminolog memiliki kococokan dengan hal yang pernah disampaikan oleh Ronny Talapessy beberapa waktu lalu.

Seperti apa penjelasannya, simak informasi selengkapnya mengenai keterangan dari ahli kriminologi yang telah dihadirkan pada sidang hari ini, Senin (19/12/2022).

Adanya Perencanaan Pembunuhan Brigadir J

Saksi ahli kriminologi, Muhammad Mustofa, menilai terdapat perencanaan pembunuhan Brigadir J alias Yosua Hutabarat yang dilakukan eks Kadiv Propam Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Jaksa penuntut umum (JPU) menggali keterangan ahli pada persidangan perkara pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).


Terdakwa Ferdy Sambo dan Kuasa Hukumnya. (Tim tvOne)

Adapun para terdakwa dihadirkan secara langsung di PN Jaksel antara lain Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E alias Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

"Menurut saksi ahli kriminolog, bisa saudara ahli jelaskan apakah perlakuan dari para terdakwa itu merupakan perencanaan atau gimana?," tanya jaksa di PN Jaksel, Senin (19/12/2022).

Mustofa mengaku dari kronologi yang diterima dari penyidik terkait perkara tersebut ada perencanaan pembunuhan Brigadir J.

"Berdasarkan ilustrasi tadi dan juga berdasarkan kronologi yang diberikan oleh penyidik, saya melihat di sana terjadi perencanaan," jelas Mustofa.

Menurutnya, Bharada E alias Richard Eliezer menjadi juru tembak karena pangkatnya paling rendah menjadi ajudan Ferdy Sambo.

Dia mengatakan Bharada E tidak bisa menolak perintah Ferdy Sambo meski Ricky Rizal juga diperintah menembak Brigadir J.

"Kemudian, mengapa Richard Eliezer bersedia melakukan? Karena dalam institusi hubungan kerja itu dia paling bawah, bhayangkara dua (Bharada), pangkat paling rendah. Sementara, yang memerintahkan amat sangat tinggi," jelasnya.

Selain itu, Mustofa menerangkan situasi Bharada E juga bisa sangat tersudut karena paling junior. Menurutnya, Bharada E juga takut kehilangan pekerjaan karena baru menjadi anggota Polri.

"Barangkali di antara ajudan maupun pembantu rumah tangga di sana, dia paling junior. Jadi, kemungkinan melakukan penolakan menjadi lebih kecil. Apalagi dia masih baru menjadi anggota polisi sehingga bisa takut kehilangan pekerjaan," imbuhnya.

Peran Masing-Masing Terdakwa dalam Perencanaan


Terdakwa Putri Candrawathi. (Tim tvOne)

Ahli Kriminologi, Muhammad Mustofa, membongkar kronologi dari peran para terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J alias Yosua Hutabarat.

Menurut dia, para terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf memiliki peran masing-masing.

"Di dalam perencanaan, pasti ada aktor intelektual yang paling berperan saat mengatur. Kemudian, dia akan melakukan pembagian kerja," ujar Mustofa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (19/12/2022).

Mustofa menjelaskan pembuat rencana melakukan pembagian kerja dengan sebuah skenario. Dia mengatakan pembunuhan Brigadir J terlihat jelas sebuah perencanaan.

"Jadi, ada yang membuat skenario apa yang harus dilakukan siapa mulai dari eksekusi sampai tindak lanjut setelah itu agar peristiwa tidak terlihat agar teridentifikasi sebagai suatu pembunuhan berencana," jelasnya.

Selain itu, Mustofa menerangkan Putri Candrawathi juga memiliki peran penting dalam pembunuhan berencana Brigadir J.

Dia menyebutkan Putri Candrawathi ialah istri Kadiv Propam yang disegani para bawahannya.

"Barangkali kalau istri dari terdakwa dalam taraf kurang lebih sama. Sebab, (PC) seorang majikan sementara yang lain diikutsertakan," kata dia.

Mustofa mengaku melihat Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf hanya mengikuti perintah pembunuhan berencana tersebut.

"Mereka bawahan. Sehingga, kemungkinan untuk menolak menjadi lebih kecil. Apalagi barangkali kerja lama hubungan emosional lebih terbangun. Mereka hanya diikutsertakan," ungkapnya.

Richard Eliezer Bukan Polisi Biasa

Pengacara Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ronny Talapessy sempat mengungkapkan bahwa kliennya bukanlah seorang polisi biasa. 

Richard merupakan seorang anggota Brimob yang baru saja bergabung dan ditugaskan menjadi salah satu dari anak buah Ferdy Sambo.

“Klien saya baru bergabung, dia bukan polisi biasa. Dia adalah Brimob,” ungkap Ronny Talapessy dalam program acara Catatan Demokrasi, tvOne, pada Selasa (18/10/2022).

Saat itu Ronny menjelaskan sebagai seorang anggota Brimob, Bharada E selalu dilatih untuk selalu siap sedia dalam menjalankan perintah dari atasan.

Hal ini yang menjadi faktor alasan mengapa kliennya tersebut tidak dapat menolak perintah Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir J.

Selain Bharada E juga terbiasa untuk selalu siap menuruti semua perintah atasan, relasi kuasa juga membuat Bharada E tidak dapat menolak perintah Ferdy Sambo.

“Punya kebiasaan yang selalu siap, tidak ada kata tidak siap. Karena dilatih seperti itu,” ujar Ronny.

Hal ini sejalan dengan keterangan dari Kriminolog dalam sidang pada Senin (19/12/2022). Bahwa sebagai bawahan, kecil kemungkinan melakukan penolakan terhadap yang berkuasa.

Diketahui, Ferdy Sambo merupakan seorang perwira tinggi bintang 2 yang kedudukannya sangat jauh dengan Bharada E.

“Inilah bentuk relasi kuasa yang sangat kuat. Tingkat Bharada E itu paling bawah ya, kalau ke Brigadir itu aja lima tingkat. Sementara Bharada (Bhayangkara Dua) paling bawah,” jelasnya. 

“Jadi nanti kita juga akan tunjukkan ke publik, betapa jauhnya Bharada (Bhayangkara Dua) sampai ke Jenderal bintang dua. Jadi biar publik melihat ada relasi kuasa yang sangat kuat di sini,” lanjutnya.

Hubungan relasi kuasa antara Ferdy Sambo sebagai Inspektur Jenderal Polisi atau Irjen dengan Richard Eliezer sebagai Bhayangkara Dua atau Bharada memiliki jenjang yang sangat jauh. 

Ronny Talapessy mengatakan relasi kuasa juga membuat Bharada E tidak dapat menolak perintah Ferdy Sambo. Begitu juga dengan ahli kriminologi yang menjelaskan kecil kemungkinan bagi bawahan untuk menolak perintah atasan. (Lpk/nsi/kmr)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

LRT Jabodebek Uji Coba Perjalanan Pukul 05.30 WIB, Perkuat Konektivitas dengan Kereta Cepat Whoosh

LRT Jabodebek Uji Coba Perjalanan Pukul 05.30 WIB, Perkuat Konektivitas dengan Kereta Cepat Whoosh

LRT Jabodebek akan melakukan perjalanan pada relasi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Jatimulya dengan keberangkatan awal pukul 05.30 WIB.
Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Paling Bersinar Kariernya pada 1 Oktober 2026: Gemini Jadi Andalan Baru

Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Paling Bersinar Kariernya pada 1 Oktober 2026: Gemini Jadi Andalan Baru

Memasuki bulan baru, sejumlah zodiak diprediksi membawa energi positif dalam urusan pekerjaan dan karier. Siapa saja yang bakal bersinar di tempat kerja besok?
Alasan Lionel Scaloni Tak Berikan Nomor Punggung 10 Argentina kepada Siapa pun hingga Lionel Messi Benar-Benar Pensiun

Alasan Lionel Scaloni Tak Berikan Nomor Punggung 10 Argentina kepada Siapa pun hingga Lionel Messi Benar-Benar Pensiun

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, masih mengosongkan nomor punggung 10 pada jeda internasional kali ini. Dia menyimpannya untuk pertandingan terakhir Lionel Messi melawan Benin.
Data Bansos Dirombak, Status Desil Warga Bisa Berubah? Ini Penjelasan Mendagri

Data Bansos Dirombak, Status Desil Warga Bisa Berubah? Ini Penjelasan Mendagri

Pemerintah merombak data penerima bansos lewat pemadanan lintas kementerian. Mendagri Tito menyebut status desil warga sangat bisa berubah.
Pasca Ratusan Calon Dokter Spesialis Keracunan, Unair Liburkan Pra Pendidikan PPDS

Pasca Ratusan Calon Dokter Spesialis Keracunan, Unair Liburkan Pra Pendidikan PPDS

Pasca ratusan mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Unair mengalami keracunan, kegiatan pra pendidikan PPDS diliburkan untuk sementara waktu.
Luhut Ungkap Skema Baru Subsidi: Dalam 1-2 Tahun Bantuan Bisa Langsung Cair ke Masyarakat

Luhut Ungkap Skema Baru Subsidi: Dalam 1-2 Tahun Bantuan Bisa Langsung Cair ke Masyarakat

Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap rencana pemerintah mengubah subsidi barang menjadi bantuan tunai dalam 1-2 tahun setelah data penerima selesai dipadankan.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Siapa sangka Jamianpurev Ehnsoyol atau Inkushi yang merupakan penerus Megawati Hangestri sebagai pemain kuota Asia di Red Sparks mendapatkan arahan langsung dari legenda voli Korea Selatan yakni Kim Yeon-koung.
Selengkapnya

Viral