News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengiris Hati! Ibunda Mahasiswa UI Ungkap Saat Terduga Pelaku Menolak Bawa Hasya ke RS, Usai Terlindas Ban Mobil

Mahasiswa UI tewas diduga tertabrak kendaraan milik seorang pensiunan polisi. Adapun, Ibunda Mahasiswa UI ungkap saat terduga pelaku menolak bawa Hasya ke RS.
Selasa, 31 Januari 2023 - 04:58 WIB
Ibunda Hasya Athalla, Mahasiswa UI yang jadi korban tabrakan Pensiunan Polisi di Srengseng, Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2023).
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang mahasiswa UI (Universitas Indonesia), Muhammad Hasya Atallah, telah tewas dalam kasus kecelakaan karena diduga telah tertabrak oleh kendaraan milik seorang pensiunan polisi. Adapun, Ibunda Mahasiswa UI ungkap saat terduga pelaku menolak bawa Hasya ke RS, Selasa (31/1/2023).

Hasya Atallah diduga tewas akibat tertabrak mobil Pajero milik AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono pada tanggal 6 Oktober 2022 di kawasan Jakarta Selatan.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kasus ini, tim kuasa hukum keluarga Hasya menganggap janggal sebab Hasya Atallah yang merupakan korban tewas dalam kecelakaan ini justru ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. 

Ibunda Hasya, Dwi Syafiera Putri atau Ira telah menemui pihak kepolisian untuk melakukan mediasi.

Pihak kepolisian menawarkannya untuk berdamai. Namun pihaknya menilai adanya intimidasi pada saat mediasi tersebut. 


Ibunda Muhammad Hasya Atallah, mahasiswa UI yang jadi korban dalam tabrakan maut dengan pensiunan polisi, Selasa (31/1/2023).

Selain itu, kuasa hukum juga mengatakan adanya berbagai versi kronologi kecelakaan yang menyebabkan Hasya Atallah meninggal dunia.

Ibunda Mahasiswa UI ungkap saat terduga pelaku menolak bawa Hasya ke RS

Ibunda Hasya, Dwi Syafiera Putri atau Ira menerangkan tentang kasus kecelakaan maut yang dialami putranya. Dirinya pun tidak menampik akan kelalaian yang dilakukan oleh Hasya.


"Saya setuju, mungkin memang anak saya lalai. Tapi kalau sudah terjadi satu kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan dan dua orang, menurut saya, dua-duanya lalai, anak saya lalai dan terduga pelaku juga lalai," ujarnya.

"Nah kenapa dalam hal ini, yang jadi tersangka cuman anak saya. Anak saya lalai mengambil jalan terduga pelaku, cuman menurut saya, saya juga yang nyetir sendiri." sambungnya yang dilansir dari tayangan kanal Youtube Apa Kabar Indonesia Pagi.

Tetapi, ibunda Hasya menerangkan kronologis tentang tabrakan yang dialami anaknya hingga terlindas band mobil milik pensiunan polisi yang pernah menjabat Kapolsek Cilincing.

Menurutnya, ia juga menyetir mobil sendiri tetapi setidaknya bisa merasakan jika ada yang janggal dalam menabrak seseorang, dirinya bisa melakukan pengereman.

"Jika kita bawa mobil dalam keadaan sadar ya, melihat orang itu jatuh. Paling tidak, kaki kita ada diatas rem. Tapi yang saya dengar, anak saya itu terlindas ban depan dan ban belakang," terangkannya.

"Berarti terduga pelaku itu, sama sekali nggak nge-rem mobilnya, tidak menghentikan kendaraannya, Walaupun akhirnya berhenti," sambungnya.

Kemudian, Dwi Syafiera Putri atau Ira menjeaskan bahwa pasca anaknya terlindas ban mobil milik pensiunan polisi itu.

"Saat sudah terjadi seperti itu, anak saya sudah terkapar di bawah mobilnya. Terduga pelaku ini diminta oleh teman korban, teman anak saya untuk membawa ke rumah sakit, tapi terduga pelaku menolak."

"Dia bilang, silahkan bawa, tapi jangan pakai mobil saya," ungkapnya.

Menurut Ibunda Hasya Atallah pun menuturkan bahwa dirinya yang tidak mengerti hukum pun, menyesali perbuatan pelaku yang membiarkan anaknya mati terkapar di bawah mobil.

"Balik lagi, tolong saya dikoreksi karena saya bukan orang yang pintar hukum. Jika ada seseorang yang membiarkan orang itu dalam keadaan sekarat dalam hal ini anak saya, wajiblah ia untuk menolong." katanya.

"Jadi menurut kami, misalnya terduga pelaku dikenakan sebagai tersangka. Dia bisa kena pasal berlapis karena membiarkan korban tidak ditolong," ujarnya. (ind)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tanggapi Serius Laporan Pelecehan Seksual yang Guncang Liga Voli Korea, KOVO Siapkan Sanksi usai Investigasi Rampung

Tanggapi Serius Laporan Pelecehan Seksual yang Guncang Liga Voli Korea, KOVO Siapkan Sanksi usai Investigasi Rampung

Liga Voli Korea kini tengah mendapat sorotan setelah mencuat dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan salah satu pelatih tim putri peserta.
Hasil Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026: Tensi Tinggi! Inggris dan Argentina Sama Kuat Hingga Turun Minum

Hasil Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026: Tensi Tinggi! Inggris dan Argentina Sama Kuat Hingga Turun Minum

Hasil Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris menghadapi sang juara bertahan, Argentina yang berlangsung di Atlanta Stadium, Amerika Serikat.
Tragis! Pria Tewas Terbakar di Kos Kemayoran Jelang Menikah, CCTV Rekam Perempuan Lari Tinggalkan Lokasi Disorot

Tragis! Pria Tewas Terbakar di Kos Kemayoran Jelang Menikah, CCTV Rekam Perempuan Lari Tinggalkan Lokasi Disorot

Sebuah postingan viral di media sosial menjelaskan bahwa seorang pria berinisial M (27) ditemukan tewas di indekosnya, di Jalan Sumur Batu Raya, Gang Buntu, Kemayoran.
Siap Tayang 23 Juli 2026, Film Anak-Anak Bambu Usung Cerita Hangat tentang Keluarga Tanpa Ikatan Darah

Siap Tayang 23 Juli 2026, Film Anak-Anak Bambu Usung Cerita Hangat tentang Keluarga Tanpa Ikatan Darah

Mengangkat kisah tentang anak-anak yatim yang berjuang mempertahankan rumah tempat mereka tumbuh, film ini menawarkan cerita mengenai makna keluarga dan kasih sayang.
KPK Periksa Anggota V BPK Bobby Rizaldi Pekan Ini 

KPK Periksa Anggota V BPK Bobby Rizaldi Pekan Ini 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bobby Adhityo Rizaldi pada pekan ini. 
Penggeledahan Maraton KPK di Sukoharjo, Rumah Dinas Bupati hingga 9 OPD Diperiksa Terkait Kasus Pemerasan Etik Suryani

Penggeledahan Maraton KPK di Sukoharjo, Rumah Dinas Bupati hingga 9 OPD Diperiksa Terkait Kasus Pemerasan Etik Suryani

KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi terkait dugaan pemerasan di lingkungan Kabupaten Sukoharjo yang menjerat Bupati nonaktif Etik Suryani.

Trending

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Inggris Tantang Sang Juara Bertahan Argentina di Babak Semifinal

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Inggris Tantang Sang Juara Bertahan Argentina di Babak Semifinal

Link Live Streaming Piala Dunia 2026, Kamis 16 Juli, laga semifinal antara Inggris menghadapi Argentina di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pukul 02.00 WIB.
Pabrik dan Lahan Pertanian Warga Palestina di Hebron Dirobohkan Israel

Pabrik dan Lahan Pertanian Warga Palestina di Hebron Dirobohkan Israel

Israel dilaporkan telah merobohkan sebuah pabrik, bangunan pertanian, serta meratakan lahan di Kota Beit Ula, barat laut Hebron, Tepi Barat.
Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia Abroad: Ipswich Town Lepas Elkan Baggott Permanen ke Klub Kasta Kedua Liga Inggris

Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia Abroad: Ipswich Town Lepas Elkan Baggott Permanen ke Klub Kasta Kedua Liga Inggris

Ipswich Town melepas Elkan Baggott dengan status permanen ke klub kasta kedua Liga Inggris, Millwall FC. 
Bali Tak Hanya Jual Pantai, Tren Wellness Kini Jadi Magnet Baru Wisatawan

Bali Tak Hanya Jual Pantai, Tren Wellness Kini Jadi Magnet Baru Wisatawan

Pertumbuhan industri pariwisata dan hospitality di Bali turut mendorong meningkatnya kebutuhan akan fasilitas penunjang yang mengedepankan kenyamanan dan pengalaman.
Lebih dari 90 Persen Penderita Melasma Perempuan, Ini Faktor Penyebabnya

Lebih dari 90 Persen Penderita Melasma Perempuan, Ini Faktor Penyebabnya

Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi adalah melasma, gangguan hiperpigmentasi yang membutuhkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
KPK Periksa Anggota V BPK Bobby Rizaldi Pekan Ini 

KPK Periksa Anggota V BPK Bobby Rizaldi Pekan Ini 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bobby Adhityo Rizaldi pada pekan ini. 
Siap Tayang 23 Juli 2026, Film Anak-Anak Bambu Usung Cerita Hangat tentang Keluarga Tanpa Ikatan Darah

Siap Tayang 23 Juli 2026, Film Anak-Anak Bambu Usung Cerita Hangat tentang Keluarga Tanpa Ikatan Darah

Mengangkat kisah tentang anak-anak yatim yang berjuang mempertahankan rumah tempat mereka tumbuh, film ini menawarkan cerita mengenai makna keluarga dan kasih sayang.
Selengkapnya

Viral