News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sudah Sekarat, Penabrak Mahasiswa UI Menolak untuk Menolong, Inilah Alasan Tak Bawa Hasya ke Rumah Sakit

Publik menilai janggal sebab satu orang telah dinyatakan sebagai tersangka yaitu Hasya Atallah sendiri yang merupakan korban tewas dalam kecelakaan Mahasiswa UI
Sabtu, 4 Februari 2023 - 17:36 WIB
Mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atalla tewas dalam kecelakaan dengan Purnawirawan Polri
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus tewasnya mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Hasya Atallah dalam kecelakaan lalu lintas masih menjadi pertanyaan bagi publik. 

Hasya Atallah, Mahasiswa UI tersebut terlibat kecelakaan dengan seorang pensiunan polisi AKBP Purn Eko Setia Budi Wahono pada beberapa waktu lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Publik menilai kasus ini janggal sebab satu orang telah dinyatakan sebagai tersangka yaitu Hasya Atallah sendiri yang merupakan korban tewas dalam kecelakaan tersebut.

Salah satu yang menjadi sorotan dari kasus ini adalah saat AKBP Purn Eko menolak untuk membawa korbannya ke rumah sakit

Sebagaimana diketahui pensiunan polisi itu mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport. Berdasar dari keterangan saksi yang merupakan teman Hasya, sang ibu, Ira mengungkapkan bahwa korban telah terkapar di bawah mobil namun ia menolak untuk membawa ke rumah sakit.

Lalu, apakah alasan dari purnawirawan Polisi tersebut hingga tak ingin membawa Hasya ke Rumah Sakit, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.. 

Pelaku Menolak Membawa Almarhum ke Rumah Sakit

Sebelumnya, Ibu Hasya Atallah, Dwi Syaviera Putri atau Ira telah mengakui bahwa anaknya lalai dalam kecelakaan tersebut. Namun, dalam kecelakaan ini ia menilai bahwa seharusnya penetapan tersangka ini bukan hanya anaknya.

“Saya setuju bahwa memang mungkin anak saya lalai. Tapi kalau sudah terjadi satu kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan dan dua orang, menurut saya dua-duanya lalai. Anak saya lalai terduga pelaku juga lalai. Tapi kenapa dalam hal ini yang jadi tersangka cuman anak saya,” ungkap Ibunda almarhum Hasya Atallah, Dwi Syaviera Putri atau Ira dalam program acara Apa Kabar Indonesia Pagi (30/1/2023).

Almarhum Muhammad Hasya Atallah. (Ist)

Menurut Ira, ketika seseorang menyetir mobil dan mengetahui terdapat seseorang jatuh. Maka secara sadar, pengendara akan berusaha untuk menghentikan mobil yang sedang dikendarai.

“Saya juga orang yang nyetir sendiri jika bawa mobil. Dalam keadaan sadar ya melihat orang itu jatuh paling enggak kaki kita ada di atas rem. Tapi yang saya dengar, anak saya itu terlindas ban depan dan ban belakang berarti terduga pelaku itu sama sekali nggak ngerem mobilnya (tidak menghentikan kendaraan),” jelas Ira. 

Dirinya mengatakan bahwa berdasarkan keterangan saksi dari teman anaknya, Hasya telah terkapar di bawah mobil pelaku. Namun sangat disayangkan karena pelaku menolak membawa korban ke rumah sakit. 

“Saat sudah terjadi seperti itu, anak saya sudah terkapar di bawah mobilnya. Terduga pelaku ini diminta oleh teman anak saya untuk membawa ke rumah sakit,” kata Ira.

“tapi terduga pelaku menolak, dia bilang silahkan bawa tapi jangan pakai mobil saya,” lanjutnya. 

Ira menilai bila terdapat orang yang dalam keadaan sekarat, secara sadar maka seseorang wajib menolongnya.

“Jika ada seseorang yang membiarkan orang itu dalam keadaan sekarat, Dalam hal ini anak saya, wajiblah Ia untuk menolong,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihak keluarga Almarhum Hasya akan menuntut terduga pelaku dengan alasan telah membiarkan korban tidak ditolong.

“Jadi menurut kamu misalnya terduga pelaku itu dikenakan sebagai tersangka dia bisa terkena pasal berlapis dengan membiarkan korban tidak ditolong, itu yang kami tuntut,” tutupnya.

Alasan Tidak Membawa ke Rumah Sakit

Kuasa hukum AKBP Purn Eko, Sianturi menjelaskan bahwa alasan kliennya tidak menolong korban karena mobil Pajero Sport yang dikendarainya bukanlah mobil standar kesehatan.

Dengan begitu dikhawatirkan kondisi Hasya bisa semakin memburuk. “Kalaupun dibawa dengan menggunakan kendaraan pihak pengendara atau klien kami, jika terjadi apa-apa di dalam mobil, pasti juga akan terjadi tuntutan yang lain lagi,” katanya kepada wartawan, Jumat (3/1/2023).

“Mobil itu kan bukan standar kesehatan," imbuhnya.

Meski demikian, Sianturi mengklaim bahwa kliennya sudah berupaya menolong Hasya agar segera mendapatkan pertolongan sesaat setelah terlibat kecelakaan.

“(AKBP Purn Eko) sudah menghubungi ambulans dan pihak warga," terangnya.

Lebih dari itu, lanjut Sianturi, proses rekonstruksi ulang juga sudah dilakukan. Dari sana tergambar bagaimana peristiwa kecelakaan terjadi.

Hal tersebut menegaskan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan kasus yang menewaskan mahasiswa UI ini dilakukan secara transparan dan terbuka.

"Yang sudah dilaksanakan tidak ada yang ditutupi, tidak ada yang diskenariokan, semua sesuai keterangan saksi dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) juga sesuai kendaraan ada," jelasnya.

Pelaku Mantan Anggota Polri, Tidak Punya Itikad Baik


Potret Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI dan Purnawirawan Polri. (VIVA)

Di hadapan para awak media, Adi Syahputra, ayah dari Muhammad Hasya Atallah mengungkapkan bahwa terduga pelaku yang menabrak anaknya tidak mengucapkan kata maaf kepada pihak keluarga.

Sikapnya yang dingin dan tidak ada empati tersebut akhirnya membuat keluarga korban tewas memutuskan untuk melanjutkannya ke jalur hukum.

“Saya heran, tidak ada keluar kata maaf pada malam itu. Sebetulnya kami ikhlas dengan kejadian itu, tetapi sikapnya tidak ada empati jadi kami putuskan dilanjutkan di jalur hukum,” ungkap Adi pada Senin (30/1/2023).

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan perlakuan buruk dari purnawirawan Polri, AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono yang menggunakan nada tinggi dengan menegaskan bahwa ia melindas Hasya. 

“Saya mencari siapa yang bertanggung jawab. Setelah bertanya, saya diberitahu lokasi penabrak, kemudian saya hampiri dan bertanya bagaimana kejadiannya,” ujar Adi.

“Dia dari posisi duduk, dia berdiri dan bilang ‘saya yang menabrak, iya saya yang ngelindas’ itu diperlakukan pada saya,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanpa ada kata maaf yang terucap dari mulut penabrak tersebut, mantan anggota Polri tersebut mengakui bahwa dirinya yang melindas Hasya Atallah. 

Keluarga Almarhum Hasya Atallah berencana untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Ira menunggu untuk bertemu penabrak anaknya tersebut di pengadilan. (amr/kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Jadi Tamu Undangan, 2 Pemain Timnas Indonesia akan Punya Peran Penting di Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen

Bukan Jadi Tamu Undangan, 2 Pemain Timnas Indonesia akan Punya Peran Penting di Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen

Dua pemain Timnas Indonesia, Ivar Jenner dan Mees Hilgers akan menjadi groomsmen di hari kebahagiaan Justin Hubner dan Jennifer Coppen di kawasan Sanur, Bali.
Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis Guna Perkuat Ketahanan Energi

Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis Guna Perkuat Ketahanan Energi

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menekankan krusialnya sinergi antar-subholding dan unit bisnis di lingkungan Pertamina demi menjaga ketahanan energi nasional. 
PLTGU Jawa Satu Beroperasi Penuh, Siap Perkuat Keandalan Listrik Jawa-Madura-Bali

PLTGU Jawa Satu Beroperasi Penuh, Siap Perkuat Keandalan Listrik Jawa-Madura-Bali

PT Jawa Satu Power (JSP) terus memperkuat perannya dalam menyokong stabilitas kelistrikan nasional melalui pengoperasian PLTGU Jawa Satu. 
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp2,27 Miliar di Kota Probolinggo, Perkuat Kemandirian Percepat Pengentasan Kemiskinan

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp2,27 Miliar di Kota Probolinggo, Perkuat Kemandirian Percepat Pengentasan Kemiskinan

Gubernur Khofifah perkuat upaya membangun kemandirian, percepat pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Sapa Bansos 2026.
Heri Black Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi di Bea Cukai Hari Ini

Heri Black Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi di Bea Cukai Hari Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil pengusaha Heri Setiyono atau Heri Black di kasus korupsi di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai. Ia diperiksa sebagai saksi.
Terima Sertifikat IBDP SMA KTB, Kapolri: Cetak Generasi Muda untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Terima Sertifikat IBDP SMA KTB, Kapolri: Cetak Generasi Muda untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima sertifikat International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) untuk SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Trending

Pujian Erick Thohir untuk Timnas Indonesia, Sinyal Positif untuk John Herdman dalam Melatih

Pujian Erick Thohir untuk Timnas Indonesia, Sinyal Positif untuk John Herdman dalam Melatih

Selamat untuk Timnas Indonesia yang memenangkan dua pertandingan dalam FIFA Match Day 2026, Erick Thohir pun memberikan respons tak terduga.
Gudang Rokok Ilegal di Serang Digerebek, Bea Cukai Sita Total 8,9 Juta Batang Selamatkan Cukai Rp6,67 M

Gudang Rokok Ilegal di Serang Digerebek, Bea Cukai Sita Total 8,9 Juta Batang Selamatkan Cukai Rp6,67 M

Operasi gabungan antar Bea Cukai Jakarta, Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, dan Kanwil Bea Cukai Banten berhasil menggagalkan peredaran 8.9 juta batang rokok
Ramalan Keuangan Zodiak 12 Juni 2026: Siapa yang Bakal Bawa Pulang Cuan Hari Ini?

Ramalan Keuangan Zodiak 12 Juni 2026: Siapa yang Bakal Bawa Pulang Cuan Hari Ini?

Ramalan keuangan zodiak 12 Juni 2026 untuk 12 rasi bintang sudah hadir. Cek zodiakmu hari ini, siapa yang bawa pulang cuan dan siapa yang perlu tahan diri dulu!
Viral Aparat Bubarkan Paksa Aksi Unjuk Rasa Protes Kenaikan Harga BBM, Polisi Angkat Bicara

Viral Aparat Bubarkan Paksa Aksi Unjuk Rasa Protes Kenaikan Harga BBM, Polisi Angkat Bicara

Viral di media sosial aksi pembubaran massa aksi unjuk rasa oleh aparat kepolisian di kawasan Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (10/6/2026) malam.
Perluas Literasi Jaminan Sosial bagi Pekerja, Bambang Joko Sutarto Dorong Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan BPD DIY

Perluas Literasi Jaminan Sosial bagi Pekerja, Bambang Joko Sutarto Dorong Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan BPD DIY

Demi memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja Indonesia khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Bank BPD DIY.
Media Vietnam Mendadak Sindir soal Kecurangan usai Kalah Lawan Timnas Indonesia U19 dan Tersingkir dari AFF U19 2026

Media Vietnam Mendadak Sindir soal Kecurangan usai Kalah Lawan Timnas Indonesia U19 dan Tersingkir dari AFF U19 2026

Media Vietnam tiba-tiba menyindir soal penggunaan taktik curang usai timnya tersingkir dari Piala AFF U19 2026 gara-gara kalah melawan Timnas Indonesia U19.
Tanggapi Keresahan soal Penyusutan Skor Pendaftar PCMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Tanggapi Keresahan soal Penyusutan Skor Pendaftar PCMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi keresahan publik soal penyusutan skor pendaftar dalam sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Jawa Barat 2026.
Selengkapnya

Viral