GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Membayangkan Republik

Budayawan Rendra pernah menyebut kebudayaan Jawa di “pusatnya” sebagai “kasur tua”, feodal, mandeg dan tak sesuai lagi dengan pertumbuhan pribadi dan pergaulan kreatif.
Senin, 24 Juli 2023 - 09:13 WIB
Kolase Foto - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa, background sketsa Karaeng Patingalong
Sumber :
  • tim tvonenews

Tengok saja survei-survei yang dikeluarkan lembaga kajian politik selalu menyorot Jawa lebih dari daerah lainnya di Indonesia karena dianggap sebagai palagan paling menentukan.

Parpol-parpol menempatkan figure kunci-nya di Jawa. Ribuan calon anggota legislatif akan bertarung sangat ketat di Jawa, termasuk saling sikut antar calon dalam satu partai. Hingga kini calon wakil presiden yang paling dicari, paling dianggap menentukan dalam kompetisi, bisa menambah suara signifikan, adalah yang berasal dari Jawa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepada Rocky Gerung, Luhut Pandjaitan dalam sebuah siniar menyebut, calon presiden yang bukan orang Jawa sebaiknya jangan memaksakan diri. Sebab, “Jawa adalah kunci,” begitu kutipan paling populer dari sebuah film propaganda G30S PKI.

Tetapi, apakah ada Jawa yang satu, tunggal, monolitik? 

Saat kuliah di UIN Purwokerto saya menemukan Jawa yang lain. Teman-teman saya yang berbahasa Jawa Ngapak misalnya, ekspresi, cara berpikirnya, praktek kehidupan sehari-harinya terasa tidak dekat dengan pusat kebudayaan Jawa: Solo atau Yogyakarta

Mereka justru merasa dekat dengan Jawa pesisir, Tegal, Pekalongan, Brebes, Tuban, Demak. Saya merasakan ada Jawa yang lain, Jawa yang terbuka, egaliter, kosmopolit. 
 
Kita juga ingat, budayawan Rendra pernah menyebut kebudayaan Jawa di “pusatnya” sebagai “kasur tua”, feodal, mandeg dan tak sesuai lagi dengan pertumbuhan pribadi dan pergaulan kreatif.

“Mereka hanya paham tradisi Jawa Baru, yaitu tradisi-tradisi kebudayaan raja-raja boneka dan bupati-bupati angkatan yang berjiwa feodal, tetapi tidak punya darah Aristokrat. Mereka anggap tradisi kebudayaan Jawa Baru itu pusaka leluhur, padahal paling jauh itu dari permulaan abad delapan belas,” gugat Rendra dalam buku Mempertimbangkan Tradisi.

Tidak bisa tidak agaknya afirmasi politik Indonesia pada kerajaan Jawa pedalaman yang tertutup, Despotis dan Absolut harus diganti dengan bacaan ulang pada kebudayaan kerajaan pesisir yang pernah berjaya di Nusantara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(Dok. Pidato pertama Joko Widodo sebagai Presiden pada 20 Oktober 2014, di atas sebuah kapal di pesisir Jakarta. Sumber: ANTARA)

Pada pidato pertamanya sebagai Presiden pada 20 Oktober 2014, di atas sebuah kapal di pesisir Jakarta, Jokowi pernah mengatakan, “Kita sudah lama memunggungi lautan”. Sayang hingga tinggal setahun setengah jabatan Presidennya akan berakhir, praktek kekuasaan Jokowi tetap memungungi lautan. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kaget karena tiba-tiba didatangi pendeta dan akademisi dari Papua. Dedi Mulyadi heran padahal dirinya bukan menteri, hanya gubernur
Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia usai Lihat Kevin Diks Cetak Gol Spektakuler, Jay Idzes Bilang Begini

Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia usai Lihat Kevin Diks Cetak Gol Spektakuler, Jay Idzes Bilang Begini

Para pemain Timnas Indonesia memberikan reaksi terhadap gol spektakuler Kevin Diks. Jay Idzes sampai memberikan komentar terhadap unggahannya.
Comeback Gila Ronda Rousey: Menang 17 Detik, Cuan Rp35 Miliar!

Comeback Gila Ronda Rousey: Menang 17 Detik, Cuan Rp35 Miliar!

Comeback sensasional Ronda Rousey berakhir luar biasa setelah menang hanya dalam 17 detik, sekaligus mengantarkannya meraih bayaran fantastis setara miliaran.
Rupiah Hari Ini 18 Mei 2026 Bergerak Melemah Jadi Rp17.630 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 18 Mei 2026 Bergerak Melemah Jadi Rp17.630 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pada pagi hari ini 18 Mei 2026 bergerak melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 dolar AS.
Demi Bertemu Dedi Mulyadi dan Curhat soal Utang Rp100 Juta, Pedagang Ini Sengaja Mangkal di Jalur Clear Area

Demi Bertemu Dedi Mulyadi dan Curhat soal Utang Rp100 Juta, Pedagang Ini Sengaja Mangkal di Jalur Clear Area

Pedagang ini sengaja mangkal di jalur clear area demi bertemu Dedi Mulyadi dan curhat soal utang bank Rp100 juta yang belum lunas. Simak berita lengkapnya!
Muhammadiyah Games 2026 Resmi Dibuka, Enam Cabang Olahraga Siap Dipertandingkan 

Muhammadiyah Games 2026 Resmi Dibuka, Enam Cabang Olahraga Siap Dipertandingkan 

Pembukaan ajang olahraga nasional perdana Muhammadiyah bertajuk The 1st Muhammadiyah Games digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Gubernur Sherly Tjoanda ungkap alasan selalu tampil cantik di hadapan publik, bahkan katanya almarhum suaminya suka menanyakan soal itu.
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

Publik masih memberi perhatian pada polemik Lomba Cerdas Cermat diselenggarakan oleh MPR RI. Amarah publik meluap saat Dewan Juri tidak memberi permohonan maaf
Selengkapnya

Viral