News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Debat Capres

Debat, sekali lagi, hanya memuaskan dahaga publik Indonesia yang selalu haus akan tontonan.
Senin, 18 Desember 2023 - 12:45 WIB
Kolase Foto - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa, background debat capres di KPU.
Sumber :
  • tim tvonenews

AGAKNYA politik Indonesia hari hari ini seperti melihat remaja tengah pubertas. Pekan lalu saya menyaksikan langsung di lokasi debat calon presiden perdana untuk Pemilu 2024 yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang penuh sorak sorai, ratusan orang seperti melihat adegan sabung ayam

Saat jeda, masing masing kandidat dirubung pendukungnya. Ada orang-orang yang berbisik bisik di telinga sang “petarung”. Ada yang mengelap takzim keringat jagoannya. Saya melihat seorang kandidat bahkan tampak dikompres kepalanya dengan handuk basah. Sementara di sekelilingnya,  entah bebotoh, pelatih atau timsesnya nampak tegang, panik, sebagian besar mukanya tampak ruwet dan khawatir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arena juga dikesankan seperti gelanggang gladiator: kandidat jadi pusat perhatian penonton, ditampilkan di tengah arena. Dan dalam ruang berbentuk proscenium itu, masing masing capres berusaha saling serang dengan pertanyaan ataupun pernyataan, membuktikan ia lah paling layak untuk dipilih.

Adegan yang sedikit berbeda tampak di layar televisi, disiarkan secara langsung pada jam ketika harga iklan dipatok dengan rate tertinggi (primetime), tak heran jika wajah, sosok, artikulasi, argument dan janji-janji diperlakukan seperti komoditas yang ditawarkan ke konsumen sebanyak-banyaknya.

Saya tidak tahu apakah setelah menonton, orang akan mengambil keputusan mana yang lebih baik dia pilih. Jumlah penonton yang belum menentukan pilihan menurut sebuah survei masih sangat mungkin mengubah hasil akhir pertarungan: 28,7 persen. 

Apakah mereka terbantu dengan informasi yang didedahkan di debat? Saya duga yang terjadi adalah pilihan sudah dijatuhkan sebelum debat dimulai—dan orang menonton sebagai pendukung atau penggembira, seperti orang menonton pertandingan sepak bola atau bulu tangkis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa boleh buat, debat di Indonesia barangkali memang hanya sebuah tontonan. Masyarakat Indonesia dikenal sangat gemar dengan ritus seni pertunjukan. Tiba tiba saya teringat dengan teori Negara Teater karya besar antropolog sosial Clifford Geertz. 

Dalam teorinya, Geertz melihat aneka ritual yang  terjadi di masyarakat adalah sebuah pertunjukkan yang diorganisir, suatu teater yang dipakai untuk mendramatisir obsesi-obsesi kelas yang berkuasa. Di sini ritual dan simbol diproduksi bukan berdasarkan paksaan. Tontonan, seremoni, upacara-upacara seringkali bukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, tapi merupakan merupakan tujuan itu sendiri.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Teks Khutbah Jumat 3 April 2026: Memasuki Musim Kemarau, Begini Umat Muslim Menyikapinya

Teks Khutbah Jumat 3 April 2026: Memasuki Musim Kemarau, Begini Umat Muslim Menyikapinya

Musim kemarau telah tiba, begini menyikapinya bagi umat muslim
Rismon Sianipar Sepakat Damai Soal Kasus Ijazah Palsu, Kubu Jokowi: Beliau Sahabat Saya Sekarang

Rismon Sianipar Sepakat Damai Soal Kasus Ijazah Palsu, Kubu Jokowi: Beliau Sahabat Saya Sekarang

Kesepakatan damai ini membuat suasana yang sebelumnya memanas kini berubah mencair.
Gempa Hari Ini M7,6 Guncang Sulut-Malut, Ini Daftar Wilayah Terdampak dan Potensi Tsunami yang Perlu Diwaspadai

Gempa Hari Ini M7,6 Guncang Sulut-Malut, Ini Daftar Wilayah Terdampak dan Potensi Tsunami yang Perlu Diwaspadai

Gempa hari ini M7,6 di Sulut-Malut picu potensi tsunami, ini daftar wilayah terdampak dan daerah siaga yang perlu diwaspadai warga.
Media Italia Langsung Soroti Penampilan Jay Idzes di Timnas Indonesia usai Skuad John Herdman Kalah Lawan Bulgaria

Media Italia Langsung Soroti Penampilan Jay Idzes di Timnas Indonesia usai Skuad John Herdman Kalah Lawan Bulgaria

Media Italia menyoroti penampilan Jay Idzes di Timnas Indonesia setelah Skuad John Herdman mengalami kekalahan saat menghadapi Bulgaria, apa kata media Italia?
Pemerintah dan PBB Kucurkan Santunan Miliaran untuk Keluarga Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Pemerintah dan PBB Kucurkan Santunan Miliaran untuk Keluarga Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Ketiga prajurit yang gugur dalam tugas mulia tersebut adalah Zulmi Aditya Iskandar, Muhammad Nur Ichwan, dan Farizal Rhomadon.
Disentil Eks Tangan Kanan Shin Tae-yong, Respons Ramadhan Sananta Bikin Warganet Heran: Ini yang Bikin Dia Sulit Berkembang

Disentil Eks Tangan Kanan Shin Tae-yong, Respons Ramadhan Sananta Bikin Warganet Heran: Ini yang Bikin Dia Sulit Berkembang

Nama Ramadhan Sananta kembali jadi perbincangan hangat usai tampil bersama Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026. Striker itu dikritik eks penerjemah STY.

Trending

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Gempa Terkini 2 April 2026: Bitung Sulawesi Utara Diguncang Gempa Magnitudo 7,3

Gempa Terkini 2 April 2026: Bitung Sulawesi Utara Diguncang Gempa Magnitudo 7,3

Inilah gempa terkini yang terjadi pada Kamis (2/4/2026). Gempa Magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara.
Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi sidak SMA Negeri di Subang, temukan kondisi kotor dan atap rusak. Ia langsung kucurkan Rp20 juta dan beri nasihat tegas soal kreativitas.
Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Pengamat Belanda Ini Heran Pemain Diaspora Timnas Indonesia Mau-mau Saja Terima Paspor WNI: Bodoh, Tak Pikir Matang-matang

Pengamat Belanda Ini Heran Pemain Diaspora Timnas Indonesia Mau-mau Saja Terima Paspor WNI: Bodoh, Tak Pikir Matang-matang

Pengamat Belanda menyebut para pemain diaspora Timnas Indonesia yang langsung menerima paspor WNI, tanpa pertimbangan matang sebagai tindakan yang "bodoh".
KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Selengkapnya

Viral