News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prof Sufmi Dasco dan Jembatan Aspirasi Demokrasi

Di tengah menguatnya jarak psikologis antara warga negara dan institusi politik, sebuah gestur sederhana sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.
Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:59 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat audiensi dengan mahasiswa.
Sumber :
  • tvOne

Oleh: Dr. Anthony Leong
Direktur PoliEco Digital Insights Institute (PEDAS)

Di tengah menguatnya jarak psikologis antara warga negara dan institusi politik, sebuah gestur sederhana sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan. Ketika Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad bersama Saan Mustopa memilih menemui langsung mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR pada 19 Juni 2026, yang terjadi bukan sekadar pertemuan antara pejabat dan demonstran. Peristiwa itu merepresentasikan sebuah prinsip mendasar dalam demokrasi: kesediaan negara untuk mendengar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa rutin pemilu dilaksanakan atau seberapa lengkap perangkat hukumnya tersedia. Demokrasi juga hidup dari kualitas dialog antara masyarakat dan para pemegang mandat politik. Dalam konteks itu, keputusan pimpinan DPR untuk keluar dari ruang formal kekuasaan dan berhadapan langsung dengan mahasiswa layak diapresiasi sebagai praktik politik yang sehat.

Selama beberapa tahun terakhir, salah satu kritik yang kerap diarahkan kepada lembaga-lembaga politik adalah kecenderungan mereka menjadi semakin eksklusif. Banyak keputusan publik dianggap lahir dari proses yang jauh dari partisipasi masyarakat. Akibatnya, muncul persepsi bahwa aspirasi warga sering kali berhenti di pagar gedung parlemen. Karena itu, ketika pimpinan DPR memilih menemui demonstran secara langsung, tindakan tersebut mengirimkan pesan bahwa parlemen masih membuka ruang komunikasi dengan kelompok masyarakat yang menyampaikan kritik.

Tentu saja, tidak semua persoalan selesai hanya dengan dialog. Mahasiswa yang turun ke jalan tidak sedang mencari seremoni politik. Mereka datang membawa kegelisahan, kritik, dan tuntutan yang lahir dari pembacaan mereka terhadap situasi bangsa. Namun demikian, sebelum sebuah tuntutan dapat dipertimbangkan dan ditindaklanjuti, syarat pertama yang harus dipenuhi adalah adanya kemauan untuk mendengar. Dalam hal ini, langkah Prof. Dasco dan Kang Saan menunjukkan kesadaran bahwa kritik publik bukan ancaman terhadap demokrasi, melainkan salah satu sumber energi yang membuat demokrasi tetap hidup.

Yang menarik, pertemuan tersebut juga tidak berhenti pada komitmen untuk mendengar. Beberapa isu yang menjadi perhatian mahasiswa, termasuk efektivitas pelaksanaan program Badan Gizi Nasional (BGN) serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan kebijakan BBM dan dampaknya terhadap masyarakat, disebut akan segera dikomunikasikan kepada pihak eksekutif. Ini menunjukkan adanya kesadaran bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya membutuhkan ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga mekanisme institusional yang mampu menghubungkan suara publik dengan pusat pengambilan keputusan. Di sinilah fungsi representasi parlemen menemukan relevansinya: menjadi penghubung antara aspirasi rakyat dan tindakan pemerintah. Kesediaan Prof. Sufmi Dasco Ahmad dan Kang Saan untuk membawa langsung substansi tuntutan tersebut kepada pemerintah memperlihatkan bahwa dialog yang dibangun tidak berhenti pada simbolisme politik, melainkan diarahkan agar menghasilkan respons kebijakan yang nyata.

Ada pelajaran penting yang bisa diambil dari peristiwa tersebut. Dalam teori politik modern, legitimasi kekuasaan tidak hanya berasal dari hasil pemilihan umum, tetapi juga dari kemampuan institusi untuk merespons aspirasi masyarakat secara berkelanjutan. Pemilu memberikan mandat, tetapi dialog menjaga kepercayaan. Ketika saluran komunikasi tersumbat, ketidakpuasan sosial cenderung berkembang menjadi polarisasi. Sebaliknya, ketika ruang dialog dibuka, bahkan perbedaan yang tajam sekalipun dapat dikelola secara konstruktif.

Karena itu, yang patut diapresiasi bukan semata-mata kehadiran fisik pimpinan DPR di tengah demonstrasi, melainkan pesan politik yang dikandungnya. Pesan bahwa kritik tidak harus dijawab dengan jarak. Pesan bahwa perbedaan pandangan tidak harus berujung pada konfrontasi. Dan yang paling penting, pesan bahwa lembaga negara masih memiliki kesediaan untuk bertemu langsung dengan warga yang menyuarakan keberatan terhadap berbagai kebijakan.

Di banyak negara demokrasi yang matang, tradisi dialog antara pengambil kebijakan dan kelompok masyarakat sipil merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan. Demonstrasi tidak dipandang sebagai gangguan, melainkan sebagai mekanisme umpan balik publik. Dalam perspektif tersebut, pertemuan antara pimpinan DPR dan mahasiswa seharusnya tidak dianggap sebagai peristiwa luar biasa, melainkan sebagai standar yang perlu terus dipelihara dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

Lebih jauh lagi, peristiwa ini mengingatkan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh kuatnya institusi, tetapi juga oleh budaya politik yang tumbuh di dalamnya. Politik yang sehat bukan politik yang anti kritik, melainkan politik yang mampu mengelola kritik menjadi masukan bagi perbaikan kebijakan. Dalam konteks tersebut, keberanian untuk membuka ruang dialog merupakan investasi penting bagi terciptanya kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

Namun apresiasi ini tentu harus ditempatkan secara proporsional. Dialog adalah awal, bukan akhir. Janji untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa harus diterjemahkan ke dalam langkah-langkah yang konkret, transparan, dan terukur. Kepercayaan publik tidak dibangun oleh kata-kata, melainkan oleh konsistensi antara komitmen dan tindakan. Oleh sebab itu, tindak lanjut terhadap aspirasi mahasiswa akan menjadi ujian sesungguhnya bagi makna pertemuan tersebut.

Meski demikian, dalam suasana politik yang sering kali dipenuhi prasangka dan saling curiga, penting untuk memberikan penghargaan terhadap praktik-praktik politik yang mendorong keterbukaan. Demokrasi membutuhkan kritik, tetapi demokrasi juga membutuhkan apresiasi ketika para pemegang kekuasaan menunjukkan sikap yang sesuai dengan semangat demokrasi itu sendiri.

Mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan tuntutan. DPR memiliki kewajiban untuk mendengarkan. Ketika kedua peran itu bertemu dalam ruang dialog yang terbuka, sesungguhnya yang sedang diperkuat bukan posisi satu pihak terhadap pihak lain, melainkan kualitas demokrasi Indonesia secara keseluruhan.

Karena itu, langkah Prof. Sufmi Dasco Ahmad menemui mahasiswa patut dipandang sebagai contoh bahwa politik tidak selalu harus dijalankan dari balik meja dan prosedur formal. Terkadang, politik yang paling bermakna justru lahir dari keberanian untuk keluar menemui rakyat, mendengar kegelisahan mereka, dan mengakui bahwa suara publik adalah bagian yang tak terpisahkan dari proses pengambilan keputusan.

Pada akhirnya, demokrasi yang kuat bukanlah demokrasi yang bebas dari kritik, melainkan demokrasi yang mampu mengubah kritik menjadi percakapan, percakapan menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi solusi. Di titik itulah gestur sederhana menemui mahasiswa memperoleh makna yang jauh lebih besar: ia menjadi pengingat bahwa kekuasaan yang baik adalah kekuasaan yang tetap mau mendengar.

Dalam konteks itulah, langkah Prof. Sufmi Dasco Ahmad layak diapresiasi. Bukan semata karena ia hadir di tengah demonstrasi, melainkan karena ia menunjukkan bahwa di tengah kompleksitas persoalan bangsa, dialog tetap menjadi jalan terbaik untuk menjembatani perbedaan. Demokrasi pada akhirnya bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, melainkan tentang kesediaan semua pihak untuk saling mendengar demi kepentingan yang lebih besar: kemajuan Indonesia.

Ā 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bung Harpa Kritik Kartu Merah Thom Haye, Singgung Permainan Timnas Indonesia yang Mengkhawatirkan

Bung Harpa Kritik Kartu Merah Thom Haye, Singgung Permainan Timnas Indonesia yang Mengkhawatirkan

Hasil imbang 0-0 Timnas Indonesia kontra Malaysia menyisakan sejumlah catatan. Pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa, menyoroti kartu merah dari Thom Haye.
Atasi Dampak El Nino, Korem 051/Wijayakarta Sediakan 55 Ribu Liter Air Bersih

Atasi Dampak El Nino, Korem 051/Wijayakarta Sediakan 55 Ribu Liter Air Bersih

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, tercatat sebanyak 329 titik mengalami kekeringan. Lokasi tersebut tersebar di 50 desa yang berada di 14 kecamatan di Kabupaten Bekasi.
Nguyen Xuan Son Absen Perkuat Vietnam di Sisa FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Sosok Penggantinya di Laga Kontra Thailand

Nguyen Xuan Son Absen Perkuat Vietnam di Sisa FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Sosok Penggantinya di Laga Kontra Thailand

Nguyen Xuan Son harus absen membela Vietnam di sisa FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, Vietnam sudah memiliki penggantinya untuk pertandingan melawan Thailand.
Klarifikasi SMAN 1 Pagaden Soal Video Viral Guru Laki-laki yang Rekam Bagian Rok Siswi

Klarifikasi SMAN 1 Pagaden Soal Video Viral Guru Laki-laki yang Rekam Bagian Rok Siswi

SMAN 1 Pagaden beri klarifikasi setelah siswinya menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan guru laki-laki ketika sedang ambil ijazah di SMP asal.
5 Shio Beruntung Soal Cinta Besok 30 September 2026

5 Shio Beruntung Soal Cinta Besok 30 September 2026

5 shio diprediksi beruntung soal cinta besok 30 September 2026. Ada yang makin dekat dengan si dia, hubungan makin hangat, hingga peluang asmara baru.
Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: Duel Penentuan Juara Grup B, Thailand Vs Vietnam!

Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: Duel Penentuan Juara Grup B, Thailand Vs Vietnam!

FIFA ASEAN Cup 2026 akan kembali bergulir pada Selasa (29/9/2026) ini. Di Grup B, ada duel penentuan juara grup antara Thailand dan Vietnam.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Bakal Diperiksa Bareskrim Polri 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Bakal Diperiksa Bareskrim Polri 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral