GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tentang Parodi Polisi Fashion Week

Judul itu bukan dari saya tapi  mengutip konten media sosial yang memparodikan hedonisme di lingkungan Polri. Itulah salah satu ekor dari kasus " Polisi Tembak Polisi" yang terjadi 8 Juli lalu.
Selasa, 6 September 2022 - 10:17 WIB
Brigjen Pol Andi Rian Djajadi pakai kemeja Burberry Rp12 juta.
Sumber :
  • Twitter

Jakarta -  Judul itu bukan dari saya tapi  mengutip konten media sosial yang memparodikan hedonisme di lingkungan Polri. Itulah salah satu ekor dari kasus " Polisi Tembak Polisi" yang terjadi 8 Juli lalu.  Hingga dua bulan sejak kasus yang menggegerkan publik itu terjadi, motifnya masih simpang siur. Polisi tampaknya mengalami kesulitan menemukan motif utama pembunuhan Brigadir Yosua, ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo
 
Di awal peristiwa isu pelecehan seksual sebagai motif memang menyeruak. Dalam perkembangan kemudian, hasil pemeriksaan polisi mengesampingkan motif itu. Menkopolhukam Mahfud MD  menyebut  motif perbuatan asusila namun terlalu dewasa untuk disebar ke publik. Dalam Rapat Dengar Pendapat ( RDP) dengan Komisi III, Kapolri Listyo Sigit Prabowo lebih memastikan lagi. Tidak ada pelecehan. Juga tidak ada tembak-tembakan antar ajudan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) seperti dalam skenario publikasi.
 
Padahal, pelaku utama serta para pendukung dan pelaku "obstruction of Justice" telah ditindak. Ditahan dan dipecat dari jabatan fungsional di institusi pengayom masyarakat itu. Namun, belakangan, kasus berkembang semakin tidak karu-karuan. 
 
Pelecehan dan pemerkosaan atas Putri Candrawathi sebagai motif pembunuhan muncul lagi. Ditimbulkan oleh Komnas Ham dan Komnas Perempuan. Entah seperti apa metodologi pemeriksaan dua lembaga itu yang menganulir hasil pemeriksaan penyidik resmi polisi.
 
Padahal, publik mengikuti kerja Komnas Ham dan Komnas Perempuan pada sebulan pertama kejadian. Justru yang kita tahu mereka kesulitan mengakses tersangka para pelaku utama. Setelah polisi hampir rampung memberkas hasil penyidikan untuk diajukan ke pengadilan, tiba-tiba dua lembaga swadaya masyarakat itu menyalip di tikungan dengan kesimpulan sumir. 
 
Disebut sumir, karena temuannya tetap saja minta didalami oleh polisi. Tidak heran jika banyak yang meragukan kerja Komnas Ham dan Komnas Perempuan tersebut. Ada netizen yang menyebut di balik itu seperti ada agenda tersembunyi untuk meringankan ancaman hukuman mati bagi para pelaku. Terutama suami-istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. 
 
Ada juga sinyalemen "temuan" Komnas HAM, menyimpan agenda untuk mengalihkan perhatian publik dari kegaduhan kenaikan BBM yang kini memantik aksi unjuk rasa mahasiswa dan buruh di mana-mana. Masyarakat luas memang menganggap tidak cukup alasan bagi pemerintah menaikkan harga BBM. Para pakar ekonomi dan perminyakan terheran-heran karena kenaikan terjadi saat harga minyak mentah dunia justru mengalami penurunan. Di saat pemerintah mengklaim  APBN tahun ini mengalami surplus. 
 
Aktivis seperti Rocky Gerung bahkan menganggap pemerintah tidak mengerti arti subsidi. Pendapat Rocky merujuk pada klaim pemerintah untuk mengalihkan subsidi BBM untuk masyarakat tak mampu yang terdampak kenaikan BBM. 

"Tidak ada istilah mensubsidi orang miskin. Konstitusi itu mengamanatkan negara wajib memelihara orang miskin," kata Rocky. 
 
Tidak hanya soal "Polisi Tembak Polisi" dan kenaikan BBM yang bikin gaduh ruang publik. Urusan politik juga menimbulkan kegaduhan tersendiri. Belum mati-mati juga wacana "Presiden RI 3 Periode." Setelah reda awal tahun, tiba-tiba minggu lalu menyeruak kembali di tengah kesulitan multidimensi masyarakat. Dihidupkan kembali oleh relawan Jokowi dan oleh Presiden Jokowi sendiri. Membuat kita merasakan kehidupan berbangsa terpuruk. 
 
Memang tidak ada hal yang membuat kita terhina, selain masalah pemimpin bangsa yang memaksakan keadaan ingin terus berkuasa. Bukan hanya melanggar konstitusi, tapi klaim  pemimpin merasa berhasil itu yang bikin kita seperti dihinakan. Karena seakan kita tak punya nalar dan mati rasa. 
 
Mabello
 
Tapi Netizen pandai menghibur diri. Setelah pernah berbulan-bulan melambungkan "Citayam Fashion Week" minggu lalu di tengah carut marut situasi bangsa, penggiat media sosial itu mulai mengintrodusir Polisi Fashion Week (PFW). 
 
Jangan main-main dengan keluasan Netizen. Publik yang terhubung internet, sesuai yang pernah saya ungkap, jumlahnya sebanyak 210 juta orang, sekitar 80 % populasi Indonesia. Jauh di atas jumlah pemilih Pemilu 2019 dan 2024 nanti. Sebanyak itu lah Netizen mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang. 
 
Komitmennya kuat menegakkan keadilan bagi masyarakat. Itu yang bikin repot pemerintah. Tidak bisa dilarang. Tidak bisa dibubarkan seperti selama ini polisi mudah menjegal aksi unjuk rasa konvensional. Gemuruh suara Netizen mengawal  kasus "Polisi Tembak Polisi" siang malam, 24 jam. Itu faktor utama yang mendorong polisi bekerja keras hingga berhasil mengungkap kasus "Polisi Tembak Polisi". 
 
Parodi Hedonisme

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PFW ini parodi tentang hedonisme di lingkungan Polri. Bintangnya Putri Candrawathi dan Brigjen Andi Rian Djayadi. Kebalikan dengan dua tokoh Citayam Bonge dan Jeje Slebew yang mengundang simpati dan senyum, tokoh Putri dan Andi Rian menjadi bulan-bulanan cibiran Netizen. 
 
Dua tokoh sentral kasus berbeda peran itu dianggap tega mempertontonkan kehidupan mewah mereka di depan publik. Putri Candrawathi adalah istri Ferdy Sambo yang bersama suaminya telah menjadi tersangka pembunuhan berencana atas Brigadir Yosua Hutabarat. Meskipun ancamannya hukuman mati, namun Sang Istri belum ditahan karena alasan kesehatan dan memiliki seorang bayi berusia 1,5 tahun. Kondisi itu menjadi tema pokok Komnas Perempuan dan Ketua KPAI Kak Seto memperjuangkan hak istimewa bagi Putri Candrawathi. 
 
Adapun Brigjen Andi Rian Djajadi adalah Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim POLRI, termasuk anggota Tim Khusus bentukan Polri. Outfit pria asal Bugis itu menjadi sorotan Netizen setiap kali tampil berbicara di depan publik. Mulai dari kemeja bermerk Burberry, kemudian jam tangan produk dari Panerai, hingga cincin batu safir yang ditaksir memiliki nilai lebih dari Rp1,2 miliar. 
 
Serupa dengan Outfit Putri Candrawathi yang dikenakan saat rekonstruksi di TKP. Tas mewah yang dipakainya hari itu Gucci buatan Italy yang harganya Rp30 jutaan. Sepintas, kamera televisi sempat juga menangkap "Walk-In Closet" di rumahnya yang luas, berbentuk huruf U, tempat menyimpan koleksi tasnya. 
 
Satu tas warna orange, merk Bottega Veneta, ukuran kecil sempat di close up. Harga tas  itu sekitar Rp50 juta. Di berbagai konten TikTok koleksi barang bermerek tersebut didampingkan dengan angka-angka perkiraan pendapatan resmi mereka yang berbanding terbalik dengan harga barang-barang bermerek itu. 
 
Di masa bersekolah Putri dan Andi kebetulan sama-sama tinggal di Makassar. Gaya parlente Andi dikenal di Makassar dengan istilah "Mabelloh" (Flamboyan, arti kata bahasa Bugis). Sejak dulu Makassar mengenal fenomena pria parlente. Bahkan pakaian dalamnya pun harus selalu bermerk dan harus baru. 
 
"Laki-laki harus selalu membayangkan kena musibah atau kecelakaan di jalan. Nah! Pas di rumah sakit, misalnya dalam keadaan pingsan, dokter atau perawat yang membuka pakain kita tidak sampai menutup hidung," kata pelaku. 
 
Kisah dari true story pernah saya angkat dalam sebuah cerpen. Dulu, 40 tahun lalu. 
 
Bukan hanya lifestyle Andi dan Putri yang Netizen soroti. Juga perwira tinggi polisi lainnya, yang rata-rata berpenampilan wah. Mulai dari jam tangan kelas Patek Philippe hingga mobil Lexus LX 570 seharga Rp3,3 miliar. Dari mana duitnya? Tanya seorang Netizen geram.  
 
Sejumlah Anggota Komisi III DPR RI juga menyoroti gaya hidup mewah personel Polri saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Senayan, Rabu (24/8) lalu.
 
Anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra, Habiburokhman meminta Kapolri memberi perhatian terhadap fenomena itu. Habiburokhman lah yang mendorong masyarakat berperan aktif untuk melaporkan ke pihak berwajib, jika menemukan personel Polri bergaya hidup mewah. Aturan mencegah itu sudah ada, katanya. 
 
"Tinggal ditegakkan, kalau ada yang melanggar diproses saja. Ada aduan dari masyarakat, misalnya kapolres di meja ada berkotak-kotak cerutu gaya hidupnya kayak tas hermes, herpes, apa kayak begitu lah," kata Habiburokhman. 
 
Sebenarnya bukan hanya polisi, ada banyak golongan penjabat publik yang terpapar gaya hidup hedonis di Tanah Air. Tahun lalu, giliran anggota DPRD Tangerang yang bikin geger lantaran menggunakan baju seragam berbahan Louis Vuitton (LV) meski setelah ditelusuri bahan LV yang dipakai, kelas KW 3. 
 
Merujuk literatur, hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup manusia. Hedonisme muncul pada awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM yang menjawab apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia. Diawali pertanyaan Socrates tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia.
 
Kodrat Alamiah 
 
Aristippos Kyrene (433-355 SM) menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan. Aristippos memaparkan bahwa manusia sejak masa kecilnya selalu mencari kesenangan dan bila tidak mencapainya, manusia itu akan mencari sesuatu yang lain lagi. Pandangan tentang 'kesenangan' (hedonisme) ini kemudian dilanjutkan seorang filsuf Yunani lain bernama Epikuros (341-270 SM).
 
Menurut dia, tindakan manusia yang mencari kesenangan adalah kodrat alamiah. Meskipun demikian, Hedonisme Epikurean lebih luas karena tidak hanya mencakup kesenangan badani saja (seperti Kaum Aristippos) melainkan kesenangan rohani juga, seperti terbebasnya jiwa dari keresahan. 
 
Kapitalisme kemudian mengakomodasi itu. Memproduksi simbol-simbol sosial tingkat pencapaian hidup sesuai persepsi para hedonis. Rumah mewah, supercar, privat jet, yacht, nomor mobil khusus satu angka ditambah tiga huruf yang bebas di jalan yang beraturan genap ganjil. Serta berbagai jenis benda yang menopang gaya hidup konsumtif lainnya. 
 
Itulah demokrasi! Teringat ungkapan Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan dan urusan. Dari urusan  pencalonan anak dan menantunya sebagai wali kota, hingga urusan relawan berwacana presiden 3 Periode yang direstuinya. Selalu menyebut kata demokrasi sebagai jimat atau kata kunci. 

Tidak ada yang menyangkal hak demokrasi seluruh warga negara Indonesia. Namun, merupakan persoalan besar dan rumit ketika ungkapan itu digunakan penjabat publik melindungi dirinya. Lalu menghadap-hadapkan ungkapan itu kepada rakyat yang membiayai gaji dan tunjangan-tunjangan mereka sampai ke anak dan istri.
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Beda Nasib Zhong Hui dan Megawati Hangestri di Red Sparks, Megatron Butuh Dua Musim Untuk Bisa Dapatkan Ini

Beda Nasib Zhong Hui dan Megawati Hangestri di Red Sparks, Megatron Butuh Dua Musim Untuk Bisa Dapatkan Ini

Pemain kuota Asia Red Sparks di Liga Voli Korea musim ini, Zhong Hui, bernasib lebih baik dibanding Megawati Hangestri pada awal kariernya di negeri ginseng.
Gus Hans Ingatkan Marwah Rais Aam PBNU: Jangan Direduksi Jadi “Paket Istana”

Gus Hans Ingatkan Marwah Rais Aam PBNU: Jangan Direduksi Jadi “Paket Istana”

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), perbincangan mengenai arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menghangat.
Cara Apple 'Tekan' Harga demi iPhone 18 Pro Tak Terlalu Mahal

Cara Apple 'Tekan' Harga demi iPhone 18 Pro Tak Terlalu Mahal

Isu mengenai lonjakan harga selangit jelang peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max mulai menemui titik terang. Apple dilaporkan sukses melancarkan ... -
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolda NTT Serahkan 100 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Sikka

Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolda NTT Serahkan 100 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Sikka

Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka ditunjukkan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko dengan menyalurkan 100
Musim Tanam Tiba, Nagan Raya Manfaatkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak

Musim Tanam Tiba, Nagan Raya Manfaatkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak

Percepatan pemanfaatan TKD dinilai semakin mendesak karena Nagan Raya telah memasuki musim tanam dan sejumlah lahan sawah rusak masih dalam fase pemulihan.
Update Korban Gempa M 7,7 NTT: 38 Orang Meninggal Dunia

Update Korban Gempa M 7,7 NTT: 38 Orang Meninggal Dunia

Insiden gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Sontak hal ini menyedot perhatian publik hingga menuai

Trending

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok

Gempa berkekuatan magnitude 7 mengguncang wilayah Nusa tenggara Timur (NTT). Gempa pun terasa hingga Pulau Lombok yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain Video, Viral Foto-foto Kondisi Mengkhawatirkan Setelah Gempa di NTT

Selain Video, Viral Foto-foto Kondisi Mengkhawatirkan Setelah Gempa di NTT

Media sosial dihebohkan dengan berbagai foto dan video, memperlihatkan kondisi setelah gempa di NTT.
Polda NTT Turun Tangan Pascagempa M7,7, Lakukan Pendataan dan Pengamanan di Manggarai Timur

Polda NTT Turun Tangan Pascagempa M7,7, Lakukan Pendataan dan Pengamanan di Manggarai Timur

Pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT, khususnya Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (15/8) dini hari, menuai reaksi maksyarakat
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko: Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko: Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko tegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores
Fakta Baru Tabrak Lari Anggota Polrestabes Bandung Terungkap dalam Rekontruksi, Ternyata Pelaku...

Fakta Baru Tabrak Lari Anggota Polrestabes Bandung Terungkap dalam Rekontruksi, Ternyata Pelaku...

Tersangka yang merupakan pengemudi mobil inisial A dan dua orang saksi dari TNI, yakni Prada A dan Prada V hadir. Sebanyak 38 adegan diperagakan.
Presiden Prabowo Beri Angin Segar Buat John Herdman, Timnas Indonesia Bisa Makin Bertabur Diaspora

Presiden Prabowo Beri Angin Segar Buat John Herdman, Timnas Indonesia Bisa Makin Bertabur Diaspora

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membuka peluang terjadinya perombakan besar dalam kebijakan kewarganegaraan nasional. Skuad Timnas Indonesia jadi -
Berkah Buat Timnas Indonesia? Menerka Dampak Wacana Presiden Prabowo soal Kewarganegaraan Ganda

Berkah Buat Timnas Indonesia? Menerka Dampak Wacana Presiden Prabowo soal Kewarganegaraan Ganda

Wacana kewarganegaraan ganda terbatas di Indonesia berpotensi bawa perubahan bagi sepak bola nasional. Jika diterapkan, Timnas Indonesia bisa mendapat berkah.
Selengkapnya

Viral