News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marselino Ferdinan, Asnawi, dan Pratama Arhan Beda Nasib dengan 5 Wonderkid Timnas Indonesia yang Layu Sebelum Berkembang, Siapa Saja Mereka?

Nama-nama seperti Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan adalah wonderkid yang tengah bersinar beberapa tahun terakhir bersama Timnas Indonesia
Senin, 14 Agustus 2023 - 13:00 WIB
Marselino Ferdinan, Asnawi, dan Pratama Arhan Beda Nasib dengan 5 Wonderkid Timnas Indonesia yang Layu Sebelum Berkembang, Siapa Saja Mereka?
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Indonesia sejatinya tidak pernah berhenti melahirkan bakat pesepakbola hebat. Nama-nama seperti Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan adalah wonderkid yang tengah bersinar dalam beberapa tahun terakhir bersama Timnas Indonesia.

Namun tidak sedikit talenta hebat Indonesia yang layu sebelum berkembang. Para wonderkid ini gagal bersinar ketika memasuki tim senior. Banyak hal yang menyebabkan seorang talenta muda yang tersingkir dari level top pemain sepak bola. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa di antaranya adalah ketidakmampuan berkembang, kesulitan adaptasi, cedera, hingga kesulitan mengontrol emosi atau tempramental. Berikut lima wonderkid Timnas Indonesia yang meredup di usia senior:

1. Syamsir Alam

Banyak yang menaruh harapan kepada Syamsir Alam. Di usianya ke-17 tahun Syamsir merupakan pemain muda berbakat yang terpilih untuk mengikuti program Sociedad Anonima Deportiva atau SAD di Uruguay. 

Syamsir Alam mendapatkan beasiswa itu dan tampil menjanjikan bersama tim SAD di Indonesia pada 2008. Dia berhasil mengemas 15 gol dari 29 laga. Sewaktu muda perkembangan karir Syamsir amat menjanjikan. 

Dengan mudahnya dia mendapatkan tawaran untuk bermain di Eropa bersama CS Vise klub divisi 2 Liga Belgia. Pada tahun 2013 Syamsir Alam sempat melintasi benua dengan bermain di Amerika Serikat bersama DC United. 

Tapi di sana performanya terus tergerus, tidak ada lagi hal hebat yang ditunjukkan oleh Syamsir Alam. Di level Timnas dia juga gagal lolos meski sudah berkali-kali mengikuti seleksi. 

Ia dianggap sebagai penyerang yang tumpul dalam mencetak gol. Saat akhirnya memutuskan untuk pulang ke Indonesia kariernya tetap saja mandek. Sempat bergabung dengan Sriwijaya FC, Syamsir Alam hanya menjadi penghangat bangku cadangan. 

Daripada memperbaiki performanya di dalam lapangan, Syamsir Alam justru lebih memilih kegiatan di dunia layar kaca hingga akhirnya dia sempat memutuskan untuk pensiun dini di usia 26 tahun, melepas atribut lapangan hijau yang sudah membesarkan namanya. 

Namun belakangan Raffi Ahmad dan Hamka Hamzah berhasil membujuk Syamsir untuk kembali merumput, kali ini bersama RANS Nusantara FC pada 2021.

2. Yandi Sofyan Munawar 

Yandi Sofyan hadir di generasi yang sama dengan Syamsir Alam. Sama-sama merupakan jebolan dari SAD Indonesia. Dia punya potensi untuk berkembang lebih jauh dan mengikuti jejak sang kakak Zainal Arif. 

Yandi Sofyan juga sempat bermain di Eropa bersama Vise dan tim Australia Brisbane Roar. Namun perkembangannya tidak terlalu menjanjikan. Ia kemudian memulai karier di tanah air, dua musim bersama Persib Bandung lalu pindah ke Bali United. 

Performa Yandi Sofyan tidak kunjung membaik terhitung sejak Januari 2019 dia sudah tidak memiliki klub lagi. Setelah dua tahun menganggur Yandi Sofyan sempat masuk skuad Persikota Tangerang dan Persikabo 1973.

3. Arthur Irawan 

Arthur Irawan pernah digadang-gadang sebagai bakat Indonesia yang akan berkarir di liga top Eropa. Sewaktu muda dia menimba ilmu di klub La Liga seperti Espanyol dan Malaga. 

Arthur bahkan sempat merasakan dilatih oleh Mauricio Pochettino yang dikenal sangat perhatian dengan pemain muda. 

Namun karier Arthur Irawan tidak secemerlang itu. Dia sempat bermain klub asal Belgia Waasland Ambeven sebelum 2017 memulai karir di Indonesia bersama Persija Jakarta, lalu kemudian pindah ke Borneo FC, pindah lagi ke Persebaya Surabaya, dan sempat bermain untuk PSS Sleman. 

4. Yongki Ariwibowo

Yongki Ariwibowo adalah bintang muda yang namanya melejit ketika bermain untuk Persik Kediri. Pelatih Timnas Indonesia kala itu Alfred Riedl langsung memasukkan nama Yongki Ariwibowo ke dalam skuad timnas untuk ajang Piala AFF 2010. 

Selanjutnya Yongki menjadi nama yang cukup sering dipanggil untuk membela Timnas Indonesia. Namun sama seperti wonderkid gagal lainnya ada masa ketika nama Yongki mulai hilang dari peredaran. 

Dia tidak lagi dipanggil timnas dan prestasi di level klub juga tidak terdengar. Saat ini Yongki masih aktif bermain sebagai pemain sepakbola profesional. 

Dia cukup sering berpindah-pindah klub dan sempat bergabung dengan Badak Lampung yang sedang berjuang di Liga 2. 

5. Oktovianus Maniani 

Piala AFF 2010 memang dipenuhi dengan banyak harapan. Selain Yongki Ariwibowo ada juga Oktovianus Maniani. Alfred Riedl sampai memberikan nomor punggung 10 kepada Okto yang saat itu masih berusia 20 tahun. 

Kehadiran Okto Maniani di lapangan berhasil menambah kesegaran permainan Timnas kala itu.  Okto sebenarnya pemain sayap yang berbakat. Dia punya modal kecepatan dan akselerasi yang tinggi, serta tidak sungkan untuk duel satu lawan satu dengan pemain lawan. 

Sayangnya karier Okto Maniani mulai pudar saat dia gagal menjaga konsistensinya. Dia juga tipikal pemain yang sering berpindah klub. Sejak era terakhir keemasan yaitu pada 2011 hingga 2022 Okto sudah membela delapan klub. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Faktor lain yang membuat karir Okto Maniani sulit untuk berkembang yaitu karena dia sangat tempramental. Ketika bermain untuk Persewar Waropen di Liga 2 Okto yang sedang emosi menusuk wasit menggunakan gagang bendera. 

Karena aksi itu Okto Maniani diganjar hukuman oleh komdis PSSI berupa larangan bermain selama enam bulan. Itu tadi lima wonderkid Timnas Indonesia yang meredup di usia senior alias layu sebelum berkembang. (amr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Video Kekerasan ABK, Tubuh Dimasukan ke Dalam Tong Berisi Air Hingga Aksi Mengerikan Ini

Viral Video Kekerasan ABK, Tubuh Dimasukan ke Dalam Tong Berisi Air Hingga Aksi Mengerikan Ini

Viral video di media sosial berupa dugaan aksi kekerasan yang diduga dialami sejumlah anak buah kapal (ABK).
PT Agro Murni Sebut Aksi TKBM Ganggu Operasional dan Rugikan Perusahaan

PT Agro Murni Sebut Aksi TKBM Ganggu Operasional dan Rugikan Perusahaan

Humas PT Agro Murni, Aulia Kamaruzzaman, mengatakan kerugian yang dialami perusahaan tidak hanya berkaitan dengan barang, tetapi juga terganggunya berbagai aktivitas operasional di area perusahaan.
Ungkapan Jujur Ole Romeny Soal Kemampuan Mitchell Baker yang Cetak 5 Gol di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Ungkapan Jujur Ole Romeny Soal Kemampuan Mitchell Baker yang Cetak 5 Gol di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Ole Romeny mengungkap kekuatan lini serang Timnas Indonesia usai menang 9-2 atas Bangladesh. Menurutnya, semua pemain Garuda punya peluang besar mencetak gol.
Gejala-gejala Influenza A, Jangan Anggap Remeh Ini Perbedaanya dengan Flu Biasa

Gejala-gejala Influenza A, Jangan Anggap Remeh Ini Perbedaanya dengan Flu Biasa

Data Kemenkes juga menunjukkan bahwa 42 persen kasus influenza yang terdeteksi pada periode tersebut terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun.
Takluk dari Wakil Tuan Rumah, Novela/Beatrice Gagal Wujudkan All Indonesian Final di Cabor Padel Asian Games 2026

Takluk dari Wakil Tuan Rumah, Novela/Beatrice Gagal Wujudkan All Indonesian Final di Cabor Padel Asian Games 2026

Langkah ganda putri Padel Indonesia, Novela Putria/Beatrice Gumulya, harus terhenti di babak semifinal pada Asian Games 2026 usai takluk dari wakil Jepang.
Cetak 4 Assist dan Jadi Kunci Keberhasilan Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Ole Romeny: Ini Pertandingan Tergila Saya!

Cetak 4 Assist dan Jadi Kunci Keberhasilan Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Ole Romeny: Ini Pertandingan Tergila Saya!

Ole Romeny jadi salah satu pemain penting Timnas Indonesia saat hadapi Bangladesh. Penyerang Fortuna Sittard itu mencatatkan empat assist dalam kemenangan 9-2.

Trending

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2. Namun, kemenangan tersebut mendapat sorotan media Vietnam yang singgung.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, laga di SUGBK diwarnai dua keributan antarpemain.
Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Desakan FAM muncul setelah waktu tambahan yang semula hanya dua menit menjadi tujuh menit. Tiga tambahan gol pun tercipta di menit-menit terakhir pertandingan antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Cerita Kevin Diks Tanya John Herdman Soal Ambil Alih Posisi Striker Demi Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cerita Kevin Diks Tanya John Herdman Soal Ambil Alih Posisi Striker Demi Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia memastikan diri ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). 
Dapat Tuduhan Match Fixing Sebelum Laga, Ini Komentar Pelatih Singapura Atas Tamparan Kebobolan Setengah Lusin Gol dari Malaysia

Dapat Tuduhan Match Fixing Sebelum Laga, Ini Komentar Pelatih Singapura Atas Tamparan Kebobolan Setengah Lusin Gol dari Malaysia

Belum tuduhan match fixing terbukti, Singapura justru kalah telak setengah gol dari Malaysia di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026). 
Galeri Foto: Intip Raut Ekspresif Punggawa Timnas Indonesia Kala Berjaya Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Galeri Foto: Intip Raut Ekspresif Punggawa Timnas Indonesia Kala Berjaya Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

‎Timnas Indonesia berjaya melibas Bangladesh dengan skor telak 9-2. Momen tersebut berlangsung dalam laga pamungkas babak penyisihan grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT