GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Inikah yang Jadi Kelemahan Pemain Indonesia di Mata Eks Bomber Persib Bandung? Hal Mengejutkan ini Diungkap, Katanya...

Mantan bomber Persib Bandung yang sekarang membela Persela Lamongan yakni Herman Dzumafo, ungkap apa yang jadi kelemahan dari banyak pemain muda di Indonesia.
Selasa, 26 Maret 2024 - 10:54 WIB
Kolase foto Herman Dzumafo
Sumber :
  • Tangkapan Layar Youtube: Sport77 dan Instagram @hermandzumafo99

tvOnenews.com - Mantan bomber andalan Persib Bandung yang sekarang membela tim peserta Liga 2, Persela Lamongan yakni Herman Dzumafo mengungkapkan apa yang jadi kelemahan dari banyak pemain muda di Indonesia.

Hadir sebagai bintang tamu pada acara podcast di kanal Youtube Sport77, Dzumafo mengaku kalau dirinya saat ini sedang mengikuti kursus kepelatihan untuk mendapatkan lisensi sebagai seorang pelatih di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada podcast tersebut, Dzumafo sudah menghabiskan 15 tahun lebih bermain di sepak bola Indonesia mendapatkan pertanyaan tentang apa kelemahan dari para pemain sepak bola di Indonesia.


Herman Dzumafo Sumber : Instagram/@hermandzumafo99

Mengingat Herman Dzumafo kini sudah berusia 43 tahun dan dirinya masih aktif bermain sepak bola di level profesional.

Dimana pada awal musim ini, Dzumafo bergabung dengan tim peserta Liga 2 yakni Persela Lamongan.

Sebelum bergabung dengan Persela Lamongan, Dzumafo pernah membela sejumlah klub besar di Indonesia.

Datang pertama kali pada 2008 silam, PSPS Pekanbaru jadi tim Indonesia pertama yang dirinya perkuat.

Selama di Indonesia pun, Herman Dzumafo malang melintang membela sejumlah klub besar dan menjadi salah satu bomber tajam.

Kolase foto Herman Dzumafo Sumber : Tangkapan Layar Youtube: Sport77 dan Instagram @hermandzumafo99

Dzumafo pernah membela Arema Indonesia, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Gresik United, Borneo FC, Bhayangkara FC, Dewa United, FC Bekasi City hingga Persib Bandung.

Dengan pengalamannya itulah membuat Herman Dzumafo mampu menilai apa yang jadi kekurangan dari para pemain muda di Indonesia.

Dengan tegas, Dzumafo mengatakan kalau kedisiplinan masih jadi kelemahan dari para pemain muda di Indonesia.

Kedisiplinan yang dimaksud oleh Dzumafo adalah dalam soal waktu istirahat, makan, dan gaya hidup.

"Kekurangan pemain Indonesia disiplin, disiplin dalam artinya makan, gaya hidup disiplin di Indonesia awal-awal saya datang ini saya lihat Indonesia ini hampir mirip di kamerun dalam hal menghormati yang lebih tua," kat Dzumafo.

"Tapi lama-lama saya sadar kalau ada yang melakukan itu karena terpaksa dengan kultur, bukan dari hati, disini rata-rata sekarang kebanyakan melakukan itu karena terpaksa," sambungnya.

Kolase foto Herman Dzumafo Sumber : Tangkapan Layar Youtube: Sport77 dan Instagram @hermandzumafo99

Bukan itu saja, Herman Dzumafo juga mengkritik perilaku-perilaku tidak disiplin dari para remaja di Indonesia salah satunya berani merokok di depan orang dewasa.

"Di Indonesia remaja udah berani ngerokok depan orang yang lebih dewasa dan ga ada yang tegur tapi kalo di Kamerun ga bisa kaya gitu," tegas Dzumafo.

Herman Dzumafo juga mengatakan kalau kedisiplinan dalam menjaga makanan dari para pemain muda Indonesia masih kurang.

Kebiasaan seorang atlet makan nasi sebagai sarapan menurut Dzumafo bukan lah hal yang biasa dilakukan di Kamerun.

"Makanan juga disiplin kurang kalo disini, di sini kita tahun minyak-minyak. Jadi kalau makanan itu kan kita tahu sendiri sama disini kebanyakan 90% pas sarapan makan nasi," ungkap Dzumafo.

"Kalo disana tidak mungkin sarapan nasi, kalo kami lebih sering sarapan sereal, susu, salad," terang Dzumafo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dzumafo menekankan kalau Waktu istirahat yang cukup dan teratur pun akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh untuk seorang pemain sepak bola.

Dan itulah beberapa hal yang menurut Dzumafo menjadi kelemahan dari para pemain muda di Indonesia. (akg)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sherly Tjoanda Tak Main-main Mengembangkan SDM Maluku Utara, Gubernur Malut Langsung Gandeng ITB

Sherly Tjoanda Tak Main-main Mengembangkan SDM Maluku Utara, Gubernur Malut Langsung Gandeng ITB

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda tak main-main dalam membangun pengembangan sumber daya manusia (SDM) Malut. Oleh sebab itu, Sherly langsung gandeng Kampus ITB
Tak Mau Tutupi Lagi, KDM Blak-blakan Soal Nama Asli Pemberian Sang Ayah: Dedi Mulyadi Hartono

Tak Mau Tutupi Lagi, KDM Blak-blakan Soal Nama Asli Pemberian Sang Ayah: Dedi Mulyadi Hartono

Gubernur Jawa Barat, KDM menceritakan bagaimana dirinya dulu sempat malu bahkan menangis gara-gara nama lengkap yang diberikan sang ayah. Dedi Mulyadi kecil kala itu
Viral Dugaan Child Grooming Kepala Sekolah ke Siswi di Tangsel, Langsung Dinonaktifkan Yayasan

Viral Dugaan Child Grooming Kepala Sekolah ke Siswi di Tangsel, Langsung Dinonaktifkan Yayasan

Dugaan child grooming oleh kepala sekolah SMK swasta di Pamulang viral di media sosial. Yayasan langsung menonaktifkan kepala sekolah tersebut.
Diduga Terlibat Narkotika, Aipda JEB Oknum Polisi di Tapteng Ditangkap Polisi

Diduga Terlibat Narkotika, Aipda JEB Oknum Polisi di Tapteng Ditangkap Polisi

Aipda JEB oknum Polisi yang bertugas di Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) ditangkap dalam kasus dugaan keterlibatan penyalahgunaan narkotika. Kapolres Tapteng AK
Dulu Jadi Bahan Olokan Teman Sekolah, Dedi Mulyadi Kini Jadi Orang Nomor Satu di Jawa Barat: Kisah Dedi 'Maling Hayam'

Dulu Jadi Bahan Olokan Teman Sekolah, Dedi Mulyadi Kini Jadi Orang Nomor Satu di Jawa Barat: Kisah Dedi 'Maling Hayam'

Dedi Mulyadi pernah menangis kepada sang ayah hanya karena tak tahan diejek teman-temannya di sekolah. Nama lengkap yang sempat diberikan sang ayah sebenarnya adalah
Hasil Thailand Open 2026: Takluk dari Unggulan Pertama asa Jepang, Langkah Hira/Jani Terhenti di perempat Final

Hasil Thailand Open 2026: Takluk dari Unggulan Pertama asa Jepang, Langkah Hira/Jani Terhenti di perempat Final

Hasil Thailand Open 2026, sektor ganda putri yang mempertemukan pasangan Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine vs Rin Iwanaga/Kie Nakanishi.

Trending

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Bek muda Timnas Indonesia buat kejutan dengan melanjutkan karier di luar negeri. Adalah Barnabas Sobor yang resmi bergabung dengan klub juara Liga Timor Leste.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT