Top 3 Bola 27 Januari 2026: Bung Harpa Curigai John Herdman, hingga Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari MU
- Action Images via Reuters/Peter Cziborra
tvOnenews.com - Dunia sepak bola kembali diramaikan oleh sejumlah isu menarik dari berbagai level kompetisi, mulai dari Timnas Indonesia, panggung Premier League, hingga bursa transfer Super League.
Dalam edisi Top 3 Bola kali ini, sorotan tertuju pada spekulasi striker keturunan yang disebut-sebut masuk radar pelatih Timnas Indonesia John Herdman, pengakuan jujur kapten Arsenal Martin Ødegaard usai kekalahan dari Manchester United, serta pasca kedatangan Shayne Pattynama ke Persija Jakarta.
Berikut rangkuman tiga berita terpopuler yang menyita perhatian publik sepak bola.
Bung Harpa Curigai John Herdman

- Tim tvOne/Ilham Giovani
Menjelang agenda FIFA Series dan Piala AFF 2026, perhatian publik tertuju pada langkah John Herdman dalam membenahi Timnas Indonesia.
Salah satu sektor yang dianggap paling mendesak adalah lini depan, yang dinilai masih minim ketajaman.
Pengamat sepak bola Bung Harpa menilai Herdman tidak akan tinggal diam dan kemungkinan besar tengah mencari tambahan striker.
Opsi yang disorot bukan hanya talenta lokal, tetapi juga pemain keturunan yang memenuhi syarat naturalisasi.
Nama Luke Vickery, striker muda yang bermain di Liga Australia, muncul sebagai kandidat potensial. Vickery memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang lahir di Medan, sehingga sah secara regulasi FIFA.
Bung Harpa bahkan menduga Vickery sudah masuk radar serius Herdman, mengingat sang pelatih mengaku telah menghubungi sekitar 60 pemain.
Dengan usia muda, fisik kuat, dan insting gol yang baik, Vickery dinilai bisa menjadi solusi jangka menengah bagi lini serang Timnas Indonesia.
Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari MU

- Instagram Martin Ødegaard
Arsenal harus menerima kekalahan pahit saat menjamu Manchester United pada pekan ke-23 Premier League 2025/2026. Meski tampil dominan di babak pertama, The Gunners gagal mengunci kemenangan dan akhirnya tumbang 2-3.
Kapten Arsenal, Martin Ødegaard, mengakui bahwa timnya sebenarnya mengontrol jalannya laga sebelum jeda.
Namun, efektivitas menjadi masalah utama karena sejumlah peluang emas gagal dimaksimalkan.
Load more