Publik Belanda Murka, Jordi Cruyff dan Manajemen Ajax Disebut Serampangan Usai Rekrut Maarten Paes
- Instagram @maartenpaes
tvOnenews.com - Gelombang kritik keras tengah menghantam Ajax Amsterdam.
Publik Belanda dibuat geram dengan manajemen yang bertindak tanpa perencanaan matang dalam aktivitas transfer, bahkan setelah mendatangkan nama baru seperti Maarten Paes.
Media Belanda, Soccernews.nl, mengungkapkan bahwa ketidakpuasan suporter memuncak hanya dua hari setelah Jordi Cruyff resmi menjalani peran barunya di Ajax.

- Ajax Amsterdam Official
Meski belum lama bekerja, departemen teknis yang kini ia tempati sudah dianggap gagal memenuhi ekspektasi publik Johan Cruyff ArenA.
"Para penggemar Ajax sudah muak dengan 'manajemen buruk' Jordi Cruijff," tulis media Belanda, Soccernews.nl, dalam tajuk laporannya.
Sorotan utama bukan sepenuhnya diarahkan kepada Jordi Cruyff secara personal.
Publik justru menilai kebijakan transfer Ajax terlihat asal jalan, tanpa arah jelas, terutama karena klub menutup bursa musim dingin tanpa mendatangkan sosok pelatih baru maupun tambahan pemain di posisi vital.

- Ajax Amsterdam Official
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Cruyff bekerja bersama Marijn Beuker dan Alex Kroes, dua nama yang kini paling banyak disalahkan oleh suporter.
Keduanya dianggap gagal membaca kebutuhan tim, meski sudah melakukan beberapa langkah di pasar transfer.
"Cruyff sendiri tentu saja tidak bertanggung jawab atas kebijakan ini, tetapi rekan-rekannya yang bertanggung jawab. Dia bekerja dengan Marijn Beuker dan Alex Kroes. Para penggemar menyalahkan keduanya sebagai kambing hitam," jelas Soccernews.nl.
Kemarahan fans semakin terasa karena Ajax dinilai mengabaikan sektor paling krusial, yakni posisi gelandang bertahan atau pemain nomor enam.

- Ajax Amsterdam Official
Padahal, menurut suporter, area tersebut justru paling membutuhkan penguatan.
“Lucu dan menyedihkan bahwa Ajax tidak dapat menemukan pemain untuk posisi 'enam',” tulis salah satu penggemar di media sosial X, dilansir Soccernews.nl.
Keluhan lain juga bermunculan. Publik menilai Ajax masih kekurangan kiper, bek kiri, dan pemain sayap, namun manajemen justru dianggap tidak konsisten dalam menentukan prioritas.
“Seorang kiper, seorang pemain sayap, dan seorang bek kiri. Susunan lini tengah tidak akan berubah. Saya merasa itu adalah pemikiran yang menurunkan motivasi dan menyedihkan,” tulis pendukung lainnya.
Menariknya, kritik tersebut muncul tak lama setelah Ajax mendatangkan Maarten Paes.

- Ajax Amsterdam Official
Meski kiper berdarah Indonesia itu memiliki rekam jejak yang solid, sebagian publik Belanda menilai langkah tersebut tidak menyentuh akar persoalan tim.
Bagi sebagian suporter, kehadiran kiper Timnas Indonesia itu justru dijadikan contoh bahwa Ajax terkesan mengumpulkan pemain tanpa peta kebutuhan yang jelas.
Alih-alih membenahi lini tengah, manajemen dinilai lebih sibuk menambal posisi yang tidak dianggap prioritas.
Situasi ini membuat tingkat ketidakpercayaan terhadap manajemen Ajax semakin dalam.
Bahkan, menjelang penutupan bursa transfer, para pendukung sampai mengusulkan nama pemain sendiri sebagai solusi darurat.
Ada pula yang meminta manajemen lebih kreatif dengan skuad yang ada, menyebut nama-nama seperti Tomiyasu dan Zinchenko sebagai opsi internal.
Bagi Ajax, tekanan ini menjadi alarm keras. Datangnya pemain baru seperti Maarten Paes belum cukup meredam kemarahan publik.
Kini, sorotan bukan lagi soal siapa yang datang, melainkan bagaimana Ajax dikelola. (asl)
Load more