Kepada Media Amerika, Pelatih Ajax Bicara Jujur soal Kemenangan Perdana Maarten Paes di Eredivisie: Dia Masih Baru
- Ajax
tvOnenews.com - Media Amerika menyoroti pernyataan pelatih Ajax, Oscar Garcia, yang blak-blakan membahas performa kiper Maarten Paes usai kemenangan perdananya di Eredivisie.
Sorotan itu muncul setelah Ajax meraih kemenangan meyakinkan saat menghadapi Sparta Rotterdam pada pekan ke-27 Eredivisie musim 2025/2026.
Bermain di Johan Cruyff Arena pada Minggu (15/3/2026) dini hari WIB, Ajax tampil dominan dan berhasil menang dengan skor telak 4-0.
- ajax.nl
Hasil tersebut bukan hanya memberikan tiga poin penting bagi Ajax, tetapi juga menjadi momen spesial bagi Maarten Paes yang akhirnya merasakan kemenangan pertamanya sejak bergabung dengan klub raksasa Belanda tersebut.
Sebelum pertandingan ini, perjalanan kiper Timnas Indonesia itu bersama Ajax sempat menghadapi tantangan.
Kiper berusia 27 tahun itu sudah tampil dalam tiga pertandingan sebelumnya, namun belum berhasil membawa timnya meraih kemenangan.
Dalam periode tersebut Ajax hanya mencatat dua hasil imbang dan satu kekalahan.
Karena itu, kemenangan atas Sparta Rotterdam menjadi titik balik penting bagi Paes sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya sebagai penjaga gawang utama.
- instagram Maartenpaes
Sepanjang pertandingan, lini pertahanan Ajax tampil sangat solid. Para pemain Sparta Rotterdam kesulitan menciptakan peluang berbahaya sehingga Paes mampu menjaga gawangnya tetap bersih hingga peluit akhir.
Clean sheet tersebut menjadi catatan positif bagi penjaga gawang kelahiran Nijmegen itu.
Meski timnya menang besar, Oscar Garcia menegaskan masih ada beberapa aspek permainan yang harus diperbaiki.
Dalam pernyataannya kepada media Amerika melalui ESPN, pelatih asal Spanyol itu menyebut Paes masih berada dalam proses adaptasi dengan sistem permainan Ajax.
Ia menilai sang kiper masih perlu meningkatkan kemampuan distribusi bola, terutama dalam skema membangun serangan dari lini belakang.
- Instagram @maartenpaes
"Dia (Maarten Paes) masih cukup baru dan tidak memiliki pengalaman di Ajax. Tapi itu adalah area yang sedang kami kerjakan,” kata Garcia kepada ESPN.
Menurut Garcia, Ajax ingin memainkan sepak bola modern yang menuntut penjaga gawang aktif terlibat dalam proses build-up.
Karena itu, Paes diharapkan semakin nyaman memainkan bola pendek kepada bek dan gelandang saat memulai serangan.
Garcia menegaskan bahwa Paes masih baru di tim, sehingga proses adaptasi menjadi hal yang wajar.
“Kami juga sedang mempelajari bagaimana bek sayap bisa menusuk ke dalam dan bergerak menuju lini tengah. Masih banyak yang perlu dikerjakan, dan para pemain juga mengetahuinya," tambahnya.
Setelah kemenangan meyakinkan atas Sparta Rotterdam, Ajax kini bersiap menghadapi pertandingan besar berikutnya.
Pada pekan ke-28 Eredivisie, mereka akan bertandang ke markas rival abadinya, Feyenoord, di stadion legendaris De Kuip.
Pertandingan klasik yang dikenal sebagai De Klassieker tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 Maret 2026.
Atmosfer panas di De Kuip dikenal sebagai salah satu yang paling intimidatif di Belanda, sehingga laga tersebut akan menjadi ujian mental sekaligus teknis bagi Maarten Paes.
Menariknya, duel melawan Feyenoord juga berpotensi menjadi pertandingan terakhir Paes bersama Ajax sebelum ia bertolak ke Indonesia.
Setelah laga tersebut, ia dijadwalkan bergabung dengan skuad Indonesia national football team yang akan tampil di turnamen FIFA Series 2026 di bawah arahan pelatih John Herdman.
Dengan kemenangan perdana ini, Maarten Paes kini membawa modal kepercayaan diri tinggi menjelang agenda internasional bersama Timnas Indonesia. (asl)
Load more