Status WNI Dean James Jadi Biang Kerok, Pakar Hukum Belanda Desak Klub Eredivisie Adukan Legalitas Pemain ke KNVB
- REUTERS/Angelika Warmuth
tvOnenews.com - Kisruh soal status pemain Timnas Indonesia, Dean James, kini memasuki babak baru setelah para pakar hukum Belanda ikut angkat bicara dan justru memperkuat posisi protes NAC Breda.
Kasus ini mencuat usai kekalahan telak 0-6 NAC dari Go Ahead Eagles, yang kini terancam tidak sah karena dugaan penggunaan pemain yang tidak memenuhi syarat.
Menurut laporan NOS.nl, dua ahli hukum secara terbuka menilai bahwa protes yang diajukan NAC bukan sekadar spekulasi.
- instagram Dean James
Pengacara olahraga Dolf Segaar bahkan menegaskan bahwa secara hukum, Dean James memang tidak layak tampil dalam pertandingan tersebut. Hal ini berkaitan langsung dengan status kewarganegaraannya.
"Saya rasa NAC benar bahwa James tidak memenuhi syarat untuk bermain," kata pengacara olahraga Dolf Segaar, dilansir NOS.nl.
Dean James diketahui telah resmi menjadi warga negara Indonesia sejak 10 Maret 2025.
Namun, menurut aturan di Belanda, seseorang otomatis kehilangan kewarganegaraan Belanda ketika memperoleh kewarganegaraan baru—kecuali dalam kondisi khusus.
Pakar hukum migrasi tenaga kerja Eropa, Pieter Krop, menilai banyak pihak salah memahami hal ini. Ia menegaskan bahwa kepemilikan paspor tidak menentukan status kewarganegaraan.
- Go Ahead Eagles
Artinya, meskipun James masih memegang paspor Belanda, secara hukum ia sudah bukan warga negara Belanda.
Status baru tersebut membuat Dean James dikategorikan sebagai pemain non-Uni Eropa.
Konsekuensinya, ia wajib memiliki izin kerja khusus untuk bisa bermain di kompetisi Belanda.
Selain itu, klub juga harus memenuhi standar gaji minimum yang lebih tinggi sesuai regulasi pemain non-Uni Eropa.
Jika Go Ahead Eagles belum mengurus hal tersebut, maka keikutsertaan James dalam laga melawan NAC bisa dianggap ilegal.
- Go Ahead Eagles
Yang lebih mengkhawatirkan, para pakar hukum memperingatkan bahwa kasus ini bisa berdampak luas.
"Ini masalah yang rumit. Federasi akan kesulitan menangani hal itu," kata Segaar.
Load more