Apa Kabar Park Hang-seo? Mantan Rival Shin Tae-yong Kini Punya Tantangan Baru di Thailand
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Park Hang-seo kembali menjadi sorotan setelah memutuskan kembali ke dunia kepelatihan. Mantan pelatih Timnas Vietnam itu kini memulai tantangan baru bersama Kanchanaburi FC di Liga 2 Thailand.
Kembalinya Park cukup menarik perhatian mengingat ia sebelumnya sempat lama tidak menangani klub setelah mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Vietnam. Sosok berusia 67 tahun itu kini kembali ke pinggir lapangan dengan proyek baru di Thailand.
Park dikenal sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola Vietnam. Selama menangani The Golden Star Warriors, ia membawa Vietnam berkembang menjadi salah satu kekuatan utama di Asia Tenggara.
- Kolase Tvonenews.com-PSSI
Di bawah arahannya, Vietnam meraih sejumlah pencapaian penting, termasuk menjadi runner-up Piala Asia U-23 2018, menjuarai Piala AFF, meraih dua medali emas SEA Games secara beruntun, serta mencatat sejarah dengan melangkah jauh dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Nama Park juga tidak bisa dilepaskan dari rivalitasnya dengan Shin Tae-yong. Kedua pelatih asal Korea Selatan tersebut menjadi rival ketika sama-sama menangani tim nasional di Asia Tenggara.
Sebelum membangun kesuksesan bersama Vietnam, Park juga memiliki pengalaman di level internasional. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guus Hiddink ketika Korea Selatan menciptakan sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2002.
Kembali ke Pinggir Lapangan
Setelah meninggalkan Timnas Vietnam pada awal 2023, Park lebih banyak menjalani aktivitas di luar lapangan. Ia kemudian kembali menerima tantangan baru setelah ditunjuk sebagai pelatih kepala Kanchanaburi FC pada Mei 2026.
Penunjukan tersebut menjadi awal dari proyek besar Kanchanaburi untuk membangun kembali klub setelah terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Thailand.
Dilansir dari Best Eleven, Kanchanaburi FC sendiri menjelaskan bahwa kedatangan Park bukan semata-mata untuk mengejar hasil jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari proyek pembangunan klub yang mereka sebut sebagai "Korea Way".
Melalui proyek tersebut, klub berupaya membangun kembali sistem, budaya, struktur latihan, hingga pengembangan pemain. Park diberikan peran penting untuk membawa standar sepak bola Korea Selatan ke dalam pengelolaan tim.
Selama persiapan pramusim, Park fokus meningkatkan kebugaran dan kekompakan pemain. Ia juga membangun tim kepelatihan yang terdiri dari pelatih asal Korea Selatan dan Thailand dengan pembagian tugas yang lebih spesifik, mulai dari latihan, kebugaran fisik hingga analisis pertandingan.
Perubahan tersebut tidak hanya menyasar tim utama. Kanchanaburi juga ingin membangun fondasi klub dalam jangka panjang, termasuk melalui pengembangan akademi dan sistem pencarian pemain.
Park Hang-seo Mulai Bangun Skuad Baru
Visi Park juga terlihat dari aktivitas Kanchanaburi di bursa transfer. Klub mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman dari berbagai negara Asia untuk memperkuat skuad menghadapi musim baru.
Di lini depan, Kanchanaburi merekrut striker asal Brasil, Jo, yang sebelumnya memiliki pengalaman bermain di Jepang bersama Sagan Tosu. Penyerang dengan tinggi 190 sentimeter itu diharapkan memberikan kekuatan tambahan, terutama dalam duel udara dan permainan di area kotak penalti.
Kanchanaburi juga memiliki Duarte, pemain menyerang yang sudah cukup dikenal di sepak bola Korea Selatan. Ia tercatat pernah memperkuat sejumlah klub seperti Gwangju FC, Seoul E-Land FC, Ansan Greeners, dan Chungnam Asan FC.
Dengan pengalaman lebih dari 100 penampilan di K-League, Duarte diharapkan bisa memberikan kreativitas tambahan di lini serang. Kemampuan dribbling, umpan, serta fleksibilitas bermain di sejumlah posisi menjadi modal penting bagi pemain tersebut.
Selain itu, Kanchanaburi mendatangkan John Baggio, gelandang serang yang sudah lama berkiprah di Liga Thailand. Pemain asal Madagaskar tersebut dikenal sebagai salah satu pemain penting Sukhothai FC dan bahkan mendapat julukan "Dewa Sukhothai".
Baggio bergabung dengan Kanchanaburi pada Juli 2026 dan mendapatkan kontrak hingga 2028.
Di sektor pertahanan, Kanchanaburi merekrut bek tengah asal Brasil, Patrick Marcelino. Ia sebelumnya bermain untuk Ninh Binh FC di Liga Vietnam dan diharapkan mampu memberikan stabilitas di lini belakang berkat pengalaman bermainnya di Asia.
Tantangan Baru di Thailand
Setelah melewati rangkaian persiapan pramusim, Kanchanaburi akan memulai perjalanan mereka di musim 2026/27 dengan menghadapi PT Satun FC pada 6 September.
Pertandingan tersebut akan digelar di markas PT Satun FC dan menjadi laga pertama Park Hang-seo dalam kompetisi resmi bersama klub Thailand tersebut. Setelah itu, Kanchanaburi dijadwalkan menghadapi Chanthaburi FC pada 13 September dan bertandang ke markas Nakhon Pathom pada 16 September.
Kembalinya Park ke lapangan hijau tentu menjadi salah satu daya tarik tersendiri di sepak bola Asia Tenggara. Setelah sukses membangun era kejayaan Vietnam, Park kini menghadapi tantangan berbeda bersama Kanchanaburi FC.
Dengan perpaduan staf pelatih baru, pemain dari berbagai negara Asia, serta pendekatan organisasi dan kepemimpinan khas Park Hang-seo, menarik untuk melihat sejauh mana proyek "Korea Way" mampu mengubah wajah Kanchanaburi pada musim 2026/27. Kanchanaburi sendiri memang memasuki musim baru di Thai League 2 setelah terdegradasi dari kasta tertinggi pada musim sebelumnya.
Load more