GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Balik Menyerang! Pemain Naturalisasi Malaysia Siapkan Langkah Hukum Lawan FAM?

Dunia sepak bola Malaysia kembali diguncang skandal pemalsuan dokumen yang menyeret sejumlah pemain naturalisasi yang memasuki babak baru.
Kamis, 27 November 2025 - 16:15 WIB
Ilustrasi pemain naturalisasi Malaysia.
Sumber :
  • instagram FAM Malaysia

Jakarta, tvOnenews.com - Dunia sepak bola Malaysia kembali diguncang skandal pemalsuan dokumen yang menyeret sejumlah pemain naturalisasi yang memasuki babak baru. 

Setelah dijatuhi sanksi larangan bertanding selama 12 bulan oleh FIFA, tujuh pemain naturalisasi disebut-sebut berhak menuntut kompensasi kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedikitnya ada tujuh pemain asal Malaysia yang merasa mengalami kerugian besar, baik secara profesional maupun finansial, akibat sanksi tersebut. 

Mereka menilai keputusan FIFA membuat karier tertahan selama setahun penuh, tanpa pendapatan, dan kepastian masa depan di dunia sepak bola.

FIFA Salahkan Pemain Tak Teliti Baca Dokumen

Dalam penjelasan resminya, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menyatakan bahwa hukuman dijatuhkan karena para pemain dinilai tidak memeriksa dokumen dan kontrak dengan saksama terkait proses penyelesaian dokumen keimigrasian dan administrasi mereka.

FIFA juga menyoroti sikap beberapa pemain yang dinilai terlalu tenang ketika skandal ini mencuat. Kurangnya reaksi tegas maupun langkah nyata untuk melindungi diri sendiri membuat komunitas sepak bola mempertanyakan sejauh mana inisiatif mereka dalam menghadapi situasi genting tersebut.

Namun, kesimpulan bahwa para pemain tidak membaca dokumen secara teliti justru memunculkan perdebatan baru. Di satu sisi, hal itu dijadikan dasar pemberian sanksi. 

Selain itu, kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi kelalaian dari pihak lain yang berkaitan dengan proses administrasi, termasuk federasi.

Sementara itu, Presiden Asosiasi Hukum Olahraga Malaysia (Sports Law Association of Malaysia/SLAM), Balbeer Singh, menilai bahwa pihak yang mengalami kerugian paling besar dalam skandal ini adalah para pemain.

“Para pemain ini kehilangan seluruh pendapatan selama 12 bulan. Bagi pesepak bola profesional, setahun tanpa bermain bukan hanya soal tidak turun ke lapangan, tapi juga kehilangan sumber nafkah utama dan kesempatan emas dalam karier,” ujar Balbeer.

Menurut Balbeer, situasi ini membuka peluang hukum bagi para pemain untuk menggugat FAM dan pihak terkait lainnya, terutama jika mereka bisa membuktikan bahwa kesalahan administrasi bukan sepenuhnya berada di pundak mereka.

Menunggu Putusan CAS Sebelum Gugat FAM

Balbeer menjelaskan, langkah hukum terhadap FAM baru bisa ditempuh setelah seluruh proses banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) diselesaikan. 

CAS menjadi pintu terakhir bagi para pemain untuk membuktikan bahwa mereka telah diperlakukan tidak adil dalam skandal ini.

“Jika CAS memunculkan putusan atau pertimbangan yang menguntungkan pemain, itu bisa menjadi landasan kuat untuk melanjutkan kepada gugatan kompensasi atas kerugian profesional dan ekonomi,” jelasnya.

Namun, Balbeer juga mengingatkan bahwa posisi pemain tidak sepenuhnya tanpa kelemahan. Fakta bahwa FIFA menilai mereka tidak membaca dokumen dengan teliti akan menjadi salah satu titik lemah bila sengketa ini berlanjut ke pengadilan.

“Itu bisa muncul sebagai argumen bahwa mereka kurang berhati-hati dalam melindungi kepentingan hukum mereka sendiri. Dalam sengketa sepak bola internasional, aspek kehati-hatian administrasi menjadi salah satu poin penting,” tambahnya.

Meski peluang menggugat terbuka, belum ada kepastian apakah para pemain akan benar-benar membawa FAM ke jalur hukum. 

Menurut Balbeer, sebagian dari mereka mungkin mempertimbangkan ulang rencana tersebut.

“Proses hukum itu panjang, mahal, dan bisa berpengaruh pada masa depan karier pemain. Ada yang mungkin memilih fokus kembali ke lapangan setelah sanksi berakhir, ketimbang terjebak dalam sengketa berkepanjangan,” ucapnya.

Di sisi lain, bagi pemain yang merasa sangat dirugikan, gugatan bisa menjadi cara untuk mencari keadilan sekaligus kompensasi atas pendapatan dan kesempatan yang hilang selama setahun penuh.

“Ini hak hukum yang melekat pada setiap pemain. Mereka berhak menggunakannya jika merasa menjadi korban dalam situasi ini,” tegas Balbeer.

Balbeer Minta FAM dan Pemain Duduk Bersama

Di tengah memanasnya situasi dan meningkatnya sorotan publik, Balbeer mendorong agar FAM dan para pemain segera membuka ruang dialog. 

Ia menilai komunikasi terbuka bisa menjadi jalan tengah untuk meredakan konflik dan menghindari dampak lebih luas terhadap sepak bola Malaysia.

“Lebih baik kedua belah pihak bertemu, berbicara dari hati ke hati, dan mencari solusi yang adil dan rasional. Bila perlu, melibatkan mediator independen,” sarannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, penyelesaian secara mufakat akan jauh lebih menguntungkan bagi ekosistem sepak bola Malaysia dibandingkan perang berkepanjangan di meja hijau.

“Sepak bola Malaysia sedang melalui hari-hari yang penuh gejolak. Jika masalah ini bisa diselesaikan dengan cara yang bijaksana, itu bukan hanya menyelamatkan karier pemain, tetapi juga membantu memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola sepak bola nasional,” tutup Balbeer.(lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Personel Gabungan Beri Pengamanan di 165 Vihara Saat Perayaan Imlek 2026

Ribuan Personel Gabungan Beri Pengamanan di 165 Vihara Saat Perayaan Imlek 2026

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan sebanyak 1.919 personel gabungan dilibatkan dalam pengamanan ini.
133 Titik Rukyatul Hilal Disiapkan di Seluruh Indonesia, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Mengacu Hasil Pemantauan Nasional

133 Titik Rukyatul Hilal Disiapkan di Seluruh Indonesia, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Mengacu Hasil Pemantauan Nasional

Pemerintah siapkan 133 titik rukyatul hilal di Indonesia untuk menentukan 1 Ramadhan 1447 H melalui observasi ilmiah dan sidang isbat nasional.
Kiper Ratchaburi FC Mendadak Singgung Persib Bandung Usai Jadi MVP di Liga Thailand

Kiper Ratchaburi FC Mendadak Singgung Persib Bandung Usai Jadi MVP di Liga Thailand

Dapat gelar sebagai MVP di pertandingan Liga Thailand, kiper Ratchaburi FC Kampol Pathomakkakul mendadak singgung Persib Bandung jelang leg kedua ACL Elite Two.
Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Kisah perempuan Malaysia hidup susah selama nyaris dua dekade, tepatnya 18 tahun, usai menikah dengan pria warga Indonesia (WNI) di Lombok menjadi viral.
Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal tes pramusim MotoGP 2026, di mana pekan ini akan menjadi percobaan terakhir Marc Marquez dan kawan-kawan sebelum tampil di seri pembuka kelas premier.
Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Reisinger menyoroti bahwa benua tersebut kini menempatkan keamanan siber sebagai fondasi strategis dalam mempertahankan stabilitas geopolitik.
background

Pekan ke-22

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT