Detik-detik Putusan CAS, Nasib Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Semakin Dekat
- FAM
Jakarta, tvOnenews.com - Court of Arbitration for Sports (CAS) atau Pengadilan Arbitrase Olahraga telah menentukan jadwal putusan untuk kasus tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang diduga ilegal.
CAS akan menggelar sidang untuk kasus dugaan pemalsuan administrasi tujuh pemain Timnas Malaysia yang diduga ilegal dengan Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel pada Kamis (26/2/2026).
Mereka sebelumnya dijatuhi sanksi larangan bermain selama 12 bulan oleh FIFA. Hukuman tersebut dijatuhkan setelah badan sepak bola dunia itu menyatakan adanya pelanggaran terkait status kelayakan pemain.
Kini harapan bertumpu pada putusan CAS. Jika banding diterima, maka hukuman tersebut bisa dibatalkan dan para pemain kembali memperkuat Timnas Malaysia tanpa bayang-bayang sanksi.
Sekretaris Jenderal Asian Football Confederation (AFC), Datuk Seri Windsor John, sebelumnya menyebut peluang kemenangan dalam proses banding ini berada di angka yang seimbang.
"Namun itu tidak berarti mereka pasti menang. Peluangnya lima puluh-lima puluh, karena ketika mereka mendapatkan penangguhan pelaksanaan hukuman (Stay of Execution), FIFA belum menyampaikan argumennya, yang ada baru argumen dari pihak pemain saja," kata Datauk Seri Windsor John dikutip dari laman Berita Harian, Minggu (22/2/2026).
"Sekarang kemungkinan besar argumen dari FIFA sudah diajukan, dan pada 26 Februari nanti akan ada pertimbangan dari kedua belah pihak, yaitu pemain dan FIFA,” katanya.
Sebelumnya, CAS telah mengabulkan permohonan penangguhan pelaksanaan hukuman atau stay of execution yang diajukan oleh para pemain. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif, meski belum menjadi jaminan kemenangan.
Jika CAS menolak banding tersebut, maka sanksi 12 bulan akan kembali diberlakukan secara otomatis. Dampaknya bukan hanya pada pemain, tetapi juga pada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Nasib FAM pun ikut dipertaruhkan. Ada kekhawatiran bahwa federasi bisa menghadapi sanksi tambahan, termasuk potensi pembekuan, jika pelanggaran dianggap serius.
Sebagai langkah mitigasi, seluruh anggota Komite Eksekutif FAM telah mengundurkan diri secara kolektif pada 28 Januari lalu. Keputusan tersebut dinilai sebagai upaya besar untuk menunjukkan itikad baik dan menghindari hukuman yang lebih berat.
Sorotan juga tertuju pada hasil dua laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal dan Vietnam. Jika banding gagal, kemenangan Malaysia dalam pertandingan tersebut berisiko dibatalkan dan bahkan bisa diberikan kepada lawan.
Sebelumnya, Komite Disiplin FIFA pada Desember lalu sudah membatalkan tiga hasil laga uji coba Malaysia melawan Cape Verde, Singapura, dan Palestina. Dalam putusannya, FIFA menyatakan Malaysia kalah 0-3 dalam ketiga pertandingan tersebut karena melanggar Artikel 19 Kode Disiplin FIFA Edisi 2025.
Kini, detik-detik menuju putusan CAS menjadi fase paling menentukan. Harapan publik Malaysia tentu menginginkan keputusan yang memihak agar Harimau Malaya tetap bisa melanjutkan perjuangan tanpa bayang-bayang sanksi panjang.
Apapun hasilnya nanti, putusan CAS bukan sekadar soal tujuh pemain. Ia akan menjadi titik balik bagi tata kelola sepak bola Malaysia sekaligus menentukan arah perjalanan Timnas Malaysia di level Asia dalam beberapa tahun ke depan.
Load more