John Herdman Langsung Diuji Jelang Debutnya: Grup Neraka Mengintai Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?
- Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Era Shin Tae-yong menjadi fondasi kebangkitan Timnas Indonesia di level Asia. Di bawah asuhannya, Garuda berani menantang kekuatan elite dan mencatat sejarah dengan menembus 16 besar Piala Asia 2023.
Meski kerap tergabung dalam grup sulit, mentalitas tim perlahan terasah. Indonesia tak lagi sekadar pelengkap, tetapi mulai dipandang sebagai lawan yang menyulitkan.
Kini, tantangan baru menanti lewat kehadiran John Herdman. Pelatih asal Kanada itu berpotensi menjalani debut kompetitifnya dalam situasi ekstrem apabila hasil drawing Piala Asia 2027 menempatkan Indonesia di grup berat.
Sejarah membuktikan, Indonesia bukan asing dengan “grup neraka”. Namun, mampukah Herdman melanjutkan tren progres positif tersebut?
Piala Asia 2027 akan digelar di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Sebelum turnamen dimulai,
Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) lebih dulu mengadakan drawing yang dijadwalkan berlangsung di Diriyah Salwa Palace, Riyadh, pada Sabtu, 11 April 2026.

- AFC
Sebanyak 24 tim akan dibagi ke dalam empat pot, masing-masing berisi enam negara.
Indonesia Terkunci di Pot 4, Ancaman Grup Neraka Mengintai
Pembagian pot ditentukan berdasarkan ranking FIFA terbaru yang dirilis pada 1 April 2026, sehari setelah FIFA Series 2026.
Walaupun Indonesia berpeluang menjadi juara FIFA Series 2026, posisi Garuda diprediksi hanya naik ke peringkat 118 dunia. Artinya, Indonesia hampir pasti tetap berada di pot 4.
Status tersebut membuat Indonesia harus berhadapan dengan satu tim dari pot 1, pot 2, dan pot 3. Dengan komposisi kekuatan Asia saat ini, peluang masuk grup neraka sangat terbuka.
Jika tergabung dengan kombinasi tim unggulan dari tiga pot teratas, perjuangan menuju fase gugur akan menjadi ujian berat bagi Herdman di turnamen besar pertamanya bersama Indonesia.
Lantas, siapa saja tim yang berpotensi menyeret Indonesia ke grup paling menantang?
Jepang, Ancaman Nyata dari Pot 1
Nama pertama tentu Jepang. Tim Samurai Biru kini menempati peringkat 19 dunia dan berada di pot 1 bersama Iran (20), Korea Selatan (22), Australia (27), Uzbekistan (52), serta tuan rumah Arab Saudi (61). Jepang jelas merupakan kandidat kuat juara Piala Asia 2027.
Dalam dua tahun terakhir, Indonesia memiliki kenangan pahit saat menghadapi Jepang.
Setelah kalah 1-3 di Piala Asia 2023, Garuda kembali tumbang 0-4 dan 0-6 pada Kualifikasi Piala Asia 2026 zona Asia. Rekor tersebut menunjukkan jurang kualitas yang masih harus dikejar.
Jika drawing mempertemukan kedua tim lagi, Herdman akan langsung dihadapkan pada ujian berat melawan salah satu raksasa Asia.
Yordania, Kuda Hitam Paling Solid di Pot 2
Dari pot 2, Yordania menjadi ancaman serius. Negara Asia Barat itu menempati ranking 64 dunia dan merupakan salah satu kontestan Piala Dunia 2026.
Mereka satu pot dengan Qatar (56), Irak (58), Uni Emirat Arab (68), Oman (78), dan Suriah (84).
Secara peringkat, Qatar memang lebih tinggi. Namun dari segi performa dan konsistensi permainan, Yordania dinilai lebih stabil dibanding beberapa pesaingnya di pot 2.
Kombinasi fisik kuat, disiplin taktik, dan pengalaman di level internasional membuat mereka berpotensi menjadi lawan paling merepotkan bagi Indonesia.
Bahrain, Lawan Familiar yang Tak Bisa Diremehkan
Dari pot 3, Bahrain menjadi kandidat kuat pembentuk grup neraka. Mereka menghuni pot 3 bersama China (93), Palestina (95), Thailand* (96), Tajikistan* (100), dan Kirgistan (103). Thailand dan Tajikistan sendiri masih berjuang dan diprediksi lolos ke putaran final.
Indonesia memang memiliki catatan manis saat bersua Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Garuda bermain imbang 2-2 di kandang lawan dan menang 1-0 di kandang sendiri saat menghadapi The Reds julukan Bahrain.
Namun, pengalaman menunjukkan bahwa pertemuan di turnamen besar sering menghadirkan dinamika berbeda.
Drawing pada 11 April 2026 akan menjadi penentu arah perjalanan Indonesia di Piala Asia 2027.
Dengan posisi di pot 4, risiko menghadapi kombinasi Jepang, Yordania, dan Bahrain sangat mungkin terjadi. Jika skenario itu terwujud, John Herdman akan langsung diuji dalam atmosfer kompetisi paling keras di Asia.
Sejarah di era Shin Tae-yong membuktikan Indonesia mampu melampaui ekspektasi meski berada di grup sulit.
Kini, pertanyaannya: apakah Herdman sanggup membawa Garuda kembali menciptakan kejutan, atau justru harus menerima kenyataan pahit di tengah kepungan raksasa Asia? (udn)
Load more