News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

CAS Tolak Banding FAM, Timnas Malaysia Terancam Dihukum 5 Kekalahan 0-3!

Keputusan dari Court of Arbitration for Sport (CAS) membuat sepak bola Malaysia berada dalam situasi sulit.
Selasa, 10 Maret 2026 - 02:40 WIB
Ilustrasi pemain naturalisasi Malaysia.
Sumber :
  • instagram FAM Malaysia

Jakarta, tvOnenews.com - Keputusan dari Court of Arbitration for Sport (CAS) membuat sepak bola Malaysia berada dalam situasi sulit. 

Tim nasional Malaysia terancam kehilangan total lima pertandingan akibat penggunaan pemain yang melanggar aturan naturalisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah melalui proses perselisihan hukum selama berbulan-bulan, CAS akhirnya mengeluarkan putusan terkait kasus naturalisasi yang sempat mengguncang sepak bola Malaysia. 

Badan arbitrase olahraga tertinggi tersebut meninjau banding terhadap sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA kepada tujuh pemain yang terbukti menggunakan dokumen palsu untuk memenuhi syarat tampil di kompetisi internasional.

Dalam pengumuman resminya, CAS menyatakan menolak banding yang diajukan oleh Football Association of Malaysia (FAM). Namun, sebagian banding dari tujuh pemain yang terlibat dalam kasus tersebut diterima.

Keputusan itu membuat pelanggaran terkait proses naturalisasi tetap dinyatakan sah. 

Situasi tersebut juga membuka peluang bagi badan sepak bola lainnya untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Malaysia.

Jika Asian Football Confederation (AFC) menerapkan hukuman serupa seperti yang dilakukan FIFA, maka tim nasional Malaysia bisa menerima total lima kekalahan dengan skor 0-3 akibat memainkan pemain yang tidak memenuhi syarat.

Sebelumnya, FIFA telah membatalkan hasil tiga pertandingan persahabatan Malaysia melawan Timnas Tanjung Verde, Timnas Singapura, dan Timnas Palestina.

Jika AFC juga menjatuhkan hukuman pada dua laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Timnas Vietnam dan Timnas Nepal, maka jumlah pertandingan yang dinyatakan kalah 0-3 bisa bertambah menjadi lima.

Media di Malaysia bahkan mulai mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk tersebut. Sejumlah surat kabar setempat menilai penolakan banding FAM oleh CAS membuat peluang untuk membalikkan situasi menjadi sangat kecil.

Dalam putusan terbarunya, CAS menyebut menerima sebagian banding dari tujuh pemain terkait hukuman atas pemalsuan dokumen naturalisasi dan persyaratan kelayakan pemain. Meski begitu, tindakan pelanggaran tetap dinyatakan terbukti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya, tujuh pemain tersebut tetap dijatuhi sanksi larangan bermain dalam pertandingan resmi selama 12 bulan.

Sementara itu, banding yang diajukan FAM tidak memberikan hasil positif. CAS menegaskan bahwa denda sebesar 350.000 franc Swiss yang dijatuhkan FIFA kepada FAM tetap berlaku.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT