Pelatih Baru Liverpool sudah Terang-benderang, Andoni Iraola Calon Kuat Menggantikan Arne Slot yang Baru Dipecat
- Reuters/Peter Cziborra
Jakarta, tvOnenews.com - Manajer Bournemouth, Andoni Iraola, dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menjadi manajer baru Liverpool, seperti dikutip dari situs Daily Star, Selasa, 2 Juni 2026.
Liverpool bergerak cepat untuk menggantikan Arne Slot setelah pelatih asal Belanda itu dipecat pada Sabtu, 30 Mei 2026, menyusul performa buruk dalam mempertahankan gelar Liga Premier yang diraihnya di musim pertamanya.
Iraola dengan cepat menjadi kandidat terdepan untuk posisi tersebut, dengan diskusi yang berlangsung antara pria Spanyol berusia 43 tahun itu dengan Direktur Olahraga Liverpool Richard Hughes, yang saling mengenal dengan baik sejak mereka berada di Bournemouth.
Laporan ini memicu kehebohan di kalangan suporter The Reds, mengingat performa impresif Iraola bersama Bournemouth yang berhasil menyulap tim tersebut menjadi skuad yang atraktif dan kompetitif di Premier League.
Setelah pemecatan Slot, para petinggi di Liverpool menginginkan dorongan menuju gaya sepak bola yang lebih menyerang, agresif, dan mengutamakan permainan menyerang, dan kesuksesan Iraola di Bournemouth telah memberikan kesan yang baik.
Mantan pelatih Rayo Vallecano itu membawa The Cherries finish di posisi ke-6 musim ini untuk mengamankan tempat di Liga Europa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub - hanya terpaut tiga poin dari The Reds.
Andoni Iraola akan membentuk tim pelatihnya sendiri meskipun ada spekulasi bahwa Liverpool akan berupaya menambahkan mantan pemain seperti James Milner dan Thiago ke tim staf pelatih.
Sementara Pemilik Bournemouth, Bill Foley, sebelumnya mengomentari dukungan Richard Hughes untuk Iraola, “Itu benar-benar gaya bermain yang kami terapkan. Kami benar-benar tim yang mengandalkan serangan balik. Saya merasa kami perlu menyerang. Kami perlu agresif, kami perlu menyerang. Itulah gaya Andoni. Dia adalah murid [Marcelo] Bielsa dan memiliki tempo permainan yang cepat.”
“Ketika kami mendapat kesempatan, itu datang dari Richard Hughes, direktur teknis kami. Dia menemui saya dan Neill Blake, CEO, dan kemudian kami mulai membicarakannya. Saya berkata, 'jika kita tidak melakukan ini sekarang, kita mungkin tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk melakukan ini lagi'."
Load more