News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Iran Dapat Kabar Baik di Piala Dunia 2026, Empat Staf Akhirnya Diizinkan Masuk Wilayah Amerika Serikat

Timnas Iran akhirnya mendapatkan titik terang di tengah polemik yang membayangi keikutsertaan mereka pada Piala Dunia 2026. Empat anggota staf Team Melli dipastikan bisa memasuki wilayah Amerika Serikat.
Minggu, 14 Juni 2026 - 14:37 WIB
Timnas Iran
Sumber :
  • AFC

Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Iran akhirnya mendapatkan titik terang di tengah polemik yang membayangi keikutsertaan mereka pada Piala Dunia 2026. Empat anggota staf Team Melli dipastikan bisa memasuki wilayah Amerika Serikat.

Hal ini menjadi kabar positif bagi delegasi Iran yang sejak beberapa pekan terakhir menghadapi berbagai kendala administratif. Sebelumnya, sejumlah perwakilan Iran terancam tidak bisa menjalankan tugas mereka selama turnamen berlangsung di Amerika Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masalah ini bermula ketika total 15 perwakilan Iran yang akan bertugas pada Piala Dunia 2026 mendapatkan penolakan visa masuk ke Amerika Serikat. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena sebagian pertandingan Iran digelar di wilayah Negeri Paman Sam.

Tercatat dari jumlah tersebut, 10 orang memutuskan mengajukan keberatan atas keputusan penolakan visa. Upaya banding itu dilakukan setelah mereka tiba di Meksiko yang dijadikan markas sementara selama ajang Piala Dunia 2026.

Dilansir dari Reuters, empat dari 10 permohonan banding akhirnya dikabulkan oleh otoritas terkait. Hasil tersebut setidaknya memberikan sedikit kelegaan bagi federasi sepak bola Iran di tengah situasi yang tidak menentu.

Empat perwakilan yang berhasil memperoleh visa Amerika Serikat terdiri dari analis tim dan pejabat departemen internasional Iran. Mereka kini dapat menjalankan tugasnya secara langsung saat Iran bertanding di wilayah Amerika Serikat.

Namun, hasil berbeda diterima enam pemohon lainnya yang kembali gagal memperoleh izin masuk. Penolakan tersebut membuat sejumlah tokoh penting Iran tidak bisa mendampingi tim secara penuh selama turnamen berlangsung.

Salah satu nama yang kembali ditolak adalah Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj. Selain dirinya, beberapa pejabat lain juga tidak mendapatkan visa karena dianggap memiliki afiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan dari pihak FFIRI. Federasi menilai Iran telah menunjukkan komitmen untuk mengikuti Piala Dunia 2026 dengan memenuhi berbagai persyaratan yang diminta.

FFIRI sebelumnya diketahui mengajukan 10 syarat kepada FIFA sebelum memastikan partisipasi mereka di turnamen empat tahunan tersebut. Seluruh syarat yang diajukan itu disebut telah mendapat persetujuan dari FIFA.

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah izin bagi pemain, pelatih, dan ofisial yang pernah menyelesaikan wajib militer bersama Korps Garda Revolusi Islam. Persyaratan itu dianggap penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas sepak bola di Iran.

Meski sebagian staf kini berhasil mendapatkan visa, persoalan yang dihadapi Iran belum sepenuhnya berakhir. Team Melli tetap tidak diperbolehkan menetap di Amerika Serikat selama mengikuti Piala Dunia 2026.

Akibat kebijakan tersebut, Iran menjadikan Meksiko sebagai basis utama mereka selama turnamen berlangsung. Tim harus melakukan perjalanan menuju Amerika Serikat setiap kali menjalani pertandingan.

Pada laga perdana, Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, California. Pertandingan itu akan berlangsung pada Senin (15/6/2026) waktu setempat atau Selasa (16/6/2026) WIB.

Iran bahkan direncanakan berangkat ke Los Angeles pada hari pertandingan dan kembali lagi ke Meksiko setelah laga selesai.

(igp/nad)

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah selaku Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri ada 58 WNI yang menjadi korban TPPO bahkan tak sedikit dari mantan TNI hingga Polisi.
YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT