Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pelatih Iran Desak FIFA Soal Kelakuan Tak Adil AS sebagai Tuan Rumah
- REUTERS/Lisi Niesner TPX IMAGES OF THE DAY
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, melontarkan kritik keras kepada Amerika Serikat (AS) setelah perjalanan Team Melli di Piala Dunia 2026 berakhir. Bahkan, ia meminta FIFA memastikan kejadian serupa tidak kembali dialami tim mana pun pada turnamen mendatang.
Menurut Amir Ghalenoei, Iran harus menghadapi berbagai kendala yang dinilai tidak wajar selama mengikuti Piala Dunia 2026. Situasi tersebut membuat perjuangan Mehdi Taremi dan kolega semakin berat, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Perjalanan Iran memang diwarnai berbagai persoalan sejak sebelum pertandingan pertama dimulai. Team Melli tidak bisa menjalani aktivitas seperti peserta lain karena harus berpindah-pindah negara akibat kebijakan yang diterapkan oleh tuan rumah.
Awalnya FIFA menetapkan Iran bermarkas di Tucson, Arizona, Amerika Serikat. Namun, rencana tersebut berubah setelah pihak Amerika Serikat meminta Iran dipindahkan ke Tijuana, Meksiko.
Dampaknya, skuad Iran harus melakukan perjalanan dari Meksiko menuju Amerika Serikat pada hari pertandingan. Setelah laga berakhir, mereka juga diwajibkan langsung kembali ke Meksiko tanpa diperbolehkan menginap di wilayah AS.
Situasi tersebut membuat proses persiapan dan pemulihan kondisi fisik para pemain menjadi jauh lebih sulit dibandingkan kontestan lain. Iran pun merasa dirugikan karena harus menghadapi tantangan nonteknis sepanjang fase grup berlangsung.
Tak hanya persoalan logistik, Iran juga sempat mengajukan permohonan untuk mengenakan pita hitam ketika menghadapi Mesir. Permintaan itu diajukan karena pertandingan berlangsung bertepatan dengan peringatan hari Asyura.
Namun, keinginan tersebut tidak dikabulkan. Di sisi lain, pada hari pertandingan justru berlangsung parade PrideFest yang berafiliasi dengan kelompok LGBTQ di luar stadion tempat Iran menghadapi Mesir.
Kondisi tersebut membuat Amir Ghalenoei tidak bisa lagi menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih berusia 63 tahun itu berharap FIFA mengambil langkah tegas agar perlakuan seperti yang dialami Iran tidak kembali terulang.
"Tuan rumah [dalam hal ini Amerika Serikat] tidak memperlakukan kami dengan baik," ujar Ghalenoei dilansir dari Al Jazeera, Minggu (28/6/2026).
"Saya mendesak FIFA tidak membiarkan tuan rumah memperlakukan tim dan pemain dengan cara yang sama di masa mendatang. Saya berharap Infantino benar-benar menindak perilaku seperti itu," tambahnya.
Load more