News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Jerman menelan pil pahit di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft tersingkir secara dramatis setelah kalah 3-4 dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar.
Selasa, 30 Juni 2026 - 08:53 WIB
Pemain Jerman saat Menghadapi Paraguay di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS

Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Jerman harus menelan pil pahit di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft tersingkir secara dramatis setelah kalah 3-4 dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar, Selasa (30/6/2026).

Laga yang berlangsung di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan. Adu penalti akhirnya menjadi penentu nasib kedua tim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Paraguay tampil disiplin sejak menit awal dan mampu merepotkan Jerman. Julio Enciso membawa Los Guaranies unggul pada menit ke-42 lewat penyelesaian yang gagal diantisipasi kiper lawan.

Jerman bangkit setelah turun minum dan mulai menguasai jalannya pertandingan. Kai Havertz menyamakan kedudukan melalui sundulan pada menit ke-54.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Kedua tim juga gagal mencetak gol tambahan sepanjang babak tambahan 2x15 menit.

Drama adu penalti pun tak terhindarkan. Paraguay tampil lebih tenang dan akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 4-3.

Ironisnya, Kai Havertz yang sebelumnya menjadi penyelamat Jerman justru gagal menjalankan tugas sebagai algojo penalti. Nick Woltemade dan Jonathan Tah juga tak mampu menaklukkan penjaga gawang Paraguay.

Di kubu Paraguay, hanya Antonio Sanabria dan Fabian Balbuena yang gagal mengeksekusi penalti. Sementara Jose Canale menjadi penendang terakhir yang memastikan kemenangan sekaligus membawa timnya lolos ke babak 16 besar.

Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Jerman di ajang Piala Dunia. Setelah gagal berbicara banyak pada edisi 2018 dan 2022, Der Panzer kembali angkat koper lebih cepat pada turnamen kali ini.

Sebaliknya, Paraguay sukses mencatatkan salah satu kejutan terbesar di fase gugur. Los Guaranies kini tinggal menunggu pemenang laga Prancis kontra Swedia di babak 16 besar.

Suasana muram langsung menyelimuti ruang ganti Jerman setelah peluit panjang dibunyikan. Pelatih Julian Nagelsmann mengungkapkan seluruh pemain dan staf sangat terpukul dengan hasil tersebut.

Menurut Nagelsmann, para pemain sulit menerima kenyataan harus mengakhiri perjalanan lebih cepat. Ia menilai Jerman terlalu lambat menemukan ritme permainan sehingga gagal mengendalikan jalannya pertandingan.

"Suasana di ruang ganti sangat suram. Semua orang kecewa karena kami tersingkir," ujar Nagelsmann, seperti dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).

Pelatih berusia 38 tahun itu mengakui Paraguay tampil sangat efektif meski tidak menciptakan banyak peluang. Gol yang dicetak lebih dulu membuat Jerman harus bermain di bawah tekanan sepanjang pertandingan.

Nagelsmann juga menyoroti lambatnya sirkulasi bola yang diperagakan anak asuhnya. Menurutnya, Der Panzer terlalu sering memaksakan permainan ketika berusaha mengejar ketertinggalan.

"Paraguay unggul lebih dulu dari satu serangan, dan kami terlalu lama untuk masuk ke dalam permainan. Kami mengoper bola terlalu lambat dan akhirnya mulai memaksakan keadaan."

Ia menambahkan Jerman sebenarnya mendapatkan cukup banyak peluang dari situasi bola mati. Namun, timnya gagal memanfaatkan momen tersebut untuk membongkar pertahanan rapat Paraguay.

"Kami banyak mendapatkan bola mati dan perlu menemukan cara berbeda untuk mengendalikan permainan, tetapi kami tidak mampu melakukannya," tutup Nagelsmann.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi Jerman setelah kembali gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia. Sementara itu, Paraguay melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi usai menumbangkan salah satu raksasa sepak bola dunia.

(sub)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Amri/Nita dan Leo/Daniel Berebut Medali Emas

Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Amri/Nita dan Leo/Daniel Berebut Medali Emas

Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026, di mana ada dua wakil Indonesia yang akan berebut medali emas yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sindir Status 11 Pemain Diaspora

Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sindir Status 11 Pemain Diaspora

Media Vietnam, The Thao 247 menyindir kepiawaian 11 pemain diaspora dari hasil laga Timnas Indonesia ditahan imbang Malaysia skor 0-0 pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Sebuah video memperlihatkan suasana para penumpang histeris saat ada seekor hewan serangga kecoa terbang dalam gerbong wanita KRL rute Bogor viral di medsos.
Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Turun Peringkat

Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Turun Peringkat

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Selasa (29/9/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia mengalami penurunan posisi karena belum berhasil menambah koleksi medali emas.
Diwarnai Dugaan Politik Uang, Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK

Diwarnai Dugaan Politik Uang, Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK

Pihak yang mengatasnamakan KPK NU mendatangi gedung KPK Merah Putih, Jumat (25/9/2026) untuk melaporkan dugaan politik uang dalam serta transaksi dana dalam proses Muktamar ke-35 NU.
Ferdy Sambo dan 54 Narapidana Diperiksa, Buntut Viralnya "Fasilitas Mewah" Hasil Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo dan 54 Narapidana Diperiksa, Buntut Viralnya "Fasilitas Mewah" Hasil Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong

Beberapa waktu lalu Ferdy Sambo menuai perhatian publik usai viralnya kabar Ombudsman melakukan sidak ke Lapas Cibinong. Simak fakta terbarunya dari Ditjenpas.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT