AS Tersingkir di Piala Dunia 2026, Tapi Polemik Balogun Masih Berlanjut! Kali Ini Giliran Thomas Tuchel yang Buka Suara
- IMAGN IMAGES via Reuters/Jim Rassol
tvOnenews.com - Perjalanan Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah dihajar Belgia dengan skor telak 1-4 pada babak 16 besar.
Meski sudah resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026, polemik mengenai Folarin Balogun yang sebelumnya mendapat kartu merah, tetapi tetap diizinkan FIFA tampil menghadapi Belgia terus bergulir.
Terbaru, pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel sempat memberikan pandangannya terkait keputusan kontroversial FIFA Itu.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Jim Rassol
Menurut Tuchel, keputusan membatalkan larangan bermain Balogun justru memunculkan kebingungan mengenai penerapan aturan disiplin di Piala Dunia 2026.
"Dari mana ini dimulai dan di mana ini berakhir sekarang? Bisakah kita membatalkannya atau tidak? Apa yang sedang terjadi?," kata Thomas Tuchel.
Balogun sebelumnya menerima kartu merah ketika Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar.
Sesuai regulasi turnamen, hukuman itu seharusnya membuat penyerang andalan tuan rumah absen pada pertandingan berikutnya melawan Belgia.
Namun, FIFA memilih tidak menerapkan skorsing otomatis sehingga Balogun tetap bermain memperkuat Amerika Serikat pada fase gugur tersebut.
Belakangan diketahui jika keputusan itu muncul setelah Presiden AS yakni Donald Trump menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk membahas hukuman Balogun.
Sehari kemudian, Trump bahkan menyampaikan terima kasih kepada FIFA karena telah membalikkan ketidakadilan besar.
- Kolase Reuters/Lisi Niesner/Evan Vucci/Steven Bisig
Usai membawa Inggris mengalahkan Meksiko, Tuchel kembali dimintai tanggapan mengenai kemungkinan mengajukan petisi serupa kepada FIFA.
"Pertanyaan yang saya ajukan adalah, di mana batasannya harus ditarik? Saya tidak punya jawaban untuk itu," katanya.
"Apakah kita mengajukan banding jika kartu kuning bukan kartu kuning? Apakah kita berpikir itu bukan kartu merah atau siapa yang berpikir demikian? Dari mana ini dimulai dan di mana ini berakhir? Itulah pertanyaan saya. Saya tidak punya jawabannya." lanjutnya.
Tuchel juga menyindir konsistensi keputusan wasit dengan menyinggung kartu kuning Declan Rice serta Michael Olise saat Prancis menghadapi Paraguay.
"Jadi, apakah kartu kuning kita setelah menit pertama terhadap Declan Rice, kita bisa berdebat tanpa henti. Saya rasa itu bukan kartu kuning. Apakah kita akan mendapatkan kartu ini kembali?" terang Tuchel.
"Apakah Prancis akan mendapatkan kembali kartu kuning untuk Michael Olise yang sebenarnya bukan kartu kuning? Sampai di mana ini akan berakhir? Di mana ini akan berhenti?" tambahnya.
"Saya tidak tahu aturannya. Saya bukan orang yang tepat untuk ditanya. Saya akan menunggu dan melihat apa yang akan terjadi," pungkasnya.
(akg)
Load more