Fans Liverpool Mulai Muak sama Andoni Iraola
- Reuters/Peter Cziborra
Kondisi ini membuat sebagian penggemar mempertanyakan apakah Liverpool sudah memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk menghadapi musim yang panjang dengan tuntutan di berbagai kompetisi.
Salah satu kekhawatiran terbesar adalah ketika pemain utama mengalami cedera atau kelelahan. Sistem Iraola membutuhkan intensitas tinggi dan konsistensi sepanjang pertandingan. Karena itu, kualitas pemain pelapis akan sangat menentukan kemampuan Liverpool mempertahankan gaya permainan tersebut.
Sejumlah pendukung pun melontarkan kritik di media sosial. "Saya belum pernah melihat tim Liverpool yang begitu kekurangan kedalaman. Saya tahu kami mengalami cedera, tetapi ini tidak dapat diterima," tulis salah satu penggemar.
Penggemar lainnya menilai Liverpool tidak mungkin memainkan sepak bola dengan intensitas tinggi jika memiliki skuad yang terlalu tipis. "Anda tidak bisa berharap memainkan sepak bola intensitas tinggi dengan skuad seperti ini," tulis pendukung lainnya.
Ada pula yang berharap komentar Iraola menjadi tanda bahwa Liverpool masih akan aktif di bursa transfer. "Semoga ini berarti ada pekerjaan di pasar transfer," tulis seorang penggemar.
Masih ada waktu
Meski kekalahan dari Monaco memunculkan kekhawatiran, situasi tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan akhir mengenai kemampuan Liverpool di bawah Andoni Iraola.
Liverpool masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kondisi fisik dan taktik sebelum pertandingan kompetitif dimulai. Laga pramusim berikutnya juga akan menjadi kesempatan bagi Iraola untuk menemukan komposisi terbaik sekaligus menentukan pemain mana yang mampu menjalankan tuntutan intensitasnya.
Di sisi lain, kedatangan Araújo memberikan tambahan penting di lini belakang, terutama setelah Liverpool kehilangan Konaté dan menghadapi sejumlah persoalan kebugaran pemain bertahan.
Kekalahan 2-3 dari Monaco pada akhirnya menjadi peringatan dini bagi Liverpool: kualitas pemain utama mungkin cukup menjanjikan, tetapi kedalaman skuad dan kemampuan menjaga intensitas selama 90 menit masih menjadi pekerjaan rumah besar Andoni Iraola.
Load more