Surat Kecil untuk Argentina, Messi: “Setelah Peristiwa yang Menimpa Ayah Saya, Keyakinan Saya Menjadi Jauh Lebih Kuat”
- instagram Leomessi
tvOnenews.com - Sebuah surat kecil tulisan tangan Lionel Messi kembali viral di media sosial. Bukan sekadar karena tulisan itu datang dari salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola, tetapi karena di dalamnya tersimpan keputusan besar untuk mengakhiri perjalanan panjang bersama Timnas Argentina.
Surat tersebut ditulis Messi pada 21 Juli 2026, dua hari setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Namun, surat itu baru dipublikasikan pada 31 Agustus ketika Messi secara resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional.
Dalam bagian paling akhir, terdapat satu kalimat yang kemudian membuat pesan tersebut terasa semakin personal: “Hari ini, setelah peristiwa yang menimpa ayah saya, keyakinan saya menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya.”
Kalimat itu merujuk pada meninggalnya Jorge Messi, ayah sekaligus sosok penting dalam perjalanan karier sang megabintang. Messi mengaku keputusan tersebut sebenarnya sudah dipikirkan setelah final Piala Dunia. Kepergian sang ayah kemudian membuat keyakinannya untuk menutup babak bersama Argentina semakin kuat.
Surat yang Ditulis Setelah Final Piala Dunia
Dalam suratnya, Messi mengatakan bahwa keputusan meninggalkan Timnas Argentina bukan sesuatu yang mudah. Ia memahami bahwa waktunya telah tiba untuk menutup sebuah babak yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade.
“Setelah sekian waktu berlalu sejak laga final, dan setelah memikirkannya, saya ingin menyampaikan kepada semua orang bahwa saya pensiun dari Tim Nasional,” tulis Messi.
Ia juga mengakui bahwa keputusan tersebut terasa menyakitkan.
“Itu adalah keputusan yang menyakitkan, dan hingga kini pun masih terasa perih di dalam jiwa saya, namun saya sadar bahwa waktunya telah tiba.”
Meski demikian, Messi menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan kemampuan terbaik ketika mengenakan seragam Argentina.
“Saya bersumpah bahwa saya selalu mengerahkan segalanya, bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir saat kami memenangkan segalanya, tetapi juga sebelumnya; saya selalu berjuang dan memberikan segenap jiwa raga di lapangan demi seragam ini, demi menghadirkan kebahagiaan dan membuat kalian bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola.”
- instagram Leomessi
Messi kemudian menyadari bahwa perjalanan tersebut juga harus memberi ruang bagi generasi berikutnya.
“Waktu terus berjalan, sebuah babak harus berakhir, dan babak ini terasa sangat berat bagi saya. Saya mencintai, pernah mencintai, dan akan selalu mencintai peran saya di Tim Nasional. Saya telah memberikan segalanya, tidak ada lagi yang bisa saya berikan, dan selain itu, ada banyak pemain-pemain muda yang hebat yang bermunculan dan layak berada di sini.”
“Setelah Peristiwa yang Menimpa Ayah Saya”
Bagian paling personal muncul pada penutup surat. Messi mengungkapkan bahwa tulisan tersebut sebenarnya sudah dibuat pada 21 Juli, dua hari setelah pertandingan final Piala Dunia 2026.
Namun, beberapa minggu kemudian, Jorge Messi meninggal dunia. Peristiwa tersebut membuat keputusan sang kapten semakin mantap.
“Saya menulis kata-kata ini pada tanggal 21 Juli, dua hari setelah laga final. Hari ini, setelah peristiwa yang menimpa ayah saya, keyakinan saya menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya.”
Kalimat tersebut menjadi penutup surat yang sekaligus menjelaskan bahwa keputusan Messi tidak muncul secara tiba-tiba pada akhir Agustus. Ia sudah memikirkan masa depannya bersama Argentina sejak beberapa pekan sebelumnya. Kepergian sang ayah kemudian menjadi salah satu peristiwa yang memperkuat keyakinannya untuk mengakhiri perjalanan tersebut.
Messi juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, pelatih, rekan setim, dan ofisial yang menjadi bagian dari perjalanannya.
“Terima kasih kepada keluarga saya yang selalu ada dan mendampingi saya dalam perjalanan ini, perjalanan yang begitu indah, namun juga penuh tantangan.”
Ia kemudian menutup surat dengan kalimat yang memperlihatkan bahwa pensiun dari tim nasional bukan berarti kecintaannya kepada Argentina berakhir.
“Saya pergi dengan hati yang tenang dan rasa bangga karena telah memberikan, bersama dengan rekan-rekan tim saya, momen-momen yang dulu hanya sebatas impian.”
“Terima kasih, Tuhan, karena telah menjadikan saya orang Argentina. Ayo, Argentina!”
Dari Sempat Pensiun 2016 hingga Menutup Era Argentina
Keputusan Messi pada 2026 menjadi semakin menarik jika melihat kembali perjalanan sebelumnya. Sepuluh tahun lalu, ia juga pernah menyatakan pensiun dari tim nasional setelah Argentina kalah dari Chile dalam final Copa América Centenario 2016.
Saat itu, Messi bahkan mengatakan, “Buat saya, tim nasional selesai.”
Namun, keputusan tersebut ternyata tidak menjadi akhir. Hanya 66 hari setelah mengumumkan pensiun pada 2016, Messi kembali mengenakan seragam Argentina. Beberapa tahun kemudian, perjalanan yang sempat dipenuhi kegagalan di final berubah menjadi salah satu periode paling sukses dalam sejarah tim nasional tersebut.
Messi akhirnya meraih Copa América 2021, Piala Dunia 2022, dan kembali menjadi juara Copa América pada 2024. AFA mencatat perjalanan tersebut sebagai bagian dari lebih dari dua dekade karier Messi bersama Argentina, sejak debut pada 2005 hingga pertandingan terakhirnya pada 2026.
Pada akhirnya, Messi meninggalkan Timnas Argentina dengan 207 penampilan dan 125 gol, sekaligus menjadi pemain dengan jumlah penampilan dan gol terbanyak dalam sejarah Albiceleste. Ia juga menutup karier internasional setelah lebih dari 20 tahun membela negaranya.
Surat kecil yang kembali viral itu pun memiliki makna berbeda sekarang. Pada 2016, Messi pernah menulis seolah perjalanan bersama Argentina telah berakhir. Sepuluh tahun kemudian, ia benar-benar menutup bab tersebut.
Bedanya, kali ini Messi pergi setelah melewati hampir seluruh impian yang pernah dikejarnya bersama Argentina. (udn)
Load more