Setelah 2 Bulan, Anthony Gordon Akhirnya Buka Suara usai Ditarik Thomas Tuchel di Semifinal Piala Dunia 2026
- Action Images via Reuters/Jason Cairnduff
Jakarta, tvOnenews.com - Penyerang Timnas Inggris, Anthony Gordon, akhirnya buka suara soal keputusan Thomas Tuchel menariknya keluar. Itu berujung kepada kekalahan di semifinal Piala Dunia 2026.
The Three Lions keluar sebagai tim peringkat ketiga Piala Dunia 2026 lalu setelah mengalahkan Prancis dengan skor 6-4 dalam laga playoff tempat ketiga. Namun, mereka sebenarnya bisa saja masuk ke final jika keunggulan dari Argentina tidak sirna di menit-menit akhir.
Dalam laga yang digelar pada Juli lalu, Inggris berhasil unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, penyerang Barcelona itu kemudian diganti pada menit ke-72, dengan Tuchel memasukkan Ezri Konsa untuk menggantikannya.
Argentina, sebaliknya, tampil agresif dengan Lionel Scaloni mengirim Lautaro Martinez ke lapangan. Hasilnya, sang striker Inter Milan mencetak gol kemenangan setelah menyambung gol penyeimbang Enzo Fernandez.
Skor 2-1 mengakhiri laga tersebut dan keputusan Tuchel menggantikan Gordon menjadi sorotan. Sebab, dia menerapkan skema 5-4-1 ketika sedang unggul.
Setelah dua bulan berlalu, Gordon akhirnya buka suara soal momen tersebut. Sang penyerang berusia 25 tahun mengaku sempat kaget dengan keputusan Tuchel pada saat itu.
"Ya, saya [terkejut], jujur saja. Hanya karena saya baru saja mencetak gol,” kata mantan penyerang Newcastle United itu, dilansir Goal International.
Gordon menekankan bahwa dirinya akan menjadi lebih baik ketika bermain dengan adrenalin. Itu memberikannya tenaga untuk beraksi di lapangan.
“Saya tipe pemain yang, seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, sangat bagus ketika bermain dengan adrenalin. Ketika saya mencetak gol, biasanya saya tidak banyak mengalami pertandingan buruk karena saya masuk ke mode kepercayaan diri yang tak tergoyahkan,” tambahnya.
“Itu membuat saya merasa berada di puncak dunia. Terutama pada saat itu, di panggung itu, saya merasa sangat baik," tandasnya.
Tuchel sendiri menjelaskan keputusannya pada saat itu. Dia hanya berpikir untuk menyelamatkan diri karena anak-anak asuhannya sangat kelelahan.
"Kami kebobolan peluang tepat sebelum jeda minum. Saya pikir kami tidak akan selamat. Ini adalah kematian," aku Tuchel.
"Saya berpikir: 'Oke, mari kita ubah formasi menjadi lima bek, 5-4-1.' Terlalu dini untuk pola pikir itu. Pertandingan melawan Kongo, Miami, dan Norwegia, lalu Meksiko dan ketinggian. Kami sangat lelah," tuturnya. (rda)
Load more