News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Beda Nasib dengan Thom Haye dan Calvin Verdonk, Perjuangan Cristian Gonzales Jalani Proses Naturalisasi Menyisakan Pilu: Demi Indonesia…

Butuh keyakinan yang besar untuk menjadi pemain naturalisasi dan membela Timnas Indonesia, namun proses yang mereka lalui jauh berbeda dengan Cristian Gonzales
Senin, 17 Juni 2024 - 19:30 WIB
Cristian Gonzales melewati proses naturalisasi dengan kisah yang pilu
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews.com

tvOnenews.com - Timnas Indonesia kini banyak diperkuat oleh pemain-pemain naturalisasi sesuai dengan desain strategi yang dibuat oleh pelatih Shin Tae-yong.

Sejumlah pemain Timnas Indonesia yang telah melalui proses naturalisasi seperti Thom Haye, Nathan Tjoe-A-On, Ragnar Oratmangoen, Calvin Verdonk, Maarten Paes, Justin Hubner, Jay Idzes dan masih banyak lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tentunya, para pemain naturalisasi ini rela berpindah status menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) karena kecintaannya kepada Tanah Air dan ingin membela Timnas Indonesia.

Meski butuh keyakinan yang besar untuk menjadi pemain naturalisasi dan membela Timnas Indonesia, namun proses yang mereka lalui jauh berbeda dengan Cristian Gonzales.

Belum lama ini, mantan pemain Timnas Indonesia, Cristian Gonzales mengunggah sebuah video di akun media sosial Instagramnya mengenai perjuangannya saat jalani proses naturalisasi.

Seperti apa kisah Cristian Gonzales saat itu? Simak informasinya berikut ini.

Cristian Gonzales
Cristian Gonzales. (Ist)

Melalui akun media sosial Instagramnya, @el_locogoliadorcg10_, Cristian Gonzales menceritakan kisah pilu yang dihadapinya saat 5 tahun menjalani proses naturalisasi.

Pria yang akrab disapa El Loco ini mengatakan bahwa proses mendapatkan status sebagai WNI tidak semudah saat ini.

Ia harus mengikuti aturan di Indonesia untuk tetap bertahan dan tidak boleh keluar dari negara Indonesia selama 5 tahun.

Bahkan dirinya tidak boleh pulang ke negara asalnya, Uruguay.

“Waktu itu aturan harus 5 tahun saya nggak boleh pulang ke negara saya, ya untuk tetap menjadi pemain naturalisasi,” ungkap Cristian Gonzales saat diwawancarai oleh Rosianna Silalahi yang diunggah melalui media sosial @el_locogoliadorcg10_.

“Tidak seperti sekarang, karena dulu saya harus ikut aturan yang ada di Indonesia ya, saya main di Indonesia,” sambungnya.

Padahal dalam kurun waktu tersebut, ia menerima kabar duka dari keluarganya di Uruguay, yaitu sang ayah, kakak, bahkan adiknya meninggal dunia.

Saat itu menjadi momen terberat bagi El Loco, namun ia tidak boleh kembali ke negara asalnya lantaran masih dalam proses naturalisasi.

“Waktu itu ada banyak musibah ya, papa saya meninggal, kakak saya sama adik. Demi Indonesia dan jadi Warga Negara Indonesia, nggak bisa pulang sama sekali,” ujarnya.

“Walaupun saya sedih, tapi nggak bisa pulang,” terusnya.

Mengenai proses naturalisasi yang kini berbeda jauh dengannya saat itu, El Loco justru tak mengambil pusing mengenai hal tersebut.

Sebab, ia menilai hal ini bukan urusannya. Namun, Cristian mengaku senang dengan para pemain naturalisasi karena ingin membela Indonesia dan perkuat Timnas Indonesia.

“Tentang proses mereka itu bukan urusan saya ya, saya ikut senang sama mereka. Tapi untuk saya sendiri kualitas mereka saya lihat bagus mereka,” kata Cristian Gonzales.

“Yang terpenting mereka datang disini untuk bisa bantu pemain lokal kita agar Indonesia bisa mendapatkan prestasi,” lanjutnya.

Cristian Gonzales
Cristian Gonzales. (Ist)

Sebagai informasi, pemilik nama lengkap Cristian Gerard Alfaro Gonzales ini resmi menjadi WNI pada November 2010 saat perkuat Persib Bandung.

Pria yang lahir pada 30 Agustus 1976 di Montevideo, Uruguay ini mengawali karirnya di dunia sepak bola bersama klub Sud America di Uruguay. 

Pada tahun 2003, Gonzales digaet PSM Makassar dan diboyong ke Indonesia. Selanjutnya, ia pindah ke Persik Kediri pada 2005, kemudian ke Persib Bandung pada 2009.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat di Persib inilah, Gonzales melakukan proses naturalisasi yang sudah ia niati sejak tahun 2004. 

Namun, syarat naturalisasi mengharuskan tidak bepergian ke luar negeri dalam kurun lima tahun. Hal ini menjadi tantangan berat terlebih saat saudara dan ayahnya meninggal dunia di Uruguay. (Kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kontroversi Wasit Rugikan Timnas Indonesia saat Lawan Malaysia, Justin Hubner: Walau 10 Pemain, Gawang Kami Masih Clean Sheet

Kontroversi Wasit Rugikan Timnas Indonesia saat Lawan Malaysia, Justin Hubner: Walau 10 Pemain, Gawang Kami Masih Clean Sheet

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia usai sejumlah keputusan kontroversial wasit rugikan Garuda. Tetapi, Justin Hubner tegaskan skuad Garuda tetap kuat.
Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia "Dikit-Dikit Kursi, Dikit-Dikit Sakit", Wamenhaj: Seharusnya Membimbing

Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia "Dikit-Dikit Kursi, Dikit-Dikit Sakit", Wamenhaj: Seharusnya Membimbing

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan pembimbing umrah diduga menghina jemaah lansia. 
Gagal Kalahkan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Malaysia Justru Merasa Puas dengan Hasil Imbang

Gagal Kalahkan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Malaysia Justru Merasa Puas dengan Hasil Imbang

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, merasa puas untuk bisa memetik satu poin dari Timnas Indonesia. Padahal, mereka unggul jumlah pemain sejak pengujung babak pertama.
Pelatih Malaysia Bicara Jujur soal Kartu Merah Thom Haye usai Main Imbang Tanpa Gol Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Malaysia Bicara Jujur soal Kartu Merah Thom Haye usai Main Imbang Tanpa Gol Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, berbicara jujur soal kartu merah yang diberikan kepada Thom Haye. Dia mengakui bahwa itu mengubah jalannya permainan melawan Timnas Indonesia.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Yakin Bisa Raih Medali Emas di Asian Games 2026

Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Yakin Bisa Raih Medali Emas di Asian Games 2026

Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia, Deni Fianda mengaku optimistis bahwa tim Merah Putih bisa meraih medali emas di Asian Games 2026. Rasa percaya diri ini ditunjukkan usai skuad Garuda mampu tampil apik.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT