GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Tristan Alif Naufal? Bocah Ajaib yang Pernah Dipuji Pep Guardiola itu Kini Jadi Pelatih di Shin Tae-yong Academy

Masih ingat Tristan Alif Naufal? Bocah ajaib sepak bola Indonesia yang pernah dipuji Pep Guardiola. Simak perjalanan lengkapnya.
Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:17 WIB
Tristan Alif Naufal bersama mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong
Sumber :
  • Instagram/@tristan_alif_naufal

tvOnenews.com - Nama Tristan Alif Naufal pernah menjadi simbol harapan besar sepak bola Indonesia.

Saat usianya masih sangat belia, Tristan sudah mencuri perhatian publik, bahkan hingga level dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi-aksinya di lapangan sempat membuat banyak orang percaya bahwa Indonesia memiliki calon bintang besar di masa depan.

Tristan pertama kali dikenal luas setelah sebuah video aksinya berjudul “Tristan Alif Naufal (Indonesia Football Star on The Making)” viral di YouTube pada 2012.

Tristan Alif Naufal eks wonderkid Indonesia
Tristan Alif Naufal eks wonderkid Indonesia
Sumber :
  • kolase foto Instagram/tristan_alif_naufal

Saat itu, ia masih berusia tujuh tahun, tetapi skill, keberanian, dan kepercayaan dirinya sudah berada di atas rata-rata anak seusianya.

Video tersebut menyebar cepat dan menarik perhatian banyak pihak, termasuk pelatih top dunia.

Salah satu momen paling ikonik dalam perjalanan awal Tristan adalah ketika ia berkesempatan menunjukkan kemampuannya langsung di hadapan Pep Guardiola, yang kala itu masih menangani Barcelona.

Guardiola terkesan dengan bakat Tristan dan sempat merekomendasikannya untuk menimba ilmu di akademi La Masia. Namun, rencana tersebut urung terwujud karena kendala administrasi.

Meski gagal ke Spanyol, langkah Tristan tak berhenti.

Pada 2013, ia bergabung dengan Akademi Ajax Amsterdam. Bakatnya kembali mendapat pengakuan hingga menarik minat Feyenoord Rotterdam.

Di Belanda, Tristan mencatatkan prestasi yang cukup mentereng untuk pemain muda, mulai dari gelar MVP Ajax International Cup 2014, pemain terbaik kategori 1v1, hingga Coerver Netherlands Master Skillz 2014.

Sayangnya, seiring bertambahnya usia, jalan karier Tristan di Eropa tidak selalu mulus.

Berbagai kendala non-teknis membuatnya kesulitan bertahan lama. 

Ia sempat melanjutkan petualangan ke Spanyol dengan bergabung ke akademi CD Leganés pada 2016, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Di Tanah Air, Tristan bergabung dengan sejumlah sekolah sepak bola seperti ASIOP dan Kabomania. 

Namanya sempat kembali mencuat pada 2019 ketika ia mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-16 di bawah arahan Bima Sakti. 

Namun, kesempatan itu belum berpihak kepadanya karena ia gagal menembus skuad akhir.

Perjalanan profesional Tristan kemudian berlanjut di level kompetisi nasional. 

Ia sempat membela Nathan Lebak FC di Liga 3 Banten musim 2023/2024, meski kiprahnya bersama tim tersebut tidak berakhir dengan hasil istimewa. 

Tak lama berselang, Tristan mencoba jalur berbeda dengan beralih ke futsal dan bergabung dengan Halus FC di ajang Liga Futsal Profesional 2023/2024.

Karier futsalnya pun tak berjalan panjang. 

Pada akhir 2024, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20, Tristan mengejutkan publik dengan keputusan untuk pensiun dari dunia sepak bola dan futsal sebagai pemain aktif. 

Keputusan ini sempat menimbulkan tanda tanya besar, mengingat usianya masih sangat muda.

Namun, pensiun ternyata bukan akhir dari segalanya. 

Tristan memilih jalur baru di dunia yang sama. 

Pada awal 2025, ia resmi diperkenalkan sebagai salah satu pelatih di Shin Tae-yong Academy. 

Di sana, ia akan bertugas mendampingi pelatih kepala Na Hyosung, bersama staf pelatih lainnya.

Pengalaman panjang Tristan sejak usia dini, mulai dari akademi elite Eropa hingga kompetisi profesional di Indonesia, menjadi bekal utamanya di dunia kepelatihan. 

Kini, ia tak lagi mengejar mimpi sebagai pemain, melainkan membantu generasi muda Indonesia agar bisa berkembang dan belajar dari perjalanan yang pernah ia lalui.

Kisah Tristan Alif Naufal menjadi pengingat bahwa jalan karier sepak bola tidak selalu lurus. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari wonderkid yang dielu-elukan, sempat meredup, hingga akhirnya bangkit dengan peran baru, Tristan kini memulai babak baru.

(tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Momen Lucu Layar Error saat Presentasi Data, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Ini Resolusinya Jelek, Zoom Out!

Momen Lucu Layar Error saat Presentasi Data, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Ini Resolusinya Jelek, Zoom Out!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos sempat dihadapi momen lucu perkara mimbar dan layar error saat presentasi data di acara Musrenbang RKPD 2027.
Media Italia Mulai Cemas Jay Idzes Terancam Absen Ketiga Kalinya di Sassuolo: Kembalinya Sangat Berharga

Media Italia Mulai Cemas Jay Idzes Terancam Absen Ketiga Kalinya di Sassuolo: Kembalinya Sangat Berharga

Kondisi Jay Idzes kembali menjadi sorotan jelang laga penting Sassuolo kontra Lecce di Serie A. Media Italia akui peran bek Timnas Indonesia sulit digantikan.
Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, secara tegas meminta agar babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat dilakukan pertandingan ulang. 
Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag

Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag

Begini nasib dari ratusan santri dan santriwati Ponpes Ndholo Kusumo yang ditutup Kemenag RI setelah pengasuhnya yaitu Kiai Ashari ditetapkan sebagai tersangka.
Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti rendahnya durasi kunjungan wisatawan di Kota Cirebon yang rata-rata hanya bertahan satu hari. 
Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui salah dan minta maaf, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ungkap kesedihan serta kejadian yang dialaminya usai viral.

Trending

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 kalah dari Jepang dengan skor akhir 1-3 di Lapangan A Kawasan Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Selasa (12/5/2026) malam. 
MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

Seusai Terseret dalam polemik jawaban siswi yang disalahkan juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, sang MC yang bertugas Shindy Lutfiana menyampaikan permohonan maaf
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT