Tendangan Kung Fu Liga 4 Jatim Gegerkan Asia Tenggara, Media Malaysia: Seperti Adegan Film Komedi
- tangkapan layar
Perbincangan tersebut bahkan meluas hingga ke luar negeri. Media Malaysia, Stadium Astro, turut menyoroti kejadian tersebut dalam artikelnya. Mereka menuliskan bahwa insiden di Liga 4 Jawa Timur itu mencuri perhatian pecinta sepak bola dunia.
"Pertandingan antara Putra Jaya Pasuruan dan Perseta 1970 mencuri perhatian penggemar sepak bola di seluruh dunia ketika seorang pemain ditendang di dada saat pertandingan berlangsung."
"Dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur, seorang pemain yang mengenakan jersey kuning sengaja menendang, menyebabkan perkelahian antara kedua tim di tengah lapangan."
"Rata-rata, para penggemar yang berkomentar setelah menonton video tersebut mengatakan bahwa aksi tersebut tampak seperti adegan dari film komedi, Shaolin Soccer," tulis Stadium Astro.
Sorotan media asing ini menambah panjang daftar kasus yang mencoreng wajah sepak bola Indonesia di mata internasional.
Permintaan Maaf hingga Pemecatan Pemain oleh Klub
Usai pertandingan, Firman Nugraha mengungkapkan bahwa Muhammad Hilmi sempat menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Namun, menurut Firman, sikap sang pemain belum menunjukkan penyesalan yang tulus.
"Pemain sudah meminta maaf tapi agak tidak ada itikadnya," ujar Firman.
Menanggapi insiden tersebut, manajemen Putra Jaya Pasuruan bergerak cepat dengan mengambil langkah tegas.
Klub memutuskan untuk memberhentikan Muhammad Hilmi Gimnastiar dari skuad. Keputusan ini diumumkan melalui surat keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram PS Putra Jaya Sumurwaru.
Dalam pernyataan resminya, manajemen menegaskan bahwa tindakan Hilmi bertentangan dengan asas sepak bola dan melanggar prinsip sportivitas.
"Dengan adanya kejadian laga Liga 4 babak 32 besar zona Jatim antara PS. Putra Jaya Sumurwaru tertanggal 05 Januari 2026 pukul 14.36 WIB di stadion Bangkalan Madura yang menyebabkan cederanya pemain Perseta 1970."
"Maka kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami yang bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar," bunyi pernyataan resmi klub.
Selain itu, Putra Jaya Pasuruan juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Perseta Tulungagung dan Firman Nugraha atas insiden yang terjadi.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran penting agar nilai sportivitas tetap dijunjung tinggi di semua level kompetisi sepak bola Indonesia. (udn)
Load more