Pelaku Pelemparan Petasan ke Emil Audero Dihukum 4 Tahun Larangan Beraktivitas di Sepak Bola
- Lega Serie A
Jakarta, tvOnenews.com - Pelaku pelemparan petasan ke arah pemain Timnas Indonesia, Emil Audero mendapatkan hukuman empat tahun larangan beraktivitas di sepak bola.
Insiden pelemparan petasan yang melukai Emil Audero sempat menghentikan pertandingan antara US Cremonese dan Inter Milan akhirnya menemukan titik terang.
Seorang ultras Inter berusia 19 tahun resmi dijatuhi hukuman larangan menghadiri seluruh aktivitas sepak bola selama empat tahun.
Dilansir dari laman Il Giornale, keputusan tersebut dikeluarkan oleh otoritas keamanan setempat setelah insiden yang terjadi pada 1 Februari lalu di Stadion Zini, Cremona.
Petasan yang dilempar pelaku meledak di dekat penjaga gawang Cremonese, Emil Audero, memaksa wasit menghentikan pertandingan sementara demi alasan keselamatan.
Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah babak kedua dimulai. Ledakan terdengar dari area lapangan dan asap tipis terlihat mengepul di sekitar kotak penalti.
Emil Audero menjadi korban satu-satunya dengan terlempar sehingga membuat telinganya sakit dan kakinya luka-luka.
Wasit memutuskan menghentikan laga untuk memastikan kondisi pemain dan situasi stadion benar-benar aman sebelum pertandingan dilanjutkan. Ketegangan sempat terasa di tribun, sementara aparat keamanan bergerak cepat mengidentifikasi pelaku.
Aparat pun menangkap pelaku lewat rekaman. Sang pelaku pun menjalani tahanan rumahan sekaligus sanksi berupa Daspo. Daspo adalah Divieto di Accedere alle manifestazioni SPOrtive, yakni larangan menghadiri seluruh kegiatan olahraga, khususnya sepak bola, selama empat tahun ke depan.
Hukuman ini merupakan bagian dari langkah tegas Kepolisian Negara Italia dalam menekan kekerasan dan gangguan keamanan di stadion.
Pihak Kepolisian menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil dalam rangka menjaga ketertiban umum dan memberikan efek jera terhadap tindakan serupa di masa mendatang, khususnya di area Stadion Zini yang beberapa kali menjadi sorotan.
Dalam pernyataan yang sama, otoritas Cremona juga mengumumkan 20 Daspo tambahan terkait bentrokan sebelum laga US Cremonese kontra SSC Napoli pada 28 Desember lalu.
Total masa larangan dari 20 orang tersebut mencapai 50 tahun secara kolektif. Mereka terdiri atas 16 ultras Napoli dan empat pendukung Cremonese.
Menurut hasil investigasi, sekitar 20 ultras Napoli datang ke Cremona menggunakan kendaraan sewaan dan bergerak berkelompok di sekitar stadion. Dalam pergerakan tersebut, terjadi dugaan penyerangan terhadap sejumlah suporter tuan rumah.
Load more