GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dulu Kawan Sekarang Jadi Lawan! Aleksandar Dimitrov Siap ‘Hantam’ Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Dalam konteks FIFA Series 2026, duel ini bisa menjadi ujian awal bagi John Herdman sekaligus pembuktian bagi Aleksandar Dimitrov yang pernah memahami
Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:11 WIB
Dulu Kawan Sekarang Jadi Lawan! Aleksandar Dimitrov Siap ‘Hantam’ Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Dulu berdiri di pinggir lapangan sebagai bagian dari Timnas Indonesia, kini Aleksandar Dimitrov datang kembali dengan status berbeda: lawan. 

Kisah unik ini menjadi salah satu sorotan jelang FIFA Series 2026 di Jakarta, apalagi momen tersebut juga bertepatan dengan era baru skuad Garuda di bawah John Herdman

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertemuan ini tak sekadar pertandingan biasa, melainkan reuni emosional yang berpotensi penuh tensi.

Bagi Dimitrov, Indonesia bukan tempat asing. Ia pernah menjadi bagian dari perjalanan sepak bola nasional, baik sebagai pemain maupun pelatih

Namun kali ini, ia hadir sebagai nakhoda Timnas Bulgaria yang siap menantang Garuda di ajang internasional. 

Dalam konteks FIFA Series 2026, duel ini bisa menjadi ujian awal bagi Herdman sekaligus pembuktian bagi Dimitrov yang pernah memahami “dapur” sepak bola Indonesia dari dalam.

Jejak Dimitrov di Indonesia: Dari Persipura hingga Timnas

Nama Aleksandar Dimitrov memang tak asing bagi pencinta sepak bola Tanah Air. Jauh sebelum menjadi pelatih Bulgaria, ia sempat merumput di Indonesia bersama Persipura Jayapura pada periode 2003 hingga 2005. 

Sebagai gelandang, ia memperkuat skuad Mutiara Hitam yang kala itu dihuni pemain-pemain top seperti Boaz Solossa hingga Ronny Wabia.

Kariernya di Indonesia tak berhenti sebagai pemain. Setelah pensiun, Dimitrov kembali dengan peran baru sebagai asisten pelatih Persipura pada musim 2006-2007. 

Saat itu, ia bekerja di bawah arahan Ivan Kolev, sosok penting yang kemudian membawanya masuk ke Timnas Indonesia.

Kebersamaan Dimitrov dan Kolev berlanjut ketika keduanya menangani Timnas Indonesia pada 2007. 

Salah satu momen paling dikenang adalah kemenangan 2-1 atas Bahrain di laga pembuka Piala Asia 2007. Sayangnya, langkah Garuda terhenti setelah kalah dari Arab Saudi dan Korea Selatan.

Kembali ke Jakarta sebagai Lawan di FIFA Series 2026

Kini, hampir dua dekade berselang, Dimitrov kembali ke Jakarta dalam kapasitas berbeda. Ia akan memimpin Bulgaria di FIFA Series 2026 yang digelar pada 27 hingga 30 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Pelatih Timnas Bulgaria Aleksandar Dimitrov
Pelatih Timnas Bulgaria Aleksandar Dimitrov
Sumber :
  • Instagram/team.bulgaria

Turnamen ini juga diikuti oleh Timnas Indonesia, Timnas Saint Kitts dan Nevis, serta Timnas Kepulauan Solomon. Format kompetisi mempertemukan pemenang laga pembuka di partai final.

Bulgaria dijadwalkan menghadapi Kepulauan Solomon lebih dulu. Jika menang, Dimitrov berpeluang besar berhadapan langsung dengan Indonesia di final, tentu dengan cerita emosional yang menyertainya.

Dalam keterangannya kepada media Bulgaria Topsport, Dimitrov menyambut antusias turnamen ini:

"FIFA telah mengonfirmasi bahwa kami akan berpartisipasi dalam turnamen di Indonesia."

"Ini adalah edisi kedua, turnamen ini terus berkembang dan akan memberi kami kesempatan untuk menghadapi gaya sepak bola yang berbeda, tim dari benua lain dengan mentalitas yang berbeda pula."

"Ini akan membantu kami dari sudut pandang komunikasi," jelasnya.

Kenangan Mendalam dan Pandangan Dimitrov tentang Indonesia

Pengalaman panjang di Indonesia meninggalkan kesan mendalam bagi Dimitrov. Ia bahkan menyebut atmosfer sepak bola di Tanah Air begitu luar biasa, hingga sulit dilupakan.

"Saya menghabiskan tiga tahun yang indah di Indonesia. Di sana, sepak bola adalah agama. Bahkan saat latihan saja bisa dihadiri hingga 5.000 orang."

Pernyataan tersebut menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional Dimitrov dengan Indonesia. Namun di lapangan nanti, sentimen itu harus dikesampingkan demi profesionalitas sebagai pelatih Bulgaria.

Menjelang FIFA Series 2026, Dimitrov juga aktif memantau perkembangan pemain. Ia bahkan sempat melakukan pemantauan di Antalya, Turki, bersama asistennya, Yavor Valchinov.

"Saya ingin berterima kasih kepada Federasi Sepak Bola Bulgaria karena telah mengatur perjalanan ini untuk saya dan Yavor Valchinov."

"Kami menonton beberapa pertandingan sehari, melakukan analisis, dan akan menyiapkan laporan untuk dipresentasikan kepada direktur olahraga," ungkapnya.

Pertemuan potensial antara Indonesia dan Bulgaria di FIFA Series 2026 bukan sekadar laga biasa. Ini adalah kisah tentang masa lalu yang kembali hadir dalam bentuk persaingan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di satu sisi ada Dimitrov yang pernah menjadi bagian dari Garuda, di sisi lain ada John Herdman yang sedang memulai era baru. 

Jika keduanya benar-benar bertemu di final, laga ini dipastikan sarat emosi, strategi, dan nostalgia yang tak terlupakan. (udn)
 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pramono Anung: Jakarta Siap Sambut Pendatang Baru, Tak Ada Operasi Yustisi

Pramono Anung: Jakarta Siap Sambut Pendatang Baru, Tak Ada Operasi Yustisi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan, pihaknya bersiap diri menyambut kedatangan para pendatang baru dari kampung yang ingin bekerja di Jakarta. 
Isi Pertemuan Prabowo dengan Megawati Dibocorkan Hasto

Isi Pertemuan Prabowo dengan Megawati Dibocorkan Hasto

Isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dibocorkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Semakin Memanas, Iran Bombardir Pangkalan Militer Inggris di Samudera Hindia

Semakin Memanas, Iran Bombardir Pangkalan Militer Inggris di Samudera Hindia

Iran dilaporkan meluncurkan serangan dengan dua rudal balistik ke pangkalan militer Inggris yang digunakan Amerika Serikat di Pulau Diego Garcia, di tengah-tengah Samudra Hindia.
Penahanan Gus Yaqut Dialihkan KPK ke Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam

Penahanan Gus Yaqut Dialihkan KPK ke Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam

Belakangan ini publik mempertanyakan terkait menghilangnya mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK
Terungkap, Alasan Utama Menkeu Purbaya Tidak Suntik Modal ke Agrinas Pangan

Terungkap, Alasan Utama Menkeu Purbaya Tidak Suntik Modal ke Agrinas Pangan

Terungkap, alasan Utama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak akan memberikan penyertaan modal negara ke Agrinas Pangan Nusantara dalam mengerjakan program Koperasi
Anies Baswedan Berkomentar Menohok soal Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus

Anies Baswedan Berkomentar Menohok soal Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus

Kasus aktivis KontraS Andrie Yunus masih menyedot perhatian publik. Bahkan menuai komentar menohok eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Diketahui, bebergai

Trending

3 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Berhasil Keluar sebagai Juara di FIFA Series 2026

3 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Berhasil Keluar sebagai Juara di FIFA Series 2026

Jika Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan dalam rangkaian turnamen FIFA Series 2026, setidaknya ada tiga hal bersejarah yang akan terjadi. Apa saja itu?
Semakin Memanas, Iran Bombardir Pangkalan Militer Inggris di Samudera Hindia

Semakin Memanas, Iran Bombardir Pangkalan Militer Inggris di Samudera Hindia

Iran dilaporkan meluncurkan serangan dengan dua rudal balistik ke pangkalan militer Inggris yang digunakan Amerika Serikat di Pulau Diego Garcia, di tengah-tengah Samudra Hindia.
Suara Hati Megawati Hangestri Jelang Final Four Proliga 2026

Suara Hati Megawati Hangestri Jelang Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri memaknai momen Lebaran sebagai waktu untuk pulang, mengenang, dan memperkuat mental jelang Final Four Proliga 2026. Megatron
Idul Fitri Sudah Berlalu, Boleh atau Tidak Puasa Syawal Tidak Berurutan? Buya Yahya Beri Penjelasannya

Idul Fitri Sudah Berlalu, Boleh atau Tidak Puasa Syawal Tidak Berurutan? Buya Yahya Beri Penjelasannya

Buya Yahya mengambil penjelasan dari Mazhab Imam Syafi'i. Di dalamnya, hukum puasa Syawal selama enam hari tidak dilakukan secara berturut-turut masih sah.
Penahanan Gus Yaqut Dialihkan KPK ke Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam

Penahanan Gus Yaqut Dialihkan KPK ke Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam

Belakangan ini publik mempertanyakan terkait menghilangnya mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK
Isi Pertemuan Prabowo dengan Megawati Dibocorkan Hasto

Isi Pertemuan Prabowo dengan Megawati Dibocorkan Hasto

Isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dibocorkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Terungkap, Alasan Utama Menkeu Purbaya Tidak Suntik Modal ke Agrinas Pangan

Terungkap, Alasan Utama Menkeu Purbaya Tidak Suntik Modal ke Agrinas Pangan

Terungkap, alasan Utama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak akan memberikan penyertaan modal negara ke Agrinas Pangan Nusantara dalam mengerjakan program Koperasi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT