Luke Vickery Siap Jadi Mesin Gol Timnas Indonesia? Vickery: Saya Bisa Mewakili Australia, AS, atau Indonesia
- instagram Luke Vickery
tvOnenews.com - Pernyataan terbuka Luke Vickery soal peluang membela Timnas Indonesia langsung menyita perhatian publik jelang FIFA Series 2026.
Di tengah persiapan skuad Garuda menghadapi turnamen internasional tersebut, sosok penyerang muda berdarah Indonesia ini muncul sebagai kandidat kuat tambahan amunisi lini depan.
Apalagi, momentum ini bertepatan dengan era baru di bawah John Herdman yang tengah merancang komposisi tim idealnya.
Kehadiran pemain diaspora seperti Vickery dinilai bisa menjadi solusi atas kebutuhan striker tajam di Timnas Indonesia.
Selama ini, lini serang Garuda masih mencari kombinasi terbaik di level senior.
Dengan gaya bermain fleksibel dan pengalaman di kompetisi Australia, Vickery berpotensi menjadi kepingan penting dalam proyek Herdman, terutama jika proses naturalisasinya berjalan mulus sebelum FIFA Series 2026.
Terbuka Bela Indonesia, Vickery Ungkap Komunikasi Awal
Nama Luke Vickery memang mulai mencuat setelah masuk dalam radar naturalisasi Timnas Indonesia.
Bahkan, staf khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, menyebut Vickery sebagai salah satu diaspora yang tengah dipantau bersama Demiane Agustien.
- instagram Luke Vickery
Dalam wawancaranya, Vickery secara terang-terangan menyatakan ketertarikannya membela Indonesia. Ia juga mengungkap bahwa komunikasi awal sudah mulai terjalin.
"Saya bisa mewakili Australia, AS, atau Indonesia," kata Vickery dikutip dari The Examiner.
"Indonesia cukup tertarik. Telah ada sedikit komunikasi antara kami untuk melihat opsi-opsi yang berbeda. Eksposur yang bisa saya dapatkan sebagai pemain," jelasnya.
Tak hanya itu, dalam wawancara bersama Yussa Nugraha, pemain berusia 20 tahun tersebut menegaskan fleksibilitas posisinya di lini depan.
"Saya bisa bermain sebagai striker, tapi biasanya bermain sebagai pemain sayap," ujarnya.
"Mau penyerang sayap kiri atau kanan tidak masalah. Saya suka keduanya. Aku bisa menggunakan kedua kaki," tambahnya.
Performa di Australia Jadi Modal Kuat
Saat ini, Luke Vickery bermain untuk Macarthur FC di kompetisi A-League. Penampilannya musim ini terbilang menjanjikan dengan catatan empat gol dan satu assist dari 19 pertandingan.
Total menit bermainnya mencapai 1.154 menit, angka yang menunjukkan kepercayaan pelatih terhadapnya.
Perkembangan ini juga menjadi titik balik setelah sebelumnya ia kesulitan mendapatkan menit bermain saat memperkuat Western United. Ia mengakui perjalanan kariernya tidak selalu mulus.
"Dua musim terakhir saya berada di West United di Melbourne," ujarnya.
"Di sana saya tidak benar-benar bermain terlalu banyak."
"Secara keseluruhan mungkin 10 pertandingan sebagai pemain supersub, bermain selama 5-10 menit."
Namun kini, ia mulai menemukan ritme permainan terbaiknya.
"Pertama untuk tim, menurutku kami belum menemukan permainan yang terbaik sebagai tim dengan banyak pemain yang berkualitas."
"Aku pikir kami bisa meraih hasil yang lebih baik di klasemen," imbuhnya.
- instagram Luke Vickery
Terpikat Atmosfer Garuda dan Darah Indonesia
Salah satu faktor yang membuat Vickery tertarik membela Indonesia adalah atmosfer sepak bola Tanah Air.
Ia pernah merasakan langsung euforia suporter saat tampil di ajang Piala Asia U-20 bersama Australia.
Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya.
"Saya pernah bermain di Timnas Australia U-20 di Piala Asia U-20. Saat itu bermain di Surabaya."
"Jadi saya hanya pernah ke Indonesia sekali itu dan itu benar-benar membuat saya takjub dengan suporter yang 30-35 ribu di stadion. Sangat bersemangat."
"Ketika Anda bermain di depan pendukung yang sangat bersemangat, itu terbaik. Keren untuk dilihat," ungkapnya.
Selain itu, Vickery juga memiliki garis keturunan Indonesia dari sang nenek.
"Nenek saya lahir di Indonesia, di Sumatra, kemudian orang tua dia lahir di Belanda," jelasnya.
"Tapi dia lahir di Indonesia, pernah tinggal di sana. Dia memiliki semua akta kelahirannya," tambahnya.
Ia juga menjelaskan latar belakang kewarganegaraannya.
"Saya lahir di Hawaii di Amerika Serikat. Saya punya paspor Amerika dan juga Australia," pungkasnya.
Dengan kombinasi darah Indonesia, performa yang terus menanjak, serta keinginan kuat untuk membela Garuda, Luke Vickery kini menjadi salah satu kandidat paling menarik untuk dinaturalisasi.
Jika prosesnya berjalan lancar, bukan tidak mungkin ia akan menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, sekaligus memberi warna baru dalam debut era John Herdman. (udn)
Load more