Tak Mau Tutupi Lagi, Pelatih Timnas Irak Bongkar 'Kejanggalan' Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Indonesia Rugi!
- instagram Graham Arnold
tvOnenews.com - Pelatih timnas Irak, Graham Arnold, secara terbuka membongkar kejanggalan yang terjadi di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pernyataan tersebut seolah menjadi pembenaran atas kegagalan Timnas Indonesia yang selama ini dinilai hanya soal performa.
Dalam sebuah wawancara, Arnold justru menyoroti aspek non-teknis yang berpotensi memengaruhi hasil akhir.
Ia bahkan menyebut bahwa Indonesia berada dalam posisi yang tidak adil sejak awal kompetisi, sebuah klaim yang langsung memantik perdebatan publik sepak bola Asia.
Kejanggalan Format Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026
Graham Arnold mengungkapkan bahwa format putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 mengalami perubahan mendadak.
Awalnya, seluruh pertandingan direncanakan berlangsung di tempat netral. Namun, keputusan itu berubah setelah undian dilakukan, dengan menunjuk negara berperingkat FIFA tertinggi sebagai tuan rumah.
“Ketika saya datang ke undian, kami diberi tahu bahwa akan ada tempat netral,” ujar Arnold dalam siniar The Howie Games.
“Kemudian setelah undian, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi menjadi tuan rumah.”
- instagram Ole Romeny
Dalam praktiknya, Grup A digelar di Qatar, sementara Grup B berlangsung di Arab Saudi. Indonesia tergabung di Grup B bersama Irak dan Arab Saudi.
Yang menjadi sorotan, keputusan penunjukan tuan rumah dinilai tidak konsisten dengan peringkat FIFA saat itu.
Arnold bahkan menyebut bahwa secara logika, peluang menjadi tuan rumah seharusnya terbuka bagi beberapa tim, termasuk Australia saat dirinya masih menangani tim tersebut.
Namun, hasil akhirnya justru menempatkan Arab Saudi sebagai tuan rumah, yang menurutnya menimbulkan tanda tanya besar.
Jadwal Tidak Seimbang, Timnas Indonesia Paling Tertekan
Selain soal tuan rumah, Arnold juga menyoroti ketimpangan jadwal pertandingan yang berdampak langsung pada performa tim.
Dalam penjelasannya, Timnas Indonesia harus memulai persiapan lebih cepat dengan waktu istirahat yang jauh lebih singkat dibandingkan tuan rumah.
“Indonesia harus bermain dan bersiap sejak Senin karena mereka bertanding pada Rabu,” kata Arnold. “Lalu tiga hari kemudian mereka menghadapi kami.”
Load more