News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Mau Tutupi Lagi, Pelatih Timnas Irak Bongkar 'Kejanggalan' Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Indonesia Rugi!

Pelatih timnas Irak, Graham Arnold mengungkapkan bahwa format Rond 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 mengalami perubahan. Timnas Indonesia dirugikan karena adanya perubahan
Selasa, 5 Mei 2026 - 22:28 WIB
Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold
Sumber :
  • instagram Graham Arnold

tvOnenews.com - Pelatih timnas Irak, Graham Arnold, secara terbuka membongkar kejanggalan yang terjadi di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Pernyataan tersebut seolah menjadi pembenaran atas kegagalan Timnas Indonesia yang selama ini dinilai hanya soal performa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah wawancara, Arnold justru menyoroti aspek non-teknis yang berpotensi memengaruhi hasil akhir.

Ia bahkan menyebut bahwa Indonesia berada dalam posisi yang tidak adil sejak awal kompetisi, sebuah klaim yang langsung memantik perdebatan publik sepak bola Asia.

Kejanggalan Format Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Graham Arnold mengungkapkan bahwa format putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 mengalami perubahan mendadak. 

Awalnya, seluruh pertandingan direncanakan berlangsung di tempat netral. Namun, keputusan itu berubah setelah undian dilakukan, dengan menunjuk negara berperingkat FIFA tertinggi sebagai tuan rumah.

“Ketika saya datang ke undian, kami diberi tahu bahwa akan ada tempat netral,” ujar Arnold dalam siniar The Howie Games. 

“Kemudian setelah undian, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi menjadi tuan rumah.”

Timnas Indonesia di kualifikasi piala dunia 2026 round 4
Timnas Indonesia di kualifikasi piala dunia 2026 round 4
Sumber :
  • instagram Ole Romeny

Dalam praktiknya, Grup A digelar di Qatar, sementara Grup B berlangsung di Arab Saudi. Indonesia tergabung di Grup B bersama Irak dan Arab Saudi. 

Yang menjadi sorotan, keputusan penunjukan tuan rumah dinilai tidak konsisten dengan peringkat FIFA saat itu.

Arnold bahkan menyebut bahwa secara logika, peluang menjadi tuan rumah seharusnya terbuka bagi beberapa tim, termasuk Australia saat dirinya masih menangani tim tersebut. 

Namun, hasil akhirnya justru menempatkan Arab Saudi sebagai tuan rumah, yang menurutnya menimbulkan tanda tanya besar.

Jadwal Tidak Seimbang, Timnas Indonesia Paling Tertekan

Selain soal tuan rumah, Arnold juga menyoroti ketimpangan jadwal pertandingan yang berdampak langsung pada performa tim. 

Dalam penjelasannya, Timnas Indonesia harus memulai persiapan lebih cepat dengan waktu istirahat yang jauh lebih singkat dibandingkan tuan rumah.

“Indonesia harus bermain dan bersiap sejak Senin karena mereka bertanding pada Rabu,” kata Arnold. “Lalu tiga hari kemudian mereka menghadapi kami.”

Sebaliknya, Arab Saudi mendapatkan keuntungan signifikan berupa jeda pertandingan yang lebih panjang, yakni enam hingga tujuh hari. Perbedaan ini dinilai memberi keuntungan besar dalam aspek pemulihan fisik dan strategi.

Jika dibandingkan, Irak sendiri hanya memiliki jeda dua hari setelah menghadapi Indonesia sebelum kembali bertanding. Ketimpangan ini menunjukkan adanya perbedaan perlakuan yang cukup mencolok di antara peserta.

Secara data, jeda istirahat menjadi faktor krusial dalam turnamen singkat. Tim dengan recovery time lebih panjang cenderung memiliki performa lebih stabil, terutama dalam pertandingan intensitas tinggi seperti kualifikasi Piala Dunia.

Dampak Nyata: Indonesia Tersingkir, Arab Saudi Melaju

Hasil akhir dari putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi bukti nyata dampak dari kondisi tersebut. Arab Saudi berhasil finis di puncak klasemen Grup B dan mengamankan tiket langsung ke Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Irak harus puas di posisi kedua dan melanjutkan perjuangan ke ronde berikutnya. Tim berjuluk Singa Mesopotamia itu akhirnya tetap lolos setelah menang 2-1 atas Bolivia di playoff antarkonfederasi.

Di sisi lain, Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit sebagai juru kunci grup, sekaligus mengakhiri mimpi tampil di Piala Dunia 2026. 

Kegagalan ini menjadi pukulan telak, terlebih terjadi di tengah transisi kepelatihan dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert.

Jika melihat perbandingan, Indonesia tidak hanya menghadapi lawan berat, tetapi juga tekanan jadwal dan kondisi kompetisi yang dinilai tidak ideal. Hal ini memperkuat narasi bahwa kegagalan bukan semata-mata akibat kualitas tim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan berbagai fakta yang diungkap Graham Arnold, perdebatan soal keadilan dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 semakin menguat. 

Kini, pertanyaannya bukan hanya soal bagaimana timnas Indonesia bermain, tetapi juga apakah mereka sejak awal sudah berada di posisi yang setara. (udn)
 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bung Ropan Bongkar Alasan John Herdman Panggil Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia

Bung Ropan Bongkar Alasan John Herdman Panggil Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia

Alasan John Herdman panggil striker Persija Jakarta Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 dibongkar oleh pengamat senior Bung Ropan.
Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Perjalanan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda "Nyuhun Buhun, Nata Nagara" tidak sekadar menjadi ajang seremonial bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Keluarga korban bersaksi di depan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM). Pihaknya yakin 2 terdakwa jadi pelaku pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Viral, Pemotor di Jakbar Jadi Korban Begal Sadis, Polisi Turun Tangan

Viral, Pemotor di Jakbar Jadi Korban Begal Sadis, Polisi Turun Tangan

Sebuah aksi begal sadis yang terekam kamera dan viral di media sosial menimpa seorang pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat. 
Blak-blakan Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Bakal Kalah dari China di Piala Asia U-17 2026

Blak-blakan Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Bakal Kalah dari China di Piala Asia U-17 2026

Media Vietnam meragukan peluang Timnas U-17 Indonesia dan memprediksi kekalahan dari China di laga pembuka Piala Asia U-17 2026 usai performa buruk.

Trending

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Keluarga korban bersaksi di depan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM). Pihaknya yakin 2 terdakwa jadi pelaku pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Bung Ropan Bongkar Alasan John Herdman Panggil Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia

Bung Ropan Bongkar Alasan John Herdman Panggil Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia

Alasan John Herdman panggil striker Persija Jakarta Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 dibongkar oleh pengamat senior Bung Ropan.
Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Perjalanan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda "Nyuhun Buhun, Nata Nagara" tidak sekadar menjadi ajang seremonial bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Tengah ramai isu sertifikat mualaf Richard Lee yang dicabut Koh Hanny Kristianto menjadi perhatian publik. Juga direspons oleh Pendakwah Koh Dondy Tan
Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap kata saat hendak melepas jemaah calon haji Maluku Utara dari embarkasi 13 Makassar yang hendak bertolak ke tanah suci.
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar terbaru proses naturalisasi pemain keturunan jelang perjuangan Timnas Indonesia di ajang FIFA Matchday Juni 2026 mendatang, ada nama baru yang muncul?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT