Daftar Penyesalan Shin Tae-yong di Balik Gagalnya Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
- Tangkapan layar youtube Mansion Sports FC
tvOnenews.com - Bayang-bayang kegagalan menuju Piala Dunia 2026 masih terasa pahit bagi Timnas Indonesia.
Di balik berbagai pencapaian yang berhasil ditorehkan, mantan pelatih Shin Tae-yong akhirnya membuka sisi lain dari perjalanannya bersama skuad Garuda, sebuah pengakuan jujur tentang penyesalan yang masih membekas hingga kini.
Setelah hampir lima tahun menukangi Timnas Indonesia sebelum dipecat PSSI pada 6 Januari 2025, pelatih asal Korea Selatan itu tak hanya meninggalkan warisan prestasi, tetapi juga sejumlah momen krusial yang menurutnya bisa mengubah sejarah sepak bola Indonesia.
Dalam pengakuannya, Shin Tae-yong menyoroti pertandingan-pertandingan penting yang berujung kontroversi, sekaligus mengungkap persoalan mendasar yang masih membayangi performa tim.
Prestasi Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia: Fondasi Menuju Piala Dunia 2026
Tak bisa dimungkiri, era Shin Tae-yong menjadi salah satu periode paling progresif bagi Timnas Indonesia. Dalam rentang waktu sejak Desember 2019, ia berhasil membawa perubahan signifikan, baik dari sisi permainan maupun mentalitas tim.
- X @timnasindonesia
Beberapa capaian penting yang diraih Timnas Indonesia antara lain:
- Runner-up Piala AFF 2020 dan 2023
- Medali perunggu SEA Games 2021
- Lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023
- Semifinal Piala Asia U-23 2024
- Melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Tak hanya itu, peringkat FIFA Indonesia melonjak drastis dari posisi 173 ke 129, lonjakan yang menjadi bukti nyata progres tim.
Shin Tae-yong juga dikenal berperan besar dalam regenerasi pemain, dengan memoles talenta muda seperti Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, hingga Pratama Arhan.
Di sisi lain, ia sukses mengintegrasikan pemain naturalisasi seperti Jay Idzes, Jordi Amat, Elkan Baggott, hingga Ivar Jenner, yang memperkuat kedalaman skuad.
Kombinasi pemain muda dan diaspora ini sempat menjadi harapan besar untuk menembus piala dunia 2026.
Daftar Penyesalan Shin Tae-yong: Momen yang Mengubah Segalanya
Meski penuh prestasi, Shin Tae-yong tak menampik adanya sejumlah momen yang menjadi penyesalan terbesarnya selama menangani Timnas Indonesia.
Berikut pengakuannya melansir dari YouTube Mansion Sports FC:
1. Kekalahan Kontroversial vs Uzbekistan (Piala Asia U-23 2024)
Laga semifinal melawan Uzbekistan menjadi salah satu momen paling membekas. Shin menilai keputusan wasit sangat memengaruhi hasil pertandingan.
“Mungkin lawan Uzbekistan, ketika Piala Asia U-23 di semifinal kalah. Kalau ada wasit yang lebih baik, mungkin kita bisa lolos dengan momen yang menjadi sejarah untuk Indonesia,” ungkap Shin Tae-yong melalui penerjemahnya.
Jika melihat statistik, Indonesia saat itu mampu memberikan perlawanan sengit. Namun, keputusan-keputusan krusial di lapangan membuat peluang emas menuju final sirna.
2. Drama Imbang 2-2 vs Bahrain yang Sarat Kontroversi
Penyesalan berikutnya datang dari laga melawan Bahrain di Kualifikasi piala dunia 2026. Pertandingan yang berakhir 2-2 itu diwarnai keputusan kontroversial wasit Ahmed Al-Kaf.
“Itu kan semua orang tahu, perbuatan wasit, udah ada niatnya dari wasit,” tegas Shin.
Ia juga menyoroti tambahan waktu yang dinilai tidak masuk akal.
“Tetapi pertandingan tersebut, itu nggak mungkin ya, tambahan waktu menit, tapi menjadi 9, itu kan mukjizat. Coach bingung dengan keputusan wasit, kenapa bisa begitu.”
Gol penyeimbang Bahrain di menit akhir menjadi pukulan telak yang menghambat langkah Indonesia.
- instagram Ole Romeny
3. Mental dan Fisik Pemain yang Belum Stabil
Selain faktor eksternal, Shin Tae-yong juga menyoroti masalah internal tim.
“Ada permasalahan mental di pemain-pemain Indonesia. Jadi, pertama kali saya datang ke Indonesia, saya memperbaiki mental para pemain dan juga fisik pemain.”
Ia menilai bahwa kemampuan individu pemain Indonesia sebenarnya sangat baik, namun tidak didukung kondisi fisik yang optimal.
“Kemampuan individu mereka sangat baik, tetapi tidak ada fisik yang baik. Akibatnya mereka tidak bisa menampilkan yang terbaik.”
Dalam perbandingan dengan tim-tim Asia lainnya, aspek fisik dan konsistensi mental menjadi pembeda utama di level internasional.
Babak Baru Shin Tae-yong dan Harapan untuk Masa Depan
Kini, setelah tidak lagi menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memulai babak baru sebagai penasihat teknik di Timnas 7 Football Indonesia.
Coach Shin akan membantu persiapan tim menghadapi Intercontinental Cup 2026 di Roma. Dalam pernyataannya, ia mengaku tetap memiliki komitmen besar terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
“Saya sudah lima tahun berada di PSSI. Saya juga sudah banyak belajar bagaimana mengembangkan pemain muda dengan baik,” ujarnya.
Pengalaman melatih tim U-20, U-23, hingga senior menjadi bekal berharga untuk membangun generasi baru.
Meski meninggalkan kursi pelatih dengan berbagai penyesalan, warisan Shin Tae-yong tetap menjadi fondasi penting bagi Timnas Indonesia.
Pertanyaannya kini, mampukah generasi berikutnya, di bawah arah baru, melanjutkan mimpi yang sempat tertunda menuju piala dunia 2026? (udn)
Load more