Half Time Show Ala Superbowl, FIFA Dapat Dukungan Ubah Regulasi Durasi Waktu Jeda Babak Final Piala Dunia 2026
- REUTERS/Raquel Cunha
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA resmi mengubah regulasi durasi waktu jeda antar babak final Piala Dunia 2026 demi menghadirkan acara hiburan Half Time Show ala Superbowl.Ā
Di tengah kritik yang bermunculan, salah satu tokoh industri penyelenggaraan acara dunia justru memberikan pembelaan penuh terhadap langkah FIFA mengubah waktu jeda istirahat antar babak dari 15 menit menjadi 25 menit.
FIFA telah mengonfirmasi bahwa final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, akan menghadirkan half-time show berdurasi sekitar 11 menit dengan penampilan sederet bintang dunia seperti Madonna, Shakira, dan Justin Bieber.
Namun, kehadiran konser tersebut diperkirakan membuat jeda antara babak pertama dan kedua berlangsung lebih lama dari ketentuan resmi Laws of the Game yang menetapkan waktu istirahat selama 15 menit.
Kebijakan itu menuai kritik dari sejumlah pihak yang menilai FIFA telah mengorbankan tradisi sepak bola. Meski demikian, CEO Identity sekaligus pakar penyelenggaraan event internasional, Michael Gietzen, justru menilai FIFA mengambil keputusan yang tepat.
"FIFA benar memperpanjang waktu jeda dan orang-orang yang mengeluh telah kehilangan inti persoalannya," kata Michael Gietzen dikutip dari laman Independent, Rabu (15/7/2026).
Menurut Gietzen, final Piala Dunia bukanlah pertandingan biasa sehingga layak diperlakukan secara berbeda dibanding laga sepak bola pada umumnya.
"Sepak bola memiliki ritme dan aturannya sendiri dan tentu saja itu penting. Tetapi final Piala Dunia bukanlah pertandingan yang terjadi setiap saat," sambungnya.
"Itu hanya berlangsung sekali setiap empat tahun dan disaksikan oleh penonton terbesar yang bisa diraih sebuah ajang olahraga. Memperlakukan pertandingan itu seperti laga akhir pekan biasa justru merupakan sebuah kesalahan, bukan karena adanya pertunjukan saat jeda," katanya mengingatkan.
Ia juga menegaskan bahwa pertunjukan di tengah pertandingan justru bisa menjadi bagian dari sejarah yang melekat dalam ingatan para penonton.
"Pertunjukan half-time yang bagus bukanlah gangguan bagi sepak bola. Justru itu menjadi salah satu alasan orang akan selalu mengingat di mana mereka berada saat menyaksikannya," kata Michael Gietzen.
Dia menyebut tambahan waktu tersebut bukanlah sebuah kompromi yang harus diributkan. Melainkan bagaimana FIFA mengemas Piala Dunia layaknya sebuah budaya olahraga yang harus dikenang sepanjang masa.aĀ
Load more