Maarten Paes Sebut Fans Indonesia Segila Argentina dan Brasil, Ada Alasan di Balik Pujian Ini
- Instagram @afcajax
tvOnenews.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, blak-blakan menyebut fans Indonesia segila suporter Argentina dan Brasil. Pernyataan itu muncul ketika Paes berbicara tentang atmosfer sepak bola Indonesia yang ia rasakan sejak menjadi bagian dari Skuad Garuda.
Bagi Paes, kegilaan suporter Indonesia bukan sekadar soal stadion yang penuh ketika Timnas bertanding. Antusiasme itu juga terasa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika dirinya berada di ruang publik dan terus mendapat perhatian dari penggemar.
Pengalaman tersebut membuat Paes punya pandangan tersendiri mengenai sepak bola Indonesia. Ia menilai kecintaan masyarakat terhadap olahraga ini begitu besar, bahkan menurutnya bisa disejajarkan dengan Argentina dan Brasil, dua negara yang selama ini dikenal memiliki kultur sepak bola yang kuat..
Paes: Kegilaan Fans Indonesia Setara Argentina dan Brasil
Paes tidak membutuhkan waktu lama untuk menjelaskan kesannya terhadap sepak bola Indonesia. Setelah merasakan langsung atmosfer pertandingan bersama Timnas, ia melihat antusiasme suporter sebagai sesuatu yang sangat kuat.
Pernyataan tersebut disampaikan Paes ketika berbicara dalam siniar Business of Sport di YouTube yang diunggah pada Selasa (15/9). Bagi penjaga gawang Ajax Amsterdam itu, gairah sepak bola di Indonesia sebenarnya sangat besar, tetapi belum memperoleh perhatian dunia sebesar yang menurutnya layak didapatkan.
"Suasana sepak bolanya benar-benar luar biasa, namun sering kali kurang mendapat sorotan dunia," ujar Paes, Rabu (16/09/26)
Pernyataan tersebut kemudian dilanjutkan dengan perbandingan yang menarik. Paes menyebut fanatisme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola berada pada level yang menurutnya dapat disandingkan dengan Argentina dan Brasil.
"Menurut saya antusiasmenya sungguh gila; bisa dibilang setara dengan Argentina atau Brasil dalam hal kegilaan akan sepak bola," katanya melanjutkan.
Perbandingan itu tentu merupakan penilaian pribadi Paes berdasarkan pengalamannya. Namun, ada satu hal yang membuat pernyataan tersebut menarik: ia bukan melihat fenomena tersebut dari luar, melainkan sebagai pemain yang berada langsung di tengah atmosfer sepak bola Indonesia.
Tak Bisa Lagi Jalan Tanpa Dikenali Fans
Pengalaman Paes bersama Timnas Indonesia ternyata juga mengubah kehidupan sehari-harinya. Popularitas sebagai penjaga gawang Skuad Garuda membuatnya mulai dikenali ketika berada di ruang publik.
Bagi sebagian pemain, perhatian seperti itu mungkin menjadi konsekuensi dari popularitas. Namun Paes justru mengaku bersyukur mendapat sambutan tersebut.
"Memang saya tidak bisa lagi jalan-jalan di tempat umum tanpa dikenali orang, tetapi saya sangat bersyukur akan hal itu," ucapnya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana hubungan antara pemain dan suporter tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Dukungan terhadap Timnas juga terbawa ke luar stadion dan menjadi bagian dari pengalaman pemain selama berada di Indonesia.
Karena itu, ketika Paes berbicara tentang peluang Indonesia tampil di Piala Dunia, yang ia soroti bukan hanya persoalan kompetisi. Ia melihat turnamen tersebut sebagai panggung untuk memperlihatkan kepada dunia bagaimana masyarakat Indonesia memperlakukan sepak bola.
"Menurut saya, negara ini layak tampil di Piala Dunia agar seluruh dunia bisa melihat betapa besarnya kecintaan masyarakatnya terhadap sepak bola," kata Paes.
"Sekaligus betapa indahnya negara ini, dan betapa hangat, ramah, dan setianya orang-orang di Indonesia. Itu sungguh luar biasa."
Dari Skuad Garuda ke Panggung Eredivisie
Pernyataan Paes mengenai fans Indonesia datang ketika ia juga tengah menjalani fase baru bersama Ajax Amsterdam. Hanya berselang sehari setelah siniar tersebut menjadi perhatian, Paes tampil dalam laga Ajax melawan Willem II di Johan Cruijff Arena, Rabu (16/9/2026) dini hari WIB.
Menariknya, pertandingan tersebut mempertemukan dua pemain Timnas Indonesia. Paes berada di bawah mistar Ajax, sedangkan Nathan Tjoe-A-On bermain sebagai bek sayap kiri Willem II.
Ajax menang telak 5-1. Davy Klaassen, Julian Brandt, Viktor Tsygankov, Oscar Gloukh, dan Kasper Dolberg mencetak gol untuk tuan rumah, sementara Willem II hanya mampu membalas melalui Alessandro Ciranni.
Paes bermain penuh selama 90 menit dan mencatatkan tiga penyelamatan. Catatan Eredivisie yang dikutip ANTARA juga menunjukkan ia membukukan 86 persen akurasi operan. Nathan pun tampil penuh dengan akurasi operan 87 persen dan memenangi empat duel.
Hasil tersebut menjadi catatan terbaru dari perjalanan Paes di level klub. Namun, sorotan yang lebih menarik justru datang dari apa yang ia katakan tentang Indonesia.
Bagi Paes, kegilaan terhadap sepak bola bukan sesuatu yang perlu dijelaskan lewat angka jumlah penonton atau ramainya stadion semata. Ia mengalaminya sendiri sebagai pemain Timnas, dari sorakan di pertandingan hingga tidak bisa lagi berjalan di ruang publik tanpa dikenali.
Dan ketika pengalaman itu kemudian ia bandingkan dengan Argentina dan Brasil, Paes sebenarnya sedang menggambarkan satu hal: sepak bola Indonesia memiliki basis kecintaan yang menurutnya sangat besar, tetapi belum selalu mendapatkan perhatian dunia yang sama besar.
Load more