GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Malaysia Beri Sorotan Tajam soal Sanksi Komdis PSSI terhadap Yuran Fernandes yang Kritik Sepak Bola Indonesia

Media Malaysia, Makan Bola menyoroti tajam terkait sanksi yang dialami pemain PSM Makassar, Yuran Fernandes usai memberikan kritik terhadap sepak bola Indonesia.
Sabtu, 10 Mei 2025 - 12:01 WIB
Pemain PSM Makassar Yuran Fernandes diskorsing 12 bulan
Sumber :
  • PSM Makassar

Jakarta, tvOnenews.com - Media Malaysia, Makan Bola menyoroti tajam terkait sanksi yang dialami pemain PSM Makassar, Yuran Fernandes usai memberikan kritik terhadap sepak bola Indonesia.

Pada Jumat (10/5/2025), Komisi Disiplin PSSI secara resmi memberikan sanksi berupa larangan bermain di Indonesia selama 12 bulan kepada Yuran Fernandes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu diberikan buntut dari kritikan yang dilakukan sang kapten PSM Makassar tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

Yuran Fernandes dihukum PSSI
Yuran Fernandes dihukum PSSI
Sumber :
  • PSM Makassar

 

Bek asal Tanjung Verde itu meluapkan rasa kekesalannya terhadap keputusan wasit yang memimpin pertandingan kontra PSS Sleman pada 3 Mei lalu.

Laga PSS vs PSM diduga diwarnai keputusan kontroversi dari wasit, termasuk menganulir gol Yuran pada menit ke-12 babak pertama lantaran dianggap melakukan pelanggaran pada saat dilakukan tendangan sudut.

"Sepak bola Indonesia hanya candaan, makanya level dan korupsinya akan tetap sama. Jika ingin bermain sepak bola yang serius, lebih baik menjauh dari Indonesia," tulis Yuran Fernandes beberapa waktu lalu.

Pemain PSM Makassar Yuran Fernandes sindir kualitas sepak bola Indonesia
Pemain PSM Makassar Yuran Fernandes sindir kualitas sepak bola Indonesia
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

 

Sanksi yang diberikan kepada Yuran Fernandes itu tentunya menyita perhatian sejumlah kalangan, tak terkecuali media Malaysia, Makan Bola.

Makan Bola bahkan secara gamblang menuliskan larangan bermain selama 12 bulan terhadap Yuran Fernandes dalam judul pemberitaannya.

"Bek PSM Makassar Digantung 12 Bulan Akibat Kritik Bola Sepak Indonesia," tulis Makan Bola dalam judul pemberitaannya yang dikutip Sabtu (10/5/2025).

Dalam pemberitaannya, Makan Bola juga menyoroti kritikan Yuran Fernandes yang tak puas dengan kepemimpinan wasit Nendi Rohaendi saat laga kontra PSS Sleman.

PSS Sleman hadapi PSM Makassar
PSS Sleman hadapi PSM Makassar
Sumber :
  • PSS Sleman

 

Lebih lanjut, media Malaysia itu kemudian menyoroti Yuran Fernandes yang berujung permintaan maaf atas pernyataan kontroverisal yang ia lakukan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Fernandes, 30, meluahkan rasa tidak puas hati terhadap beberapa keputusan yang dibuat pengadil, Nendi Rohaendi dalam aksi antara PSS Sleman dan Juku Eja pada 3 Mei lalu," tulis Makan Bola.

"Meskipun kenyataan itu kemudiannya dipadamkan, ia mencetuskan rasa tidak puas hati dalam kalangan masyarakat Indonesia. Lantaran itu, Fernandes menjelaskan maksud sebenar kenyataannya itu merujuk kepada kualiti Liga 1 Indonesia," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Khutbah Jumat Singkat 22 Mei 2026: Kurban, Ibadah Bukti Cinta dan Ketundukan Seorang Hamba

Khutbah Jumat Singkat 22 Mei 2026: Kurban, Ibadah Bukti Cinta dan Ketundukan Seorang Hamba

Berikut tema teks khutbah Jumat singkat menarik untuk shalat Jumat menjelang Hari Raya Idul Adha, bertajuk "Ibadah Bukti Cinta dan Ketundukan Seorang Hamba".
KNKT Ungkap Arahan yang Diterima Masinis KA Argo Bromo Anggrek Sebelum Tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur

KNKT Ungkap Arahan yang Diterima Masinis KA Argo Bromo Anggrek Sebelum Tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengungkapkan pengakuan masinis KA Argo Bromo Anggrek sebelum tabrakan di Stasiun Bekasi Timur.
Sistem Ekspor Digital Dinilai Jadi Langkah Konkret Tekan Kebocoran Negara

Sistem Ekspor Digital Dinilai Jadi Langkah Konkret Tekan Kebocoran Negara

IBSW menilai langkah pemerintah membangun sistem ekspor digital sebagai upaya memperkuat pengawasan perdagangan nasional dan menekan potensi kebocoran penerimaan negara dari sektor ekspor.
Anak Buruh Bangunan Asal NTB Lulus Jadi Perwira TNI AL di Wisuda Poltekal

Anak Buruh Bangunan Asal NTB Lulus Jadi Perwira TNI AL di Wisuda Poltekal

Akademi Angkatan Laut (AAL) meluluskan 240 taruna dan taruni dalam Wisuda Perwira Remaja Angkatan ke-71 Program Pendidikan Sarjana Terapan Politeknik Angkatan Laut
Kejari Nganjuk Tetapkan Pasutri Tersangka Korupsi Setoran Fiktif Bank Jatim Rp2 Miliar

Kejari Nganjuk Tetapkan Pasutri Tersangka Korupsi Setoran Fiktif Bank Jatim Rp2 Miliar

Kejari Nganjuk mengembangkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penggelapan dalam jabatan di salah satu bank milik Pemda Jawa Timur cabang Nganjuk
Sorot Ancaman Serius Ekonomi Nasional, Koalisi Masyarakat Sipil Ungkap Alasannya

Sorot Ancaman Serius Ekonomi Nasional, Koalisi Masyarakat Sipil Ungkap Alasannya

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan turut menyorot perekonomian Tanah Air yang sedang dalam kondisi terancam.

Trending

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Dedi Mulyadi tak goyah hadapi protes PKL Cicadas yang tolak kompensasi Rp10 juta dan tuntut miliaran usai pembongkaran trotoar Jalan Ahmad Yani Bandung.
Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mencari sosok Aman Yani yang hilang sejak 2016 saat menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi atau KDM merencanakan perubahan nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan konsep tertentu. Salah satu daerah fokusnya Karawang
Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membagikan momen manis karena mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.
Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Bos Sassuolo berbicara tentang situasi Jay Idzes menjelang bursa transfer musim panas. Sang kapten Timnas Indonesia bisa pindah setelah musim ini berakhir.
Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak muda tiba-tiba menghampiri Dedi Mulyadi saat proses penertiban kios-kios di kawasan Pasar Cicadas, tak disangka pemuda itu ajak KDM tinjau kios pil haram.
Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda sempat disorot adanya tudingan aktivitas pertambangan ilegal yang melibatkan perusahaan nikel, PT Karya Wijaya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT